Ad Placeholder Image

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah dengan Aman dan Efektif

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE 04 Agustus 2026

Chicken skin atau keratosis pilaris bisa diatasi salah satunya dengan krim Haloskin by Halodoc.

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah dengan Aman dan EfektifCara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah dengan Aman dan Efektif

DAFTAR ISI


Keratosis pilaris atau lebih dikenal dengan ‘chicken skin’ adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan munculnya bintil-bintil kecil dan kasar. 

Bintil ini sering memberikan tekstur seperti kulit ayam yang baru dicabut bulunya. 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tidak menular, dan tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal. 

Namun, tampilannya dapat mengurangi rasa percaya diri. Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan rutin, tekstur kulit dapat membaik secara signifikan.

Apa itu ‘Chicken Skin’ (Keratosis Pilaris)?

Chicken skin merupakan kelainan kulit benigna yang sangat umum. 

Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh penumpukan protein keratin. Keratin adalah protein alami yang berfungsi melindungi kulit dari kerusakan dan infeksi.

Bintil-bintil kecil, kasar, dan terkadang berwarna merah atau putih ini biasanya muncul di area kulit yang kering. 

Lokasi paling umum meliputi lengan atas, paha, bokong, dan terkadang juga pipi. Meskipun seringkali merupakan kondisi genetik, perawatan yang tepat dapat membantu menghaluskan tekstur kulit. 

Gejala ‘Chicken Skin’ yang Perlu Diketahui

Gejala utama keratosis pilaris sangat khas dan mudah dikenali. 

  • Kulit akan terasa kasar dengan banyak bintil kecil yang seringkali berwarna sama dengan kulit, kemerahan, atau kecoklatan. 
  • Bintil ini terasa seperti pasir saat disentuh dan kadang-kadang memiliki rambut kecil yang terjebak di dalamnya.
  • Pada sebagian orang, kulit di area yang terkena keratosis pilaris mungkin terasa sangat kering. 
  • Kondisi ini biasanya memburuk saat musim dingin atau ketika kelembapan udara rendah. 

Meskipun umumnya tidak menimbulkan gatal atau nyeri, iritasi akibat gesekan atau penggarukan dapat menyebabkan peradangan.

Penyebab dan Faktor Pemicu ‘Chicken Skin’

Penyebab utama ‘chicken skin’ adalah akumulasi keratin yang berlebihan. Keratin yang diproduksi tubuh secara berlebihan menyumbat bukaan folikel rambut, sehingga membentuk sumbatan atau bintil yang mencegah rambut tumbuh keluar.

Selain itu, ada faktor pemicu seperti:

  • Faktor genetik: Kondisi ini seringkali diwariskan dalam keluarga.
  • Kondisi kulit lain: Kulit kering dan eksim (dermatitis atopik) mempermudah penumpukan keratin.
  • Perubahan hormon: Masa pubertas atau kehamilan dapat memengaruhi keparahan kondisi.
  • Lingkungan: Udara dingin dan kering dapat memperparah gejala. 

Bagaimana Cara Mengatasi ‘Chicken Skin’?

Meskipun ‘chicken skin’ seringkali tidak dapat disembuhkan secara total karena faktor genetik, perawatan rutin dapat membantu menghaluskan tekstur kulit dan mengurangi kemerahan. 

Tujuan utama perawatan adalah mengangkat sumbatan keratin dan menjaga kelembapan kulit.

  • Eksfoliasi lembut. Pengangkatan sel kulit mati secara teratur sangat penting untuk mengatasi penumpukan keratin. Gunakan produk eksfoliasi yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA) seperti asam laktat (lactic acid) atau asam beta hidroksi (BHA) seperti asam salisilat (salicylic acid). Urea juga efektif dalam melarutkan keratin. Lakukan eksfoliasi dengan lembut untuk menghindari iritasi.
  • Hidrasi intensif. Pelembap yang kaya dan intensif wajib digunakan setiap hari. Pilih pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti ceramide, hyaluronic acid, atau gliserin untuk mengunci kelembapan kulit. Oleskan pelembap segera setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap untuk penyerapan optimal.
  • Perawatan mandi yang tepat. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas atau terlalu lama, karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memperparah kekeringan. Gunakan sabun yang lembut, bebas pewangi, dan bilas kulit dengan bersih. Setelah mandi, keringkan kulit dengan menepuk-nepuk menggunakan handuk bersih, bukan menggosoknya.
  • Terapi medis tambahan. Untuk kasus ‘chicken skin’ yang parah atau tidak merespons perawatan topikal biasa, dokter kulit mungkin merekomendasikan terapi yang lebih intensif. Ini bisa termasuk penggunaan krim retinoid topikal yang membantu mempercepat pergantian sel kulit. 

Cari tahu selengkapnya, ini 4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris.  

Rekomendasi Produk Perawatan Kulit untuk Chicken Skin

Chicken skin mengganggu penampilan kamu sehari-hari? Berikut ini rekomendasi produk perawatan kulit untuk mengatasi chicken skin

1. Haloskin Lab Chicken Skin Package

Haloskin Lab Chicken Skin Package merupakan rangkaian produk dengan formula yang lembut untuk merawat kulit yang menebal dan kasar, membersihkan sumbatan, menenangkan peradangan, dan melembapkan kulit. Meliputi krim pagi dan malam.

Kandungan: 

  • Urea. Melemahkan dan melonggarkan sumbatan keratin yang mengeras.
  • Salicylic Acid. Membantu memecah keratin di dalam folikel.
  • Tretinoin. Meningkatkan pergantian sel epidermis, menormalkan diferensiasi keratinosit, dan menghaluskan tekstur kulit.
  • Polyhydroxy Acid. PHA dengan lembut melonggarkan ikatan antar sel kulit mati di permukaan.

Rangkaian terdiri dari dua produk: 

  • Haloskin Chicken Skin Day Cream (20 g). Krim pagi untuk kulit dengan tekstur kasar dan bruntusan.
  • Haloskin Chicken Skin Night Cream (20 g). Krim malam untuk menghaluskan kulit dan bantu perbaiki tekstur kasar selama malam hari.

Harga: 148.000 per paket. 

Dapatkan Haloskin Lab Chicken Skin Package di Toko Kesehatan Halodoc. 

Meskipun keratosis pilaris umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dokter kulit. 

Jika bintil terasa gatal hebat atau nyeri, meradang, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi, segera cari bantuan medis. 

Konsultasi juga dianjurkan jika perawatan di rumah tidak menunjukkan perbaikan signifikan setelah beberapa minggu.

Konsultasi dengan dokter spesialis kulit kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris.
Healthline. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris (Chicken Skin).
Journal of Dermatological Treatment. Diakses pada 2025. Treatment of keratosis pilaris and its variants: a systematic review.