Advertisement

5 Kesalahan Menggendong Bayi yang Jarang Disadari

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   16 Oktober 2025

Salah menggendong bayi bisa menyebabkan bayi mengalami masalah tulang dan otot.

5 Kesalahan Menggendong Bayi yang Jarang Disadari5 Kesalahan Menggendong Bayi yang Jarang Disadari

Daftar Isi:


Menggendong bayi adalah salah satu cara untuk membangun kedekatan dan memberikan rasa nyaman.

Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa kesalahan menggendong bayi yang seringkali tidak disadari?

Kesalahan-kesalahan ini, jika dilakukan terus-menerus, dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi, seperti nyeri otot, gangguan tulang belakang, atau bahkan dislokasi sendi.

Kesalahan Menggendong Bayi yang Jarang Disadari

Ketahui beberapa kesalahan menggendong bayi yang jarang disadari berikut ini:

1 Tidak Menopang Kepala dan Leher Bayi dengan Benar

Kesalahan paling umum adalah tidak menopang kepala dan leher bayi dengan benar, terutama pada bayi baru lahir.

Otot leher bayi belum kuat, sehingga mereka belum mampu menopang kepalanya sendiri.

Akibatnya, kepala bayi bisa terkulai dan menyebabkan ketegangan otot leher. Pastikan selalu menopang kepala dan leher bayi saat menggendong, terutama saat mengubah posisi.

Ibu perlu tahu, Ini Jenis Gendongan Bayi yang Aman dan Bisa Dicoba.

2 Posisi Menggendong yang Tidak Tepat

Posisi menggendong yang tidak tepat juga dapat menjadi masalah. Hindari posisi yang membuat tubuh bayi tertekuk atau terpelintir.

Posisi terbaik adalah yang memungkinkan tulang belakang bayi tetap lurus dan sejajar. Pastikan juga kaki bayi tidak menggantung dan mendapat dukungan yang cukup.

3 Menggendong Terlalu Lama dalam Satu Posisi

Menggendong bayi terlalu lama dalam satu posisi dapat menyebabkan tekanan berlebih pada bagian tubuh tertentu. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan nyeri otot pada bayi.

Sebaiknya, variasikan posisi menggendong secara berkala. Misalnya, setelah beberapa menit menggendong dalam posisi cradle hold, ubah ke posisi upright hold atau football hold.

4 Mengabaikan Kenyamanan Bayi

Setiap bayi memiliki preferensi yang berbeda terkait posisi menggendong yang nyaman. Perhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan bayi, seperti rewel, menangis, atau berusaha mengubah posisi.

Jika bayi tampak tidak nyaman, segera sesuaikan posisi menggendongnya. Pastikan juga pakaian bayi tidak terlalu ketat dan tidak menghalangi gerakan.

5 Tidak Memperhatikan Keamanan Diri Sendiri

Keamanan penggendong juga penting untuk diperhatikan. Hindari menggendong bayi saat melakukan aktivitas yang berisiko, seperti memasak di dekat kompor menyala, membawa benda berat, atau berjalan di tempat yang licin.

Pastikan posisi menggendong tidak mengganggu keseimbangan dan pandangan. Jika merasa lelah, segera istirahat dan minta bantuan orang lain.

Posisi Menggendong Bayi yang Aman dan Nyaman

Berikut adalah beberapa posisi menggendong bayi yang aman dan nyaman:

  • Cradle Hold: Posisi klasik ini melibatkan menopang kepala dan leher bayi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menopang bagian bawah tubuh.
  • Upright Hold: Gendong bayi tegak dengan kepala bersandar di dada ibu. Posisi ini baik untuk bayi yang sering gumoh.
  • Football Hold: Pegang bayi di sisi tubuh ibu, seperti memegang bola football. Posisi ini ideal untuk menyusui.
  • Belly Hold: Gendong bayi dengan posisi tengkurap di lengan ibu. Posisi ini dapat membantu meredakan kolik.

Cari tahu juga mengenai Gendongan M Shape: Manfaat Terbaik untuk Bayi Sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut setelah digendong:

  • Menangis terus-menerus dan tidak bisa ditenangkan.
  • Terlihat kesakitan saat digerakkan.
  • Mengalami kesulitan bernapas.
  • Mengalami perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan.
  • Tidak mau menyusu atau makan.

Produk Rekomendasi untuk Menggendong Bayi

  • Gendongan Kain (Sling): Gendongan kain memberikan fleksibilitas dan kenyamanan saat menggendong bayi. Pilih bahan yang lembut dan tidak panas.
  • Gendongan Ransel (Baby Carrier): Gendongan ransel memberikan dukungan yang baik untuk punggung dan bahu penggendong. Pastikan gendongan memiliki pengaturan yang sesuai dengan ukuran bayi.
  • Bantal Gendong: Bantal gendong membantu menopang bayi saat menyusui atau memberikan susu botol.

Kesimpulan

Menggendong bayi adalah momen berharga yang mempererat ikatan antara orang tua dan anak.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum dan memilih posisi menggendong yang tepat, ibu dapat memastikan keamanan dan kenyamanan si kecil.

Selalu perhatikan respons bayi dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada masalah.

Konsultasi dengan dokter spesialis anak kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Raising Children. Diakses pada 2025. How to hold a newborn: in pictures.
Healthline. Diakses pada 2025. How to Hold a Newborn Baby.
Ruangmom. Diakses pada 2025. Waspada Cedera Tulang Belakang Akibat Cara Menggendong Bayi yang Salah.