• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ciri-Ciri Anxiety Disorder yang Membutuhkan Pertolongan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ciri-Ciri Anxiety Disorder yang Membutuhkan Pertolongan

Ciri-Ciri Anxiety Disorder yang Membutuhkan Pertolongan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Agustus 2022

“Kecemasan adalah bagian normal dari kehidupan. Namun, kecemasan bisa mengarah ke anxiety disorder jika ia tidak kunjung hilang, bahkan bertambah buruk dari hari ke hari.“

Ciri-Ciri Anxiety Disorder yang Membutuhkan PertolonganCiri-Ciri Anxiety Disorder yang Membutuhkan Pertolongan

Halodoc, Jakarta – Anxiety disorder adalah jenis gangguan kesehatan mental dimana pengidapnya akan merasakan kecemasan berlebihan. Kamu mungkin menanggapi hal-hal dan situasi tertentu dengan rasa takut serta mengalami tanda-tanda fisik kecemasan, seperti jantung berdebar dan berkeringat.

Merasa cemas dan gugup adalah sesuatu yang normal. Justru, kecemasan dapat membuat seseorang lebih waspada. Namun, ketika kecemasan menjadi sesuatu yang berlebihan dan membuat tidak fokus, ini bisa jadi tanda anxiety disorder yang membutuhkan pertolongan.  Informasi selengkapnya mengenai ciri-ciri anxiety disorder bisa dibaca di sini!

Mengenal Ciri-Ciri Anxiety Disorder

Kecemasan adalah bagian normal dari kehidupan. Ada banyak hal yang dikhawatirkan dalam hidup, mulai dari kesehatan, finansial, sampai masalah keluarga. Anxiety disorder terjadi ketika gangguan kecemasan tidak kunjung hilang, melainkan bertambah buruk dari hari ke hari. 

Gejalanya dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti kinerja pekerjaan, tugas sekolah, dan relasi sosial. Orang yang mengalami anxiety disorder dapat mengalami kecemasan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Lantas, seperti apa ciri-ciri anxiety disorder yang membutuhkan pertolongan?

  • Merasa gelisah, terluka, atau gelisah.
  • Mudah lelah.
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi.
  • Menjadi mudah tersinggung.
  • Mengalami sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir.
  • Mengalami masalah tidur, seperti sulit untuk tidur atau tidur terus menerus. 

Jadi, dapat diketahui bahwa anxiety disorder yang membutuhkan pertolongan ditandai dengan kegugupan luar biasa yang datang dari waktu ke waktu. Anxiety disorder membuat pengidapnya kehilangan kemampuan untuk beraktivitas normal, bereaksi berlebihan ketika sesuatu memicu emosi, dan tidak dapat mengontrol respons terhadap situasi.

Siapa Saja yang Bisa Mengalaminya?

Faktor genetik dan situasi lingkungan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan gangguan kecemasan. Kamu pun dapat berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder jika: 

  • Memiliki karakteristik kepribadian tertentu, seperti rasa malu atau hambatan perilaku dimana ada rasa tidak nyaman pada situasi baru sehingga cenderung menghindari orang yang tidak dikenal.
  • Mengalami peristiwa yang memicu stres atau traumatis di masa kanak-kanak atau dewasa awal.
  • Riwayat kecemasan keluarga atau kondisi kesehatan mental lainnya.
  • Mengidap kondisi fisik tertentu, termasuk masalah tiroid dan aritmia jantung (irama jantung yang tidak biasa).
  • Gangguan kecemasan lebih sering terjadi pada wanita. 

Ini mungkin berasal dari hormon wanita, terutama yang berfluktuasi sepanjang bulan. Hormon testosteron mungkin juga berperan dimana pria memiliki lebih banyak kadar hormon ini yang dapat mengurangi kecemasan.

Anak-anak juga bisa mengalami anxiety disorder ketika berada jauh dari orang tua. Ini banyak terjadi pada anak-anak prasekolah. Akan tetapi, anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang mengalami peristiwa stres mungkin juga mengalami gangguan kecemasan sebagai akibat dari perpisahan.

Menangani Anxiety dengan Penerapan Gaya Hidup

Penanganan anxiety disorder tidak hanya terbatas pada psikoterapi ataupun obat-obatan, penerapan gaya hidup tertentu dapat membantu penanganan, yaitu:

1. Tetap Aktif

Olahraga adalah pereda stres yang ampuh. Ini dapat meningkatkan suasana hati dan membantu tetap sehat. Mulailah secara perlahan dan tingkatkan frekuensinya secara bertahap. 

2. Hindari Alkohol dan Obat-obatan Rekreasional

Zat-zat ini dapat menyebabkan atau memperburuk kecemasan. Jika kamu tidak dapat berhenti sendiri, konsultasikan ke dokter lewat aplikasi Halodoc.

3. Berhenti Merokok dan Kurangi Kafein

Baik nikotin dan kafein dapat memperburuk kecemasan. Jika kamu memang sudah punya gejala kecemasan, ada baiknya kamu menghentikan keduanya.

4. Atasi Stres dan Kuasai Teknik Relaksasi

Teknik visualisasi, meditasi dan yoga merupakan contoh teknik relaksasi yang dapat meredakan kecemasan.

5. Jadikan Tidur sebagai Prioritas

Lakukan apapun yang bisa memastikan kamu mendapatkan cukup tidur sehingga bisa beristirahat maksimal.

6. Makan Makanan Sehat

Fokuslah pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan ikan.

Itulah informasi mengenai ciri-ciri anxiety disorder yang membutuhkan pertolongan dan penanganannya. Segera download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan update seputar isu kesehatan lainnya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Anxiety Disorders.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2022. Anxiety Disorders.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Anxiety Disorders.