• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Diet Coke Aman untuk Diet?

Benarkah Diet Coke Aman untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat kamu sedang menjalani diet agar memiliki berat badan yang ideal tapi sangat ingin mengonsumsi minuman bersoda, diet coke dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dikonsumsi. Minuman ini kerap ditandai tanpa pemanis, baik itu alami atau buatan, sehingga tetap baik untuk dikonsumsi saat kamu sedang diet. Minuman bersoda ini juga diklaim dapat dikonsumsi oleh seseorang yang mengidap diabetes.

Diet coke termasuk dalam minuman dengan rendah kalori dan bahkan dipercaya dapat menurunkan berat badan. Namun, apakah benar adanya jika konsumsi minuman bersoda ini benar-benar aman saat kamu sedang melakukan diet? Ataukah semua hal ini hanya sekedar 'gimmick' yang dibuat oleh perusahaan agar semua orang tetap mengonsumsi minuman bersoda. Berikut pembahasan lengkapnya!

Baca juga: Bahaya, Ini Akibatnya Jika Minum Soda Setiap Hari

Keamanan Diet Coke untuk Diet

Banyak orang yang percaya dengan mengonsumsi diet coke dapat tetap menjaga kesehatan tanpa mengonsumsi kalori yang banyak atau gula dalam jumlah yang besar. Walau begitu, beberapa penelitian telah menemukan jika terdapat hubungan antara mengonsumsi terlalu banyak soda tipe ini dengan kondisi kesehatan yang serius. Beberapa gangguan yang dapat terjadi adalah diabetes, perlemakan hati, demensia, penyakit jantung, hingga stroke.

Diet coke adalah minuman yang masih menimbulkan rasa yang sama, tetapi hanya mengandung sedikit atau tidak menggunakan sama sekali. Faktanya, minuman tersebut tetap menggunakan pemanis buatan, seperti sakarin atau aspartam agar mendapatkan rasa manis yang sama. Pada beberapa kesempatan bahkan digaungkan jika minuman ini dapat menjadi pilihan ideal jika seseorang sedang menjalankan diet.

Selain menggunakan pemanis buatan, dalam minuman tersebut juga terkandung beberapa asam, zat pewarna, zat pengawet, hingga kafein. Seseorang yang mengonsumsi diet coke dalam jumlah yang banyak dapat berhubungan dengan peningkatan risiko dari obesitas dan sindrom metabolik. Selain itu, kamu juga dapat merasakan peningkatan nafsu makan karena kandungannya dapat merangsang hormon rasa lapar.

Baca juga: Benarkah Minum Bersoda Tingkatkan Risiko Diabetes?

Meskipun diet coke tidak memiliki kalori, gula, atau lemak, tetapi beberapa penelitian mendapatkan hasil jika minuman ini berhubungan dengan perkembangan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Satu porsi minuman dengan pemanis buatan yang dikonsumsi per hari mempunyai hubungan dengan risiko dari diabetes tipe 2 yang lebih tinggi sekitar 8 hingga 13 persen. Diet coke juga mempunyai hubungan dengan peningkatan risiko dari tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dengan risiko sekitar 9 persen.

Maka dari itu, penting untuk mengurangi konsumsi soda dan mencari alternatif lain yang lebih menyehatkan untuk dikonsumsi. Memang, soda dapat menawarkan pasokan kafein dengan cepat. Dengan begitu, kamu dapat menggantinya dengan kopi atau teh terkait beberapa manfaatnya pada kesehatan. Pilihan yang paling baik untuk mengonsumsi kopi atau teh adalah tanpa ditambah lagi dengan pemanis.

Penting untuk membatasi konsumsi minuman bersoda atau menggantinya dengan minuman lain agar dapat menjaga tubuh untuk tetap sehat. Dengan begitu, kamu dapat menjaga tubuh untuk terhindar dari segala risiko yang dapat terjadi akibat kebiasaan buruk tersebut. Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan umumnya dapat menimbulkan dampak buruk di akhir.

Baca juga: Sering Minum Soda? Hati-hati Bahaya Ini

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait konsumsi diet coke yang dapat terjadi pada tubuh, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone melalui Apps Store atau Play Store!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Diet Soda: Good or Bad?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Is diet soda bad for you? Know the health risks.