• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Mengatasi Perut Kembung saat Hamil

6 Cara Mengatasi Perut Kembung saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Perut kembung saat hamil? Jangan khawatir, karena kamu tidak sendirian. Perut yang terasa kembung adalah gejala kehamilan yang cukup umum. Ini terjadi lantaran produksi hormon progesteron jadi berlebihan demi mendukung kehamilan. Efek sampingnya, hormon ini akan melemaskan otot-otot di tubuh, termasuk otot-otot di usus. Alhasil, otot usus akan bergerak lebih lambat dan membuat pencernaan melambat dan akhirnya gas juga ikut menumpuk di perut. 

Sayangnya, saat hamil kamu tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat, sehingga kamu mungkin perlu menyimpan dahulu obat yang biasa kamu gunakan untuk atasi perut kembung. Sebagai gantinya, kamu bisa mengikuti beberapa cara sederhana berikut untuk mengatasi perut kembung saat hamil: 

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Perut Kembung saat Menstruasi

Perbanyak Minum Air

The United States National Academy of Medicine merekomendasikan agar wanita hamil minum sekitar 10 cangkir, atau 2,3 ​​liter air sehari. Minum air sebelum atau sesudah makan juga akan membantu perut mencerna makanan. Setiap makanan yang tidak tercerna akan masuk ke usus kecil, tempat bakteri memecahnya sehingga gas terbentuk di sana. Oleh karena itu, tetap terhidrasi dapat membantu kamu mengurangi penumpukan gas. 

Hidrasi juga dapat mencegah sembelit, penyebab lain perut terasa kembung. Saat seseorang mengalami dehidrasi, fesesnya menjadi kering dan keras. Minum banyak air membuat tinja lunak dan membantu agar lebih mudah melewati usus besar.

Olahraga Secara Teratur

Olahraga dapat mempercepat pencernaan dan meredakan sembelit. Sebuah studi pada 2012 terhadap 49 orang dewasa sehat menemukan bahwa aktivitas fisik tingkat sedang dan tinggi meningkatkan transit usus besar pada wanita, tetapi tidak pada pria. Transit usus besar adalah jumlah waktu yang dibutuhkan feses untuk melewati usus besar.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan agar wanita hamil yang sehat mendapatkan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang, seperti jalan cepat. CDC juga merekomendasikan agar wanita yang melakukan aktivitas aerobik intensitas tinggi, seperti berlari. Selain itu, tanyakan kepada dokter untuk mengetahui bagaimana cara menyesuaikan pola olahraga selama kehamilan.

Kamu juga bisa tanyakan pada dokter di Halodoc mengenai olahraga yang aman dilakukan saat hamil. Dokter di Halodoc akan memberikan saran kesehatan yang tepat agar kehamilan kamu tetap lancar dan kesehatan kamu selalu terjaga.

Baca juga: Pepaya Bisa Bantu Hilangkan Mual dan Kembung, Benarkah?

Hindari Minuman Tertentu

Secara umum, kebanyakan orang akan mengalami perut kembung saat meminum minuman yang mengandung bahan-bahan berikut ini:

  • Karbon dioksida. Karbon dioksida adalah gas dalam berbagai jenis minuman termasuk cola dan soda lainnya, minuman energi berkarbonasi, sparkling water. Orang-orang membuang sebagian besar gas ini melalui sendawa, tetapi karbon dioksida juga dapat menyebabkan perut kembung.
  • Fruktosa. Ini adalah gula alami yang ada di sebagian besar buah-buahan. Produsen sering menambahkan fruktosa ke berbagai makanan penutup dan minuman. Sayangnya beberapa orang tidak dapat mencerna fruktosa. Dalam hal ini, gula dapat berfermentasi di usus besar sehingga menimbulkan gas dan kembung. Istilah medis untuk gangguan pencernaan ini adalah malabsorpsi fruktosa.
  • Sorbitol. Ini adalah pengganti gula rendah kalori. Namun, tubuh tidak mampu mencerna sorbitol. Beberapa orang mengalami sakit perut, kembung, dan gas sebagai akibatnya.

Awasi Konsumsi Serat

Selama kehamilan, banyak wanita memilih makan makanan yang lebih sehat. Banyak makanan sehat juga kaya serat. Namun, menambahkannya ke dalam makanan dapat meningkatkan jumlah gas dalam jangka pendek. Beberapa makanan berserat tinggi juga mengandung karbohidrat kompleks yang disebut oligosakarida. 

Ketika bakteri di usus memecah oligosakarida, mereka menghasilkan gas nitrogen. Beberapa orang lebih sensitif terhadap efek ini daripada yang lain. Beberapa jenis makanan yang mengandung oligosakarida adalah kacang polong, biji-bijian, kubis, kol bunga, kubis Brussel, asparagus.

Baca juga: Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri yang Harus Diketahui

Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang ketat di pinggang dapat menambah tekanan pada perut, yang kemudian dapat meningkatkan penumpukan gas. Jadi, kenakanlah pakaian khusus hamil yang longgar, terutama saat trimester akhir agar terhindar dari perut kembung. 

Kelola Stres dengan Baik

Beberapa ibu hamil kerap mengeluhkan gejala perut kembung yang makin parah saat mereka stres. Ini mungkin karena orang cenderung menelan udara ketika mereka cemas. Gas terkait stres juga bisa menjadi gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). IBS adalah gangguan gastrointestinal yang menyebabkan sakit perut dan perubahan kebiasaan buang air besar. 

Meskipun penyebab pasti IBS tidak diketahui, penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memicu gejala. Wanita yang mengalami gas yang diinduksi stres selama kehamilan dapat mengambil manfaat dari manajemen stres dan terapi relaksasi, seperti meditasi dan yoga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 7 Safe Home Remedies for Gas During Pregnancy.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Home Remedies for Relieving Gas During Pregnancy.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Painful Gas Causes and Prevention During Pregnancy.