06 December 2018

Apakah Rabun Jauh Bisa Menjadi Penyakit Turunan?

Apa Rabun Jauh Bisa Menjadi Penyakit Turunan?

Halodoc, Jakarta – Rabun jauh alias miopi merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan mata tidak bisa melihat objek yang berada sedikit lebih jauh dengan jelas. Sebaliknya, objek yang letaknya dekat, biasanya bisa dilihat dengan sangat jelas. Kondisi ini juga sering disebut dengan istilah myopia.

Gangguan penglihatan yang satu ini sering dianggap hanya menyerang orang yang sudah lanjut usia. Sebab, faktor usia disebut membuat organ tubuh “kelelahan” dan mulai kehilangan fungsinya. Namun ternyata, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak kecil dan menurun dari faktor keturunan!

Sebenarnya, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kerusakan mata yang berujung pada rabun jauh. Namun, ada beberapa pendapat yang menyebut bahwa rabun jauh dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor keturunan dan pengaruh lingkungan.

Meski tidak bersifat mutlak alias pasti terjadi, tapi anak yang memiliki orangtua dengan gangguan rabun jauh memiliki risiko mendapat penyakit ini sebagai “penyakit turunan”. Anak-anak yang memiliki orangtua pengidap rabun jauh disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.

Selain karena faktor keturunan, penyakit ini juga bisa terjadi pada anak karena faktor eksternal, yaitu lingkungan dan kebiasaan tertentu. Contohnya, terlalu sering menonton televisi, menggunakan komputer, membaca buku dengan cara yang salah, yaitu dengan penerangan yang redup. Kebiasaan-kebiasaan tersebut membuat mata harus bekerja lebih keras dan rentan mengalami kerusakan.

Penyebab Rabun Jauh pada Anak

Gejala rabun jauh sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja dan dari segala usia. Namun biasanya, gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini beragam yang tergantung dari tingkat keparahan. Pada anak-anak, rabun jauh umumnya mulai menyerang pada usia sekolah hingga remaja. Ada gejala yang sering menandai kondisi ini,  di antaranya:

1. Pandangan Kabur

Salah satu gejala dari rabun jauh adalah jarak pandang menjadi lebih dekat dan pandangan mulai kabur, terutama saat melihat objek yang jauh. Biasanya untuk membuat penglihatan menjadi lebih jelas, seseorang yang memiliki gangguan ini akan menyipitkan mata. Misalnya, saat membaca tulisan-tulisan di papan tulis, anak yang mengalami rabun jauh akan mengalami kesulitan.

2. Sakit Kepala

Sakit kepala menjadi salah satu gejala yang bisa muncul karena penyakit ini. Gejala ini bisa saja terjadi karena mata terlalu lelah, sebab bekerja secara berlebihan. Sakit kepala karena gangguan ini bisa sangat mengganggu. Gejala lain juga sering ditunjukkan mata sebagai tanda adanya gangguan. Mata yang mengalami rabun jauh biasanya akan berkedip secara berlebihan dan membuat pengidapnya sering menggosok mata.

3. Tidak Menyadari Keberadaan Objek

Pengidap rabun jauh bisa saja tidak menyadari keberadaan suatu objek, terutama yang terletak jauh. Jadi, bukan tidak mungkin jika dia tidak bisa melihat sesuatu yang bisa dilihat oleh orang lain.

Sebenarnya, rabun jauh tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi mata dan mengurangi kondisi ini semakin berkembang. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah melindungi mata dari sinar matahari, misalnya menggunakan kacamata hitam saat berpergian di siang hari.

Pada anak-anak, mencegah risiko rabun jauh bisa dilakukan dengan membiasakan melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Hindari melakukan kebiasaan-kebiasaan yang bisa memicu gejala rabun jauh muncul. Kenali gejalanya dan terapkan pola hidup sehat bisa menjadi langkah terbaik mencegah perkembangan rabun jauh.

Jaga juga kesehatan mata dengan mengonsumsi suplemen khusus yang disarankan oleh dokter. Agar lebih mudah, beli suplemen atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc saja! Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: