• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Penyakit Limfadenopati Menurun ke Anak?

Bisakah Penyakit Limfadenopati Menurun ke Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pada saat sakit, kebanyakan orangtua biasanya bukan mengkhawatirkan dirinya sendiri, tetapi malah khawatir kalau-kalau mereka dapat menularkan penyakit tersebut pada anak. Begitu juga bila mengalami limfadenopati, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat membuat area tubuh yang terpengaruh mengalami pembesaran. Bisakah limfadenopati menurun atau menular ke anak? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Apa Itu Limfadenopati?

Limfadenopati adalah kondisi pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening. Kelenjar ini  merupakan organ berbentuk kacang yang tersebar di banyak bagian tubuh dan berfungsi sebagai filter untuk cairan getah bening saat bersirkulasi dalam tubuh. Kelenjar tersebut dapat ditemukan di ketiak, belakang kepala, selangkangan, leher, dada, dan perut.

Limfadenopati dapat terjadi hanya pada satu area tubuh, maupun di beberapa area. Namun, pembesaran kelenjar getah bening paling sering terjadi di leher.

Baca juga: Nino RAN Terkena Penyakit Kelenjar Getah Bening, Apa Itu?

Penyebab Limfadenopati

Sistem limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan penyakit dan infeksi. Ketika sel-sel yang melawan infeksi dan cairan menumpuk, kelenjar getah bening dapat membesar berkali-kali lipat dari ukuran normalnya. Limfadenopati paling sering terjadi pada anak-anak, karena kondisi ini biasanya terjadi sebagai respons terhadap infeksi dari virus seperti infeksi pernapasan atas. Infeksi bakteri seperti radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus juga dapat menyebabkan limfadenopati.

Ini karena limfadenopati seringkali terjadi di dekat sumber infeksi, lokasinya dapat membantu menentukan penyebabnya. Misalnya, seorang bayi yang terkena infeksi kulit kepala mungkin mengalami pembesaran kelenjar getah bening di bagian belakang leher. 

Sedangkan pembesaran kelenjar getah bening di sekitar rahang mungkin disebabkan oleh infeksi pada gigi atau mulut. Namun, limfadenopati juga dapat digeneralisasi dengan pembesaran kelenjar getah bening terjadi di lebih dari satu area yang adalah gejala khas dari infeksi virus.

Kadang-kadang, kelenjar getah bening sendiri bisa meradang dan membesar. Kondisi ini disebut limfadenitis. Kelenjar getah bening juga bisa membesar karena kanker dalam sistem limfatik, seperti penyakit Hodgkin.

Lantas, Bisakah Limfadenopati Menurun Ke Anak?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, anak-anak dapat mengalami limfadenopati bukan karena faktor genetik atau keturunan, melainkan terjadi sebagai respons terhadap infeksi dari virus dan bakteri. Kebanyakan kasus limfadenopati juga tidak menular. Namun, infeksi virus atau bakteri yang menjadi penyebab limfadenopati dapat menular, seperti tuberkulosis, campak, dan HIV. Jadi, limfadenopati tidak menular, melainkan infeksi virus atau bakterinya yang menular.

Baca juga: Ikuti Pola Makan Sehat Anak agar Terhindar dari Limfadenopati

Waspadai Gejala Limfadenopati pada Anak

Pada anak-anak, beberapa kelenjar getah bening yang terasa sebagai benjolan kecil yang bergerak-gerak di bawah kulit sebenarnya adalah hal yang normal. Namun, bila kelenjar menjadi lebih besar dari biasanya, patut dicurigai bahwa ada kondisi kesehatan yang mendasarinya. Gejala limfadenopati pada tiap anak bisa bervariasi. Akan tetapi, berikut ini gejala limfadenopati yang paling umum:

  • Pembengkakan atau benjolan yang membesar di leher, atau bagian belakang kepala, maupun lokasi kelenjar getah bening lainnya.

  • Benjolan yang lembut, meskipun benjolan ini mungkin tidak terasa sakit bila anak sudah sembuh.

  • Kulit di atas kelenjar getah bening memerah dan terasa hangat.

  • Demam.

Gejala limfadenopati juga dapat menyerupai massa leher lainnya atau masalah medis. Sebaiknya segera kunjungi dokter anak bila ibu mendapati gejala di atas pada anak.

Baca juga: Dari Penyakit Autoimun Hingga Kanker, Ini Pengobatan untuk Limfadenopati

Bila kamu ingin mengetahui limfadenopati lebih lanjut, tanyakan saja pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Lymphadenopathy.