
7 Jenis Bahan Pengawet Makanan yang Aman Dikonsumsi
Asam benzoat, asam sorbat, dan sulfit adalah contoh bahan pengawet buatan, sementara garam dan gula adalah bahan pengawet alami.

DAFTAR ISI
- Pengawet Alami dan Buatan
- Cara Memilih Makanan dengan Pengawet
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Bahan pengawet makanan digunakan untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga kualitas makanan agar lebih tahan lama. Pengawet dapat berasal dari bahan alami maupun senyawa yang dibuat secara khusus.
Tidak semua pengawet buatan berbahaya jika digunakan sesuai batas yang ditetapkan, tetapi konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari. Karena itu, penting untuk membaca label, memperhatikan izin edar, dan menerapkan pola makan beragam.
Pengawet Alami dan Buatan
Pengawet alami yang umum digunakan antara lain garam, gula, cuka, dan asam sitrat. Garam dan gula membantu mengurangi ketersediaan air bagi mikroorganisme, sedangkan cuka dan asam sitrat menurunkan tingkat keasaman makanan sehingga pertumbuhan sebagian bakteri dapat terhambat.
Pengawet buatan yang digunakan dalam pangan antara lain natrium benzoat, kalium sorbat, serta nitrit atau nitrat pada produk tertentu. Keamanan bahan tersebut bergantung pada jenis, jumlah, cara penggunaan, dan kepatuhan terhadap batas maksimum yang ditetapkan oleh otoritas pangan.
Pengawet berbeda dari bahan berbahaya yang sengaja disalahgunakan, seperti formalin atau boraks. Konsumen sebaiknya memilih produk dengan label komposisi yang jelas dan nomor izin edar, serta menghindari makanan dengan warna, tekstur, atau aroma yang tidak wajar.
Cara Memilih Makanan dengan Pengawet
- Baca daftar bahan dan informasi nilai gizi pada kemasan.
- Periksa nomor izin edar serta tanggal kedaluwarsa.
- Batasi konsumsi makanan ultra-proses dan pilih makanan segar lebih sering.
- Jangan mengonsumsi makanan yang kemasannya menggembung, bocor, atau rusak.
- Ikuti petunjuk penyimpanan setelah kemasan dibuka.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika setelah mengonsumsi makanan muncul sesak napas, pembengkakan pada bibir atau wajah, muntah terus-menerus, diare berat, penurunan kesadaran, atau tanda dehidrasi. Keluhan ringan yang berulang setelah mengonsumsi makanan tertentu juga perlu dievaluasi untuk mencari kemungkinan alergi atau intoleransi.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk memperoleh arahan sesuai kondisi.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Chat dokter dapat membantu menilai keluhan setelah mengonsumsi makanan, termasuk kemungkinan alergi, keracunan makanan, atau kondisi lain. Dokter juga dapat memberi saran mengenai langkah perawatan dan kapan pemeriksaan langsung diperlukan.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Food Additives.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Bahan Tambahan Pangan.
PubMed. Diakses pada 2026. Food Additives and Health.
WebMD. Diakses pada 2026. Food Additives and Preservatives.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang.
FAQ
Apakah pengawet alami selalu lebih aman?
Tidak selalu. Keamanan tetap dipengaruhi oleh jumlah konsumsi, cara penggunaan, kondisi kesehatan, dan kualitas bahan tersebut.
Apakah semua pengawet buatan berbahaya?
Tidak. Pengawet yang diizinkan dapat digunakan dalam batas tertentu sesuai peraturan, tetapi penggunaannya harus mengikuti ketentuan dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Bagaimana cara mengetahui makanan mengandung pengawet?
Periksa daftar komposisi pada label kemasan. Cari juga informasi izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta petunjuk penyimpanan.
Kapan keracunan makanan perlu ditangani dokter?
Segera cari bantuan medis jika terdapat sesak napas, penurunan kesadaran, muntah berulang, diare berat, darah pada tinja, atau tanda dehidrasi. Bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah sebaiknya lebih cepat berkonsultasi.




