Ad Placeholder Image

Apa Itu Bell’s Palsy? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   10 November 2025

Bells palsy bisa muncul secara tiba-tiba, untuk itu perlu mengetahui cara mencegahnya.

Apa Itu Bell’s Palsy? Penyebab, Gejala, dan Cara MengobatinyaApa Itu Bell’s Palsy? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

DAFTAR ISI


Pernahkah saat bangun tidur dan merasa satu sisi wajah terasa kaku atau sulit digerakkan? Tersenyum pun miring, mata sulit menutup, dan lidah terasa aneh saat bicara.

Bisa jadi itu tanda Bell’s Palsy, kelumpuhan saraf wajah yang muncul tiba-tiba tanpa peringatan.

Bell’s Palsy terjadi ketika saraf wajah mengalami peradangan atau tekanan, sehingga otot-otot di satu sisi wajah tidak bisa berfungsi dengan normal.

Kabar baiknya, kebanyakan kasus bisa sembuh sepenuhnya bila ditangani sejak dini.

Apa Itu Bell’s Palsy?

Bell’s palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot-otot di satu sisi wajah. Kondisi ini membuat satu sisi wajah tampak terkulai. 

Kelumpuhan ini terjadi akibat gangguan pada saraf wajah (nervus facialis) yang mengendalikan otot-otot wajah. 

Bell’s palsy bisa menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada orang berusia 15-60 tahun.

Gejala Bell’s Palsy

Gejala Bell’s palsy berkembang dengan cepat, biasanya dalam waktu 48-72 jam. Tingkat keparahan gejala bervariasi dari orang ke orang. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kelemahan atau kelumpuhan total pada satu sisi wajah yang membuat sulit tersenyum atau menutup mata.
  • Wajah tampak terkulai.
  • Ngeces.
  • Nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada sisi wajah yang terkena.
  • Peningkatan sensitivitas terhadap suara pada sisi wajah yang terkena.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan kemampuan mengecap rasa.
  • Perubahan produksi air mata dan air liur.

Penyebab Bell’s Palsy

Penyebab pasti Bell’s palsy belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi virus, seperti:

  • Herpes simpleks (penyebab cold sores dan herpes genital).
  • Herpes zoster (penyebab cacar air dan herpes zoster).
  • Virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis).
  • Virus cytomegalovirus.
  • Penyakit pernapasan seperti adenovirus.
  • Virus gondong (mumps).
  • Virus rubella (campak Jerman).
  • Virus coxsackievirus (penyakit tangan, kaki, dan mulut).
  • Virus influenza B.

Herpes Zoster vs Herpes Simpleks: Apa Bedanya? Simak di artikel ini. 

Apakah Bell’s Palsy Menular?

Bell’s palsy sendiri tidak menular. Namun, jika Bell’s palsy disebabkan oleh infeksi virus, virus tersebut dapat menular. Penting untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dekat dengan orang lain jika mengalami infeksi virus.

Selain itu, Jangan Dianggap Remeh karena Bell’s Palsy Sebabkan 6 Komplikasi Ini. 

Pengobatan Bell’s Palsy

Pengobatan Bell’s palsy bertujuan untuk mengurangi peradangan saraf wajah dan meredakan gejala. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan meliputi:

  • Obat-obatan. Dokter mungkin meresepkan obat-obatan, seperti kortikosteroid (misalnya, prednison) untuk mengurangi peradangan dan antivirus (misalnya, asiklovir atau valasiklovir) jika Bell’s palsy disebabkan oleh infeksi virus.
  • Fisioterapi. Fisioterapi dapat membantu memperkuat otot-otot wajah dan mencegah kontraktur (pemendekan atau pengerasan otot). Latihan-latihan wajah dapat membantu memulihkan gerakan dan koordinasi otot.
  • Kompres hangat. Mengompres wajah dengan air hangat dapat membantu meredakan nyeri dan ketidaknyamanan.
  • Pelumas mata. Karena sulit menutup mata, penggunaan air mata buatan dan salep mata dapat membantu menjaga kelembapan mata dan mencegah kerusakan kornea. Ingin gunakan tetes mata? Ini 11 Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Redakan Gatal dan Kemerahan. 

Perawatan Bell’s Palsy di Rumah

Selain pengobatan medis, ada beberapa langkah perawatan di rumah yang dapat membantu meredakan gejala Bell’s palsy:

  • Lindungi mata. Gunakan air mata buatan secara teratur dan kenakan penutup mata pada malam hari untuk mencegah mata kering dan kerusakan kornea.
  • Lakukan latihan wajah. Latihan wajah dapat membantu memperkuat otot-otot wajah dan memulihkan gerakan. Konsultasikan dengan fisioterapis untuk mendapatkan panduan latihan yang tepat.
  • Konsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan.
  • Hindari stres. Stres dapat memperburuk gejala Bell’s palsy. Cobalah teknik-teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, untuk mengurangi stres.

Pencegahan Bell’s Palsy

Karena penyebab pasti Bell’s palsy belum diketahui, tidak ada cara pasti untuk mencegah kondisi ini. 

Namun, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena Bell’s palsy, seperti:

  • Menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membantu melawan infeksi virus yang dapat menyebabkan Bell’s palsy.
  • Mengelola stres. Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengobati kondisi medis yang mendasari. Kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terkena Bell’s palsy.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala Bell’s palsy. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi. 

Penting juga untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan kelemahan wajah, seperti stroke.

Jika mengalami gejala Bell’s Palsy, seperti wajah tiba-tiba lemas di satu sisi, sulit menutup mata, atau senyum tampak miring, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf di Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
AAFP. Diakses pada 2025. Bell Palsy: Rapid Evidence Review. 
JAMA Network. Diakses pada 2025. Combined Corticosteroid and Antiviral Treatment for Bell Palsy. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Bell’s Palsy – Diagnosis and Treatment.