
Campak atau Eritema Infectiosum? Kenali Ciri Gejalanya
Kedua penyakit ini memiliki gejala serupa berupa ruam kemerahan pada kulit, namun penyebab dan tingkat risikonya sangat berbeda.

DAFTAR ISI
- Mengenal Campak dan Eritema Infectiosum
- Gejala Campak pada Anak yang Perlu Diwaspadai
- Berbeda dengan Campak, Ini Gejala Eritema Infectiosum
- Metode Pengobatan yang Tepat
- Langkah Pencegahan dan Vaksinasi
- Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Campak
Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare
Eritema infectiosum, atau yang dikenal dengan istilah penyakit kelima merupakan salah satu dari lima penyakit ruam akibat virus, selain campak, cacar air, rubella, dan roseola. Sama seperti campak, penyakit ini adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak berusia 5–15 tahun. Keduanya memiliki gejala serupa berupa ruam kemerahan pada kulit, namun penyebab dan tingkat risikonya sangat berbeda.
Memahami perbedaan gejala campak dan eritema infectiosum secara detail sangat penting bagi orang tua dan tenaga medis guna memberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.
Ibu, ketahui perbedaan gejala dari kedua penyakit tersebut berikut.
Baca juga: 7 Gejala Awal Campak yang Perlu Diwaspadai
Mengenal Campak dan Eritema Infectiosum
Campak, atau morbilli, adalah infeksi virus akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi dan ruam khas yang menyebar ke seluruh tubuh. World Health Organization (WHO) menyatakan, “Campak tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak secara global, meskipun vaksin yang aman dan efektif telah tersedia.”
Di sisi lain, eritema infectiosum adalah infeksi ringan yang disebabkan oleh Human Parvovirus B19. Penyakit ini sering disebut sebagai slapped cheek syndrome karena ciri khas ruam merah cerah pada pipi penderita. Meskipun umumnya tidak berbahaya bagi anak sehat, infeksi ini bisa berisiko bagi individu dengan gangguan sistem imun atau ibu hamil.
Gejala Campak pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Gejala campak biasanya akan muncul dalam 1–2 minggu setelah anak terpapar infeksi virus. Di tahap ini, campak akan ditandai dengan sejumlah gejala berupa:
- Demam tinggi;
- Mata merah;
- Mata berair;
- Pilek;
- Bersin-bersin;
- Batuk kering;
- Sensitif terhadap cahaya;
- Mudah lelah;
- Penurunan nafsu makan.
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, maka akan disusul dengan gejala lanjutan yang dikenali, yaitu bintik-bintik putih berwarna keabuan pada mulut dan tenggorokan. Kemudian, gejala akan disusul dengan ruam berwarna merah kecoklatan di sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam kulit tersebut muncul 7–14 hari setelah pengidap terpapar virus. Ruam sendiri dapat bertahan pada kulit selama 4–10 hari.
Demam tinggi yang menjadi gejala awal campak biasanya akan mulai mereda pada hari ketiga setelah ruam muncul. Namun, jika anak mengalami sejumlah gejala berikut ini, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat, ya. Ini sejumlah gejala parah yang perlu mendapat penanganan medis dengan segera:
- Demam semakin tinggi;
- Sulit dibangunkan saat tidur;
- Linglung atau mengigau;
- Kesulitan bernapas;
- Sakit kepala parah;
- Sakit pada telinga;
- Keluar cairan kuning dari mata;
- Sangat pucat dan lemah;
- Masih demam tinggi pada hari keempat setelah ruam muncul.
Baca juga: Waspada, Campak Bisa Sebabkan Terjadinya Radang Otak
Berbeda dengan Campak, Ini Gejala Eritema Infectiosum
Gejala eritema infectiosum cenderung ringan, bahkan bisa saja sama sekali tidak tampak. Sama dengan campak, penyakit ini sangat menular, terutama saat masa inkubasi berlangsung, yaitu 4–14 hari setelah pengidap terpapar virus. Gejala yang tampak biasanya terjadi selama 1–6 minggu. Berikut ini sejumlah gejala awal yang muncul:
- Demam ringan;
- Kelelahan;
- Gatal;
- Sakit perut;
- Sakit kepala;
- Sakit tenggorokan.
Saat virus mulai berkembang di dalam tubuh, penyakit akan disusul dengan sejumlah gejala lainnya. Berikut ini beberapa gejala susulan yang dialami:
- Demam lebih tinggi;
- Hidung berair;
- Hidung tersumbat;
- Merasa kelelahan;
- Sakit tenggorokan;
- Mual;
- Diare;
- Sakit perut;
- Nyeri sendi.
Mual, diare, sakit perut, dan nyeri sendi biasanya dialami oleh orang dewasa. Nyeri sendi sendiri biasanya menyerang tangan, pergelangan tangan, lutut, serta pergelangan kaki. Gejala yang satu ini bisanya berlangsung selama dua minggu hingga lebih dari setahun. Kemudian, ruam di pipi akan muncul. Ruam akan muncul dalam 3 tahap, yaitu:
- Tahap pertama. Ruam merah seperti jerawat, membentuk plak, dan terasa hangat.
- Tahap kedua. Setelah 14 hari, ruam akan muncul di lengan dan tubuh.
- Tahap ketiga. Tahap terakhir adalah fase ruam berulang. Sebenarnya ruam sendiri sudah hilang dari tubuh, tetapi saat terkena sinar matahari, ruam bisa saja muncul kembali.
Baca juga: Anak Alami Campak, Begini Cara Penanganan yang Tepat
Ruam pada eritema infectiosum akan terasa gatal, tetapi tidak menimbulkan rasa nyeri. Saat ruam sudah muncul, maka virus tidak akan menular pada orang lain.
Jika Si Kecil mengalami sejumlah gejala yang telah disebutkan, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat ya, bu.
Metode Pengobatan yang Tepat
Tidak ada obat antivirus spesifik untuk menyembuhkan campak atau eritema infectiosum karena keduanya bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya.
Fokus pengobatan adalah meredakan gejala (simptomatik) dan mencegah komplikasi. Penderita disarankan untuk beristirahat total dan menjaga hidrasi dengan minum banyak air putih.
Untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri, penggunaan parasetamol sering direkomendasikan. Khusus untuk campak, pemberian suplemen Vitamin A dosis tinggi sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan mata dan kematian. Pastikan konsultasi medis dilakukan sebelum memberikan obat apa pun pada anak.
Langkah Pencegahan dan Vaksinasi
Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella) memberikan perlindungan jangka panjang yang sangat baik.
Pencegahan juga dapat dilakukan melalui praktik kebersihan yang baik, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, tidak berbagi alat makan, dan menutup mulut saat bersin. Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal melalui nutrisi seimbang juga menjadi kunci utama pertahanan tubuh.
Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare
Halodoc menyediakan layanan vaksin MMR untuk anak yang bisa memberikan perlindungan dari campak, gondongan, dan rubella. Layanan ini pun bisa kamu lakukan di rumah atau di mana saja, sehingga mempermudah proses tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
Selain itu, ada berbagai manfaat lain yang bisa didapatkan saat menggunakan layanan Halodoc Homecare, seperti:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Nah, Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Protokol kesehatan ketat.
- Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Hemat waktu dan biaya.
- Harga satu dosis vaksin MMR mulai dari Rp Rp690.000,-
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
Cara Memesan Layanan Vaksin di Rumah pakai Halodoc Homecare
Cara mendapatkan layanan Vaksin MMR untuk anak dari Halodoc cukup mudah.
Kamu bisa order dengan menghubungi langsung nomor Official WhatsApp Homecare di 0888-0999-9226.
Selain itu, kamu juga melakukan pemesanan di aplikasi. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
- Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Homecare & Vaksinasi’.
- Pilih kategori layanan yang kamu butuhkan.
- Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
- Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Homecare Halodoc akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.
- Harga sudah termasuk biaya layanan, biaya transportasi, dan biaya alat pelindung diri (APD).
- Mohon memberikan informasi kepada petugas terkait beberapa kondisi yang mungkin dapat memengaruhi hasil (lamanya puasa, obat yang dikonsumsi, kondisi penyakit atau keluhan lain).
Dengan memesan layanan vaksin dan imunisasi di Halodoc, kesehatan dan imunitas tubuh kamu akan tetap terjaga.
Dengan Halodoc, kamu bisa melakukan vaksin dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!
Booking Layanan Vaksin MMR untuk Anak Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.


