• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Vaksin

10 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Vaksin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Vaksin merupakan langkah yang baik dalam memberikan perlindungan tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksin juga menjadi senjata ampuh guna mencegah atau menghadapi penyakit tertentu. Berikut 10 penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin:

Baca juga: Ketahui Manfaat Memberikan Imunisasi pada Anak

  • Rubella

Rubella dikenal dengan sebutan campak Jerman yang merupakan infeksi virus pada kulit yang ditandai dengan ruam merah. Jika penyakit ini dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama kehamilan, keguguran, atau cacat saat kelahiran tidak dapat dihindari. Penyakit berbahaya yang satu ini dapat dicegah dengan vaksin MMR atau MR.

  • Difteri

Difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang hidung dan tenggorokan dan ditandai oleh adanya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini akan mengeluarkan zat beracun yang dapat merusak sejumlah organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, otak dan jantung. 

Untuk mencegahnya, lakukan vaksin DPT secara rutin, ya! Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak-anak berusia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Kemudian vaksin susulan dapat dilakukan pada anak berusia 5 tahun.

  • Tetanus

Tetanus merupakan infeksi kuman yang dapat menyebabkan kaku dan tegang di seluruh tubuh. Parahnya lagi, penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Tetanus merupakan penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan melakukan vaksin tetanus.

  • TBC

TBC atau yang lebih akrab disapa dengan tuberkulosis merupakan infeksi kuman yang menyerang paru-paru. Pengidap akan mengalami batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 3 minggu. Pada beberapa pengidap, batuk berdahak dapat disertai dengan darah. Untuk mencegahnya, lakukan vaksinasi sebelum anak menginjak usia 2 bulan.

  • Hepatitis B

Hepatitis B merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menular melalui hubungan seksual atau berbagi jarum suntik. Untuk mencegahnya, vaksin hepatitis B dapat dilakukan. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem imunitas tubuh, agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus.

Baca juga: 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa

  • Campak

Campak merupakan ruam kemerahan yang muncul akibat infeksi virus. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama jika dialami oleh bayi dan anak-anak. Penyakit ini ditularkan melalui percikan air liur pengidap saat mereka batuk atau bersin. Untuk mencegahnya, lakukan vaksin campak saat anak berusia 9 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan vaksin MMR yang dilakukan saat anak berusia 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

  • Batuk Rejan

Batuk rejan merupakan infeksi bakteri pada organ paru-paru dan saluran pernapasan yang dapat mengancam nyawa jika dialami oleh lansia dan anak-anak. Untuk mencegahnya, vaksinasi pertusis dapat dilakukan bersamaan dengan vaksin difteri, tetanus, polio (vaksin DPT), dan Hib. 

  • Polio

Polio merupakan penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen yang dapat dicegah dengan melakukan vaksin polio. Tak hanya  kelumpuhan permanen, polio juga dapat menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Ketika kondisi tersebut terjadi, pengidap akan mengalami kesulitan bernapas.

  • Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Akibatnya, kantong pada paru-paru akan meradang dan dipenuhi dengan cairan atau nanah yang akan menyebabkan sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil. Untuk mencegahnya, vaksin pneumonia dapat dilakukan.

  • Meningitis

Meningitis merupakan infeksi yang menyerang lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan berbagai macam vaksin, seperti vaksin pneumococcal, vaksin Hib, vaksin MenC, vaksin MMR, vaksin ACWY, serta vaksin meningitis B. 

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Pemberian vaksin harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan umur masing-masing pengidap. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, silahkan diskusikan langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc, ya! Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. 

Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2020. Inilah Daftar Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi dan Jadwal Imunisasi Rutin.
The Department of Health. Diakses pada 2020. Vaccine Preventable Diseases.
Healthychildren.org. Diakses pada 2020. Vaccine Preventable Diseases.