• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penyebab Terjadinya Infeksi pada Kulit Kepala

4 Penyebab Terjadinya Infeksi pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Faktanya, tak hanya kulit di tangan atau tubuh saja yang bisa mengalami infeksi. Kulit kepala juga bisa terinfeksi jika jamur atau bakteri masuk ke kulit kepala melalui folikel rambut atau kulit yang rusak. Kerusakan kulit ini juga dapat terjadi akibat kondisi kulit yang umum, seperti psoriasis dan eksim.

Gejala saat infeksi kulit kepala bisa bervariasi. Namun, sebagian besar kondisi ini menyebabkan kemerahan, gatal, dan terkadang nanah. Mengenali perbedaan gejala adalah hal yang penting guna membantu seseorang mendapatkan perlakuan yang tepat. Menerapkan krim atau salep khusus atau menggunakan sampo obat juga biasanya efektif untuk membersihkan infeksi kulit kepala.

Baca juga: Ketombe Berulang, Ini Bahaya untuk Kulit Kepala

Penyebab Infeksi Kulit Kepala

Berikut ini adalah beberapa penyebab infeksi pada kulit kepala yang umum terjadi:

Kurap (Ringworm/Tinea Capitis)

Kurap adalah infeksi jamur yang menyebabkan tanda berbentuk cincin pada kulit. Kondisi ini dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun, termasuk kulit kepala. Kurap dapat menyebabkan bercak bersisik, merah, dan botak di mana saja di kulit kepala. Kondisi ini bisa menyebar ke seluruh kulit kepala dan menghasilkan banyak bintik terpisah. Kurap di kulit kepala lebih mungkin menyerang anak-anak daripada orang dewasa.

Seseorang bisa tertular dari orang lain, hewan, atau lingkungan yang lembap, seperti kolam renang umum. Untuk mengurangi risiko kurap, orang sebaiknya tidak berbagi handuk atau barang pribadi lainnya dengan penderita kurap.

Untuk mengurangi risiko terkena kurap dari hewan, seseorang harus mencuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan atau hewan lain. Jika seseorang mencurigai hewan peliharaannya terkena kurap, mereka dapat membawanya ke dokter hewan untuk dirawat.

Kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan tablet antijamur. Perlu diingat juga bahwa krim, losion, dan bedak tidak akan menghilangkan infeksi kurap di kulit kepala. Seseorang mungkin perlu minum obat ini selama 1 hingga 3 bulan.

Folikulitis

Rambut di tubuh dan kulit kepala tumbuh dari folikel rambut. Namun, bakteri bisa masuk ke kulit melalui folikel rambut yang rusak, menyebabkan infeksi yang disebut folikulitis. Penyakit ini menyebabkan cincin merah berkembang di sekitar setiap folikel rambut. Ini bisa menyebabkan rasa sakit atau gatal.

Orang bisa mendapatkan folikulitis di kulit kepala akibat: 

  • Mencukur atau mencabut rambut di kulit kepala.
  • Sering menyentuh kulit kepala.
  • Memakai topi ketat atau tutup kepala lainnya.
  • Memiliki kulit yang panas dan lembab untuk waktu yang lama.

Jika mengidap kondisi ini, kamu bisa meredakan kemerahan dan gatal dengan mengoleskan waslap hangat ke kulit. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin perlu minum obat untuk infeksi, tetapi biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Baca juga: Bikin Gatal, Kenali 3 Jenis Folikulitis

Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit umum yang sering menyerang anak-anak. Ini adalah infeksi bakteri yang menular. Bakteri Staphylococcus hidup di kulit dan sebagian besar tidak berbahaya, tetapi bakteri ini dapat menyebabkan infeksi jika masuk ke kulit yang rusak.

Bakteri lain yang disebut Streptococcus juga dapat menyebabkan impetigo. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak kulit, menyentuh benda, atau bersin dan batuk.

Impetigo paling sering menyerang wajah, terutama area di sekitar hidung dan mulut, tetapi dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun yang kulitnya rusak. Ini termasuk kulit kepala. Impetigo juga dapat menyebar dari situs aslinya ke area tubuh lainnya.

Impetigo menyebabkan luka merah pada kulit yang pecah, meninggalkan kerak kuning kecokelatan. Ini juga dapat menyebabkan lepuhan besar berisi cairan yang pecah dan meninggalkan luka. Luka dan lepuh ini sering terasa gatal dan bisa menyakitkan.

Impetigo sangat menular. Seseorang dapat menghindari penularan infeksi dengan menjauh dari sekolah atau tempat kerja, sering mencuci tangan, dan menutupi luka atau lecet dengan perban.

Untuk mengobatinya, dokter akan meresepkan krim antibiotik yang langsung dioleskan ke area kulit yang terkena untuk mengobati impetigo. Perawatan ini akan menghentikan seseorang dari penularan dalam waktu 48 jam. Tanda-tanda impetigo akan hilang dalam waktu sekitar seminggu.

Infeksi Jamur

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat mengembangkan infeksi jamur di kulit kepala yang disebabkan oleh jamur yang ditemukan di lingkungan. Salah satu contohnya adalah mukormikosis, infeksi langka yang disebabkan oleh jamur yang ditemukan di tanah.

Jamur bisa masuk ke tubuh melalui kulit yang pecah, seperti luka atau kondisi kulit. Gejalanya meliputi:

  • Lecet atau bisul di kulit.
  • Kemerahan.
  • Rasa sakit.
  • Sensasi hangat di sekitar infeksi.

Orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur. Orang dapat mengurangi risiko terkena infeksi jamur dengan menjaga luka atau kulit yang rusak tetap bersih dan tertutup. Ini sangat penting saat bekerja di luar atau di sekitar tanah.

Dokter akan mengobati infeksi jamur dengan obat antijamur. Namun, dalam kasus yang parah, mereka mungkin menyuntikkan antijamur ke dalam darah.

Baca juga: Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Mengidap Tinea Capitis

Itulah beberapa penyebab infeksi pada kulit kepala yang perlu kamu ketahui. Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk bertanya pada dokter di Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan dan di mana saja!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Scalp Infection.
Health Hub - Ministry of Health Singapore. Diakses pada 2020. Skin Diseases Of The Scalp.