• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Skizofrenia Dialami Bumil, Ternyata Ini Dampaknya

Skizofrenia Dialami Bumil, Ternyata Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pada ibu hamil, kesehatan adalah hal paling utama yang harus dijaga. Bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Setiap ibu hamil harus benar-benar menjaga pikirannya tetap jernih dan jauh dari perasaan stres. Hal tersebut karena segala keadaan yang terjadi pada sang ibu dapat berdampak juga pada janin.

Salah satu gangguan mental yang dapat terjadi adalah skizofrenia. Penyakit ini dapat terjadi sebelum atau saat hamil terjadi. Penting untuk mengatasi gangguan tersebut secepatnya agar dampak buruknya tidak terjadi. Janin dapat berisiko mengalami masalah karenanya. Berikut adalah beberapa dampak buruk dari skizofrenia yang dapat terjadi pada bumil!

Baca juga: Jangan Diabaikan, Skizofrenia Perlu Penanganan

Dampak Skizofrenia pada Bumil

Seorang wanita yang mengidap skizofrenia dan berencana untuk hamil benar-benar harus meminta saran dari dokter. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan jika obat yang dikonsumsi aman untuk janin yang ada. Selain itu, gangguan mental tersebut juga dapat memengaruhi janin selama kehamilan jika kerap terjadi. Maka dari itu, penting untuk melakukan segala pertimbangan yang ada.

Skizofrenia dapat terjadi pada satu persen populasi wanita saat usia reproduksi. Beberapa masalah yang terkait dengan gangguan tersebut dapat terjadi pada periode prenatal dan persalinan. Hal tersebut juga dapat menyebabkan masalah pada fisik dan psikologis dari janin pada bumil yang mengidap skizofrenia tersebut.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa dampak yang dapat terjadi ketika skizofrenia terjadi pada bumil. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan gangguan tersebut telah menimbulkan dampak buruk. Berikut adalah beberapa dampak dari skizofrenia yang dapat terjadi pada bumil:

  1. Komplikasi saat Kehamilan

Salah satu dampak yang dapat terjadi akibat skizofrenia pada bumil adalah timbulnya komplikasi saat mengandung. Skizofrenia diduga terjadi karena percampuran faktor genetik dan lingkungan. Disebutkan bahwa komplikasi saat kehamilan dapat meningkat hampir lima kali lipat saat skizofrenia terjadi. Selain itu, anak ibu juga dapat mengalami hal yang sama di masa depan.

Gangguan tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya layaknya preeklampsia dan ketuban yang pecah dini tanpa adanya induksi persalinan. Selain itu, risiko untuk mengalami kematian pada janin dan bayi baru lahir dapat meningkat disebabkan oleh serangan skizofrenia. Maka dari itu, penting untuk mengatasi gangguan mental tersebut saat hamil.

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

  1. Gangguan pada Janin

Seorang bumil yang mengidap skizofrenia dapat menyebabkan janinnya mengalami gangguan. Beberapa gangguan yang dapat terjadi adalah mengidap skizofrenia itu sendiri, ADHD, hingga autisme. Risikonya akan lebih tinggi pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan. Disebutkan bahwa gen skizofrenia lebih aktif pada seorang ibu hamil yang mengalami komplikasi kehamilan.

  1. Peningkatan Rasa Cemas

Rasa cemas dapat meningkat sejalan dengan skizofrenia yang terus terjadi selama kehamilan. Selain itu, banyaknya pikiran yang membebani saat hamil tentang bagaimana cara menjadi ibu yang baik dapat memperburuk gangguan yang ada. Skizofrenia mampu menjadi sumber stres potensial itu sendiri pada bumil. Maka dari itu, penting untuk mengatasi gangguan mental tersebut agar tubuh tetap sehat.

Dengan mengetahui beberapa dampak yang dapat terjadi ketika seorang bumil mengidap skizofrenia, diharapkan kamu mempertimbangkan dengan baik rencana kehamilan yang ada. Hal yang harus dilakukan sebelum hamil adalah memastikan gangguan pada mental tersebut diatasi dengan baik. Sehingga, tidak ada penyesalan ketika mengandung karena penyakit tersebut masih kerap menyerang.

Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Jika ibu mempunyai pertanyaan terkait dampak skizofrenia pada bumil, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya dengan rinci. Hal yang harus dilakukan hanya download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapat kemudahan akses kesehatan.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Pregnancy and Schizophrenia.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Schizophrenia and Pregnancy: What to Know.