• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Bermain Lumpur dan Tanah, Boleh atau Tidak?

Anak Bermain Lumpur dan Tanah, Boleh atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan orangtua biasanya tidak akan mengizinkan anak mereka bermain lumpur atau tanah. Alasannya, karena kotor. Padahal tahukah ibu, aktivitas mencampur tanah, air, dan bahan-bahan alami lainnya, seperti kerikil, dedaunan atau rumput dapat memberikan anak-anak pembelajaran yang tidak terbatas dan menyenangkan, lho.

Lumpur dan tanah adalah media yang sangat baik untuk belajar. Ada banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa permainan lumpur dapat memberikan banyak manfaat fisik, psikologis, dan emosional untuk anak-anak. Berikut ini manfaat bermain lumpur untuk anak-anak:

  • Membuat Anak Senang

Penelitian baru menunjukkan bahwa paparan bakteri tanah yang ramah (Mycobacterium Vaccae) dapat merangsang sistem kekebalan tubuh anak yang menyebabkan otak melepaskan serotonin, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatur suasana hati. Para ilmuwan mengatakan bahwa paparan bakteri tersebut secara teratur dapat membantu mengurangi risiko anak terhadap depresi.

  • Mengurangi Gejala Asma dan Alergi

Nyatanya, bermain lumpur dan tanah dapat membuat anak lebih sehat, lho. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa menjaga anak terlalu bersih dapat berkontribusi pada peningkatan risiko alergi dan asma pada masa kanak-kanak. Paparan kotoran dan kuman justru bekerja untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak untuk mencegah alergi. Jadi, jangan takut anak kotor ya, bu!

  • Meningkatkan Aktivitas Otak

Bermain lumpur dan tanah adalah pengalaman sensorik. Ketika melakukan aktivitas tersebut, anak-anak tanpa sadar menggunakan hampir semua inderanya yang membuat otak mereka terstimulasi dan aktif.

  • Meningkatkan Aktivitas Fisik

Ketika anak-anak bermain di luar ruangan dengan lumpur dan tanah, gerakan insidental dan aktivitas fisik mereka meningkat, membantu anak-anak melakukan gaya hidup sehat, dan mengembangkan kemampuan fisik mereka.

Baca juga: 6 Cara Mengenalkan Olahraga pada Anak

  • Membangun Kreativitas

Bermain lumpur dan tanah di ruangan terbuka juga sangat cocok untuk perkembangan otak anak. Anak-anak bisa bebas berkreasi dan memiliki ide-ide untuk menciptakan permainan dengan lumpur dan tanah. Jadi, permainan di tempat terbuka yang tidak terstruktur ini dapat memberi kesempatan pada Si Kecil untuk membentuk ide, menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis, serta menjadi inovatif dan inventif.

Baca juga: Sering Bermain di Luar Bisa Tingkatkan Kecerdasan Anak?

Ide Permainan Lumpur dan Tanah untuk Anak

Jadi, untuk mendorong anak bermain di lumpur, orangtua bisa sesederhana membiarkan anak menjelajahi genangan lumpur. Selain itu, ayah dan ibu juga bisa mengajak anak untuk melakukan beberapa kegiatan bermain dengan lumpur berikut ini:

  • Cat Lumpur. Ambillah berbagai jenis tanah yang berbeda untuk membuat warna “cat” yang berbeda. Ayah dan ibu bisa menambahkan pewarna makanan ke lumpur berair untuk warna yang lebih cerah. Setelah itu, ayah dan ibu bisa mengajak Si Kecil menggambar dengan cat lumpur tersebut.

  • Membuat Boneka Lumpur. Ajak anak untuk membuat sesuatu dari lumpur, seperti membentuk lumpur menjadi boneka dengan menambahkan kerikil sebagai mata, ranting sebagai hidung, dan daun sebagai rambutnya.

  • Membuat Bangunan Lumpur. Konsepnya sama seperti membuat istana pasir, tetapi kali ini dengan menggunakan lumpur. Ayah, ibu, dan Si Kecil bisa menggunakan batu, kayu, atau bahkan batu bata asli untuk membuat bangunan dari lumpur.

  • Membuat Jalur Air. Orangtua juga bisa mengajak Si Kecil untuk membuat parit kecil untuk bermain perahu-perahuan nantinya. 

  • Membuat Rumah Hewan. Ambillah mainan hewan plastik Si Kecil, seperti dinosaurus, kuda, atau lain-lain, lalu mintalah Si Kecil untuk membuatkan hutan atau rumah bagi hewan tersebut.

  • Lempar Bola Lumpur. Nah, permainan yang satu ini tentunya sangat menyenangkan dan dapat melatih kemampuan motorik anak. Orangtua bisa saling melempar bola lumpur dengan Si Kecil atau tentukan sasaran tertentu untuk dilempari bola lumpur.

Jadi, tidak ada salahnya sesekali mengajak Si Kecil bermain lumpur dan tanah. Ini karena ada banyak pengalaman dan manfaat yang bisa didapatkan Si Kecil dari aktivitas yang menyenangkan tersebut. 

Tips Tetap Sehat Saat Bermain Lumpur

Meskipun bermanfaat untuk perkembangan anak, tetapi lumpur atau tanah dapat membawa patogen yang berbahaya. Jadi, pastikan tanah atau lumpur di tempat Si Kecil bermain tidak terkontaminasi oleh kotoran kucing atau anjing. Cara paling aman adalah dengan menggunakan tanah dari tanah lempung yang dibeli dan bukan dari kebun atau perbatasan tanaman terbuka.

Selain itu, penting juga untuk mengajak Si Kecil untuk segera mandi setelah bermain lumpur atau setidaknya mencuci tangan. Cuci tangan anak dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta pastikan kuku anak sudah benar-benar bersih.

Baca juga: Benarkah Bermain Kotor-kotoran itu Baik Bagi Anak?

Bila Si Kecil sakit, gunakan saja aplikasi Halodoc.. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Community Playthings. Diakses pada 2020. Mud, Marvelous Mud!
Nature Play Qld. Diakses pada 2020. Why Playing In The Mud Is More Than Just Fun.
Muddy Faces. Diakses pada 2020. Keeping It Safe and Healthy.