Advertisement

Antropometri: Ukur Tubuh, Kenali Status Gizi!

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   17 Juli 2025

Antropometri memiliki berbagai manfaat, mendeteksi masalah pertumbuhan pada anak-anak.

Antropometri: Ukur Tubuh, Kenali Status Gizi!Antropometri: Ukur Tubuh, Kenali Status Gizi!

Daftar Isi:

  1. Manfaat Antropometri
  2. Jenis-Jenis Pengukuran Antropometri
  3. Cara Melakukan Pengukuran Antropometri
  4. Interpretasi Hasil Antropometri
  5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Antropometri
  6. Keterbatasan Antropometri

Antropometri berasal dari bahasa Yunani, “anthropos” (manusia) dan “metron” (ukuran). Secara sederhana, antropometri adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dimensi tubuh manusia. Pengukuran ini meliputi ukuran linear (tinggi badan, panjang lengan), ukuran berat (berat badan), dan ukuran lingkar (lingkar kepala, lingkar pinggang). Antropometri digunakan untuk menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia.

Manfaat Antropometri

Antropometri memiliki berbagai manfaat, terutama dalam bidang kesehatan dan gizi. Beberapa manfaat utama antropometri meliputi:

  • Menilai status gizi individu dan populasi.
  • Mendeteksi masalah pertumbuhan pada anak-anak.
  • Memantau efektivitas intervensi gizi.
  • Mengidentifikasi risiko penyakit kronis seperti obesitas dan penyakit jantung.
  • Menyesuaikan dosis obat dan kebutuhan nutrisi.

Di samping itu, pengukuran antropometri secara berkala dapat membantu mendeteksi dini risiko stunting pada anak-anak.

Jenis-Jenis Pengukuran Antropometri

Terdapat berbagai jenis pengukuran antropometri, masing-masing memberikan informasi yang berbeda tentang tubuh. Beberapa pengukuran yang umum dilakukan meliputi:

  • Berat badan: Mengukur massa tubuh.
  • Tinggi badan: Mengukur panjang tubuh dari ujung kepala hingga telapak kaki.
  • Lingkar lengan atas (LiLA): Mengukur lingkar lengan atas, digunakan untuk menilai massa otot.
  • Lingkar pinggang: Mengukur lingkar pinggang, indikator lemak abdominal dan risiko penyakit metabolik.
  • Lingkar kepala: Mengukur lingkar kepala, terutama penting pada bayi dan anak-anak untuk memantau pertumbuhan otak.
  • Tebal lipatan kulit: Mengukur tebal lemak di bawah kulit, digunakan untuk memperkirakan komposisi tubuh.

Bagaimana cara meningkatkan tinggi badan anak? Baca di sini: Pola Makan Seimbang untuk Dukung Tinggi Badan Anak

Cara Melakukan Pengukuran Antropometri

Pengukuran antropometri harus dilakukan dengan teknik yang benar untuk memastikan akurasi dan reliabilitas. Berikut panduan umum untuk melakukan beberapa pengukuran:

  1. Berat badan: Gunakan timbangan yang terkalibrasi. Subjek berdiri tegak tanpa alas kaki dan pakaian yang berat.
  2. Tinggi badan: Gunakan alat pengukur tinggi badan (stadiometer). Subjek berdiri tegak dengan tumit, bokong, dan punggung menyentuh alat pengukur.
  3. Lingkar lengan atas (LiLA): Gunakan pita pengukur yang fleksibel. Lengan harus dalam posisi rileks dan pengukuran dilakukan di tengah antara bahu dan siku.
  4. Lingkar pinggang: Gunakan pita pengukur yang fleksibel. Pengukuran dilakukan di titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan puncak tulang pinggul.

Interpretasi Hasil Antropometri

Hasil pengukuran antropometri diinterpretasikan dengan membandingkannya dengan standar referensi yang sesuai untuk usia, jenis kelamin, dan etnis. Beberapa indikator yang umum digunakan adalah:

  • Indeks massa tubuh (IMT): Berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (m²). Digunakan untuk mengklasifikasikan berat badan kurang, normal, berlebih, atau obesitas.
  • Z-score: Mengukur seberapa jauh nilai individu dari rata-rata populasi referensi. Digunakan untuk menilai status gizi anak-anak.
  • Persentil: Menunjukkan posisi individu dalam distribusi populasi referensi.

Bagaimana cara mengetahui berat badan ideal? Baca di sini: Catat, Begini Cara Hitung Berat Badan Ideal yang Tepat

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Antropometri

Beberapa faktor dapat mempengaruhi hasil pengukuran antropometri, termasuk:

  • Genetik.
  • Nutrisi.
  • Kondisi kesehatan.
  • Aktivitas fisik.
  • Lingkungan.

Antropometri dalam Berbagai Bidang

Antropometri tidak hanya digunakan dalam bidang kesehatan dan gizi, tetapi juga dalam berbagai bidang lain, seperti:

  • Ergonomi: Merancang peralatan dan lingkungan kerja yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia.
  • Desain pakaian: Membuat pakaian yang nyaman dan pas untuk berbagai bentuk tubuh.
  • Olahraga: Memantau perkembangan atlet dan menyesuaikan program latihan.
  • Forensik: Mengidentifikasi individu berdasarkan karakteristik fisik.

Keterbatasan Antropometri

Meskipun bermanfaat, antropometri juga memiliki beberapa keterbatasan:

  • Tidak dapat mendiagnosis penyakit secara spesifik.
  • Dipengaruhi oleh faktor-faktor selain gizi.
  • Membutuhkan standar referensi yang sesuai untuk interpretasi.

Oleh karena itu, antropometri sebaiknya digunakan sebagai bagian dari penilaian yang komprehensif.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang antropometri atau ingin melakukan penilaian status gizi, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis gizi klinik di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2025. Anthropometric Measurements.
Verywell Health.. Diakses pada 2025. Anthropometric Measurements: Body Shape and Dimensions.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2025. Anthropometry and Work: An Overview.