Advertisement

Atasi Retensi Cairan: Tips Mudah dan Efektif!

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   14 Agustus 2025

Cara mengatasi retensi cairan bisa dengan diet rendah garam hingga konsumsi obat diuretik.

Atasi Retensi Cairan: Tips Mudah dan Efektif!Atasi Retensi Cairan: Tips Mudah dan Efektif!

Daftar Isi:

  1. Cara Mengatasi Retensi Cairan yang Efektif
  2. Gejala Retensi Cairan yang Perlu Diwaspadai
  3. Kapan Harus ke Dokter?

Retensi cairan atau edema adalah kondisi ketika tubuh menahan kelebihan cairan. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki, pergelangan kaki, tangan, dan perut.

Kondisi ini terjadi ketika cairan tidak dikeluarkan dengan baik oleh ginjal, atau ada gangguan pada sistem peredaran darah dan limfatik. Lalu, bagaimana cara mengatasi retensi cairan?

Cara Mengatasi Retensi Cairan yang Efektif

Cara mengatasi retensi cairan memerlukan pendekatan yang komprehensif, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Berikut beberapa cara mengatasi retensi cairan yang bisa dicoba:

  • Diet rendah garam: Kurangi asupan natrium (garam) harian. Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan ringan asin.
  • Konsumsi kalium: Kalium membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Sumber kalium yang baik meliputi pisang, ubi jalar, bayam, dan alpukat.
  • Penuhi kebutuhan cairan: cara mengatasi retensi cairan bisa dengan minum air putih yang cukup. Tujuannya untuk membantu ginjal berfungsi dengan baik dan mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh.
  • Olahraga teratur: Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi penumpukan cairan di jaringan.
  • Penyangga kaki: Jika mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, angkat kaki lebih tinggi dari jantung selama 30 menit beberapa kali sehari.
  • Pakaian kompresi: Cara mengatasi retensi cairan bisa dengan pakaian kompresi. Penggunaan compression socks atau stoking kompresi dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di kaki dan mengurangi pembengkakan.
  • Diuretik alami: Beberapa makanan dan minuman memiliki efek diuretik alami, seperti teh hijau, peterseli, dan seledri. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi diuretik alami secara berlebihan.
  • Obat diuretik: Dalam kasus yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat diuretik untuk membantu ginjal membuang kelebihan cairan dari tubuh. Penting untuk menggunakan obat diuretik sesuai dengan resep dan pengawasan dokter.

Baca juga cara mengatasi retensi cairan lainnya di sini: Ini Langkah Pengobatan Edema yang Bisa Dilakukan

Gejala Retensi Cairan yang Perlu Diwaspadai

Gejala retensi cairan bervariasi, tergantung pada lokasi penumpukan cairan dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa gejala umum retensi cairan:

  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah.
  • Perasaan berat atau kaku pada anggota tubuh yang bengkak.
  • Kulit terlihat meregang atau mengkilap di area yang bengkak.
  • Peningkatan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Sesak napas, terutama saat berbaring.
  • Nyeri perut atau kembung.
  • Tekanan darah tinggi.

Cari tahu gejala edema lebih lanjut di sini: Ini Gejala Edema Berdasarkan Lokasi Terjadinya yang Perlu Diketahui

Penyebab Retensi Cairan: Apa Saja?

Retensi cairan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab umum retensi cairan:

  • Gaya hidup: Konsumsi garam berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan berdiri atau duduk terlalu lama dapat memicu retensi cairan.
  • Kondisi medis: Gagal jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, dan masalah tiroid dapat menyebabkan retensi cairan.
  • Obat-obatan: Beberapa obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat tekanan darah tinggi, dan kortikosteroid, dapat menyebabkan retensi cairan sebagai efek samping.
  • Kehamilan: Perubahan hormonal dan peningkatan volume darah selama kehamilan dapat menyebabkan retensi cairan, terutama pada kaki dan pergelangan kaki.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami retensi cairan yang parah atau disertai dengan gejala berikut:

  • Sesak napas yang signifikan.
  • Nyeri dada.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Pembengkakan yang terjadi tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan.

Rekomendasi Halodoc

Retensi cairan yang tidak diatasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika mengalami gejala retensi cairan, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Edema.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Edema.
Medical News Today. Diakses pada 2025. Everything you need to know about edema. 
Edema. Diakses pada 2025. Edema: Causes, Symptoms & Treatment