Ad Placeholder Image

Bubur Fortif: Pengertian, Manfaat, dan Cara Memilihnya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   02 Maret 2026

Bubur fortif dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat seiring dengan pertumbuhannya.

Bubur Fortif: Pengertian, Manfaat, dan Cara MemilihnyaBubur Fortif: Pengertian, Manfaat, dan Cara Memilihnya

DAFTAR ISI


Ada banyak makanan pendamping ASI (MPASI) yang dapat menunjang tumbuh kembang Si Kecil. Namun, tak sedikit orang tua yang merasa kebingungan untuk menentukan menu MPASI. Sebenarnya ibu bisa memanfaatkan bahan lokal yang terjangkau dan mudah didapat, namun tetap bernutrisi.

Di samping itu, ibu juga bisa memberikan bubur fortifikasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi. Namun, pilihlah bubur fortifikasi yang mengandung gizi dan nutrisi yang diperlukan bayi. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter spesialis anak, untuk menentukan bubur fortifikasi terbaik buat sang buah hati.

Apa Itu Bubur Fortifikasi?

Bubur fortifikasi adalah makanan pendamping ASI (MPASI) yang diformulasikan khusus untuk bayi dan anak-anak. Proses fortifikasi melibatkan penambahan zat gizi mikro penting seperti vitamin dan mineral ke dalam bubur.

Tujuan utama dari fortifikasi adalah untuk meningkatkan nilai gizi makanan dan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat seiring dengan pertumbuhannya. Fortifikasi makanan dapat membantu untuk mengatasi masalah kekurangan gizi pada bayi dan anak-anak.

Mau tahu menu MPASI untuk bayi enam bulan? Baca di sini: Ini Pilihan Menu MPASI Bayi 6 Bulan dan Jadwal Pemberiannya

Keuntungan Bubur Fortifikasi untuk Bayi

Bubur fortifikasi menawarkan berbagai manfaat penting bagi tumbuh kembang bayi:

  • Mencukupi kebutuhan nutrisi: Bayi membutuhkan zat gizi yang lengkap dan seimbang untuk tumbuh kembang optimal. Bubur fortifikasi mengandung vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya yang mungkin tidak cukup didapatkan dari makanan biasa.
  • Mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif: Zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D adalah beberapa contoh nutrisi penting dalam bubur fortifikasi yang berperan dalam pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan fungsi kognitif.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Vitamin A, vitamin C, dan zinc dalam bubur fortifikasi membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, melindunginya dari infeksi dan penyakit.
  • Mencegah anemia: Kekurangan zat besi adalah masalah umum pada bayi. Bubur fortifikasi yang diperkaya zat besi membantu mencegah anemia defisiensi besi.

Mau tahu resep bubur bayi yang mudah dibuat di rumah? Baca di sini: Resep Sehat: Bubur Bayi Lezat dengan Sayur untuk MPASI

Bubur Bayi Paling Bagus Merk Apa? Ini Rekomendasinya

Berikut adalah beberapa rekomendasi bubur fortifikasi terbaik yang bisa ibu pertimbangkan untuk bayi :

Tips Memilih Bubur Fortifikasi yang Tepat

Memilih bubur fortifikasi yang tepat untuk bayi adalah hal penting. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan usia bayi: Pilih bubur fortifikasi yang sesuai dengan usia bayi. Beberapa produk diformulasikan khusus untuk bayi usia 6 bulan ke atas, sementara yang lain cocok untuk usia 8 bulan ke atas.
  • Baca label dengan seksama: Periksa kandungan nutrisi pada label. Pastikan bubur fortifikasi mengandung zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan vitamin D.
  • Pilih yang bebas pengawet dan bahan tambahan: Hindari produk yang mengandung pengawet, pewarna buatan, atau perasa buatan.
  • Pertimbangkan alergi bayi: Jika bayi ibu memiliki alergi makanan tertentu, pastikan untuk memilih bubur fortifikasi yang bebas dari alergen tersebut.
  • Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi: Jika ibu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang memilih bubur fortifikasi, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), para ibu harus cermat dalam memilih bubur bayi sehat agar bayi tetap mendapat kandungan nutrisi yang baik.

Di samping itu, menurut IDAI MPASI buatan sendiri di rumah tetap merupakan pilihan utama sebagai MPASI, Alasannya karena memiliki kekayaan tekstur, aroma, rasa dan kandungan zat gizi yang lebih terjamin.

Kira-kira, perlukah anak mengonsumsi vitamin penambah nafsu makan? Baca selengkapnya di sini: Perlukah Konsumsi Vitamin Anak Penambah Nafsu Makan?

Kesimpulan

Bubur fortifikasi adalah pilihan yang baik untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang optimal. Pilih bubur fortif terbaik yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi, serta perhatikan kandungan nutrisi dan bahan-bahan yang digunakan.

Selalu konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau spesialis gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Perbaiki Gizi, Pemerintah Lakukan Fortifikasi Pangan.
IDAI. Diakses pada 2026. Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi?
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Fortified Cereal, and Is It Healthy?
Science Direct. Diakses pada 2026. Effect of a fortified maize-meal porridge on anemia, micronutrient status, and motor development of infants