Impetigo

Pengertian Impetigo

Impetigo merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, yang dapat ditularkan melalui kontak langsung antara kulit dengan kulit atau dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri. Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, akibat tingginya interaksi fisik dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah atau taman bermain.

 

Gejala Impetigo

Berdasarkan gejalanya, impetigo terbagi dua, yaitu impetigo bulosa dan nonbulosa.

Gejala impetigo bulosa, antara lain:

  • Kulit melepuh berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter.
  • Nyeri dan gatal pada kulit yang melepuh.
  • Kulit yang melepuh akan menyebar dan pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh akan meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Kerak kuning tersebut akan menghilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Gejala impetigo nonbulosa, antara lain:

  • Timbul bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa nyeri, tetapi gatal.
  • Bercak dapat menyebar dengan cepat jika disentuh atau digaruk.
  • Bercak akan berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  • Kerak akan mengering dan meninggalkan bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas dapat sembuh dan dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.

 

Penyebab Impetigo

Impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu bakteri staphylococcus pada impetigo bulosa dan streptococcus pada impetigo nonbulosa. Bakteri ini menular melalui paparan dengan luka atau cairan yang terkontaminasi dari lecet orang yang terinfeksi. Bakteri akan masuk ke dalam tubuh jika kulit terluka dan terbuka, bahkan pada luka kulit yang tidak terlihat.

 

Faktor Risiko Impetigo

Beberapa faktor risiko impetigo, antara lain:

  • Usia anak-anak dari 2 sampai 5 tahun.
  • Berada di tempat ramai, seperti di sekolah dan pusat perawatan anak.
  • Suhu yang hangat dan cuaca lembap.
  • Terdapat luka kecil atau luka terbuka pada kulit.

 

Diagnosis Impetigo

Dokter umumnya dapat mendiagnosis impetigo dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan jika diperlukan, seperti pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah bakteri telah resisten terhadap antibiotik, pada impetigo yang tidak kunjung sembuh meskipun telah diobati.

 

Pengobatan Impetigo

Umumnya, impetigo dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu satu hingga tiga minggu tanpa diobati. Jika diperlukan, impetigo dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, baik antibiotik oles maupun antibiotik minum. Antibiotik oles digunakan jika infeksi yang terjadi masih ringan, berada pada satu area, dan belum menyebar luas. Sedangkan antibiotik minum digunakan jika gejala impetigo tidak dapat ditangani dengan antibiotik oles, kondisinya semakin parah, dan menyebar ke bagian lainnya. Jika pengobatan dengan antibiotik tidak memberi dampak, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel kulit yang terinfeksi di laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya infeksi penyakit lain selain impetigo.

 

Komplikasi Impetigo

Beberapa komplikasi impetigo, antara lain:

  • Demam Scarlet, yaitu demam langka yang disertai ruam merah di seluruh tubuh.
  • Ektima, yaitu infeksi yang menyebar ke dalam lapisan kulit dan meninggalkan bekas luka permanen.
  • Glomerulonefritis, yaitu infeksi di pembuluh darah kecil di ginjal.
  • Psoriasis gutata, yaitu kondisi sering muncul setelah terjadi infeksi kulit.
  • Selulitis, yaitu infeksi bakteri yang terjadi di lapisan kulit dalam.
  • Septikemia, yaitu infeksi bakteri yang terjadi di dalam darah.
  • Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (SSSS), yaitu infeksi kulit yang membuat kulit terlihat melepuh seluruhnya.

 

Pencegahan Impetigo

Beberapa upaya pencegahan impetigo, antara lain:

  • Membersihkan barang-barang yang mungkin terkontaminasi.
  • Mencuci tangan, terutama jika kemungkinan terkontaminasi luka pengidap.
  • Menghindari berbagi penggunaan barang dengan pengidap, seperti handuk, baju, kasur, atau peralatan makan.
  • Menghindari sentuhan fisik dengan pengidap.
  • Menghindari tempat umum yang rawan penularan bakteri.
  • Menjaga kebersihan kulit, terutama jika terdapat luka terbuka.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.