• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Daya Tahan Tubuh Anak Rendah, Waspada Bronkopneumonia

Daya Tahan Tubuh Anak Rendah, Waspada Bronkopneumonia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pada tahun 2017 lalu, World Health Organization mengungkapkan bahwa sekitar 15 persen anak di bawah usia 5 tahun meninggal akibat pneumonia. Pneumonia adalah salah satu penyakit yang cukup banyak menyebabkan kasus kematian pada anak-anak. Bronkopneumonia, yang dikenal dengan pneumonia lobularis adalah jenis pneumonia akibat infeksi dan peradangan yang terjadi pada saluran napas utama.

Baca juga: Orangtua Kurang Sigap, Bronkopneumonia Incar Si Buah Hati

Tidak hanya orang tua, bronkopneumonia juga dapat menyerang anak-anak, khususnya anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, dan jamur. Tidak ada salahnya ibu waspada terhadap bronkopneumonia pada anak dan kenali gejalanya agar anak mendapatkan penanganan lebih cepat.

Batuk Berdahak Hingga Mengi, Gejala Bronkopneumonia

Bronkopneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri. Ada beberapa bakteri yang menyebabkan anak mengalami bronkopneumonia, seperti Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae.

Bakteri dapat menyebar melalui pengidap bronkopneumonia dengan orang yang sehat melalui percikan air ludah saat pengidap bersin maupun batuk. Tidak hanya itu, benda-benda atau barang-barang di sekitar anak yang terpapar bakteri penyebab bronkopneumonia dapat menyebabkan anak mengalami penyakit ini ketika menyentuh barang-barang tersebut.

Oleh karena itu, kebersihan lingkungan menjadi hal yang penting untuk menghindari anak dari penyakit bronkopneumonia. Tidak hanya anak-anak, orang-orang yang memasuki usia lanjut juga rentan terserang penyakit bronkopneumonia akibat daya tahan tubuh yang rendah.

Baca juga: Kenali Gangguan Pernafasan Bronkopneumonia pada Anak

Ada beberapa gejala bronkopneumonia yang sebaiknya ibu ketahui, yang secara garis besar mirip dengan gejala pneumonia. Gejala yang dialami anak bervariasi, mulai dari gejala yang ringan hingga yang cukup parah. Batuk berdahak, demam, dan sesak napas menjadi gejala yang dialami anak ketika mengalami bronkopneumonia. 

Dilansir dari Healthline, anak-anak yang mengidap bronkopneumonia dapat mengalami kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan karena peradangan pada saluran napas yang membuat saluran udara menjadi menyempit. Tanyakan pada dokter mengenai gejala bronkopneumonia yang bisa dialami anak, caranya hanya melalui aplikasi Halodoc.

Perhatikan gejala lainnya yang muncul akibat penyakit bronkopneumonia, seperti tubuh yang menggigil, dada terasa sakit, anak menjadi rewel, sulit untuk tidur, mengalami penurunan nafsu makan, disertai dengan muntah, wajah yang menjadi lebih pucat, bibir dan perubahan warna kuku menjadi kebiruan, dan anak mengalami mengi. Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat agar gejala yang dialami dapat diatasi dengan baik.

Ibu, Ketahui Perawatan untuk Anak Bronkopneumonia

Pengobatan yang dilakukan untuk anak dengan bronkopneumonia disesuaikan dengan kondisi anak. Penggunaan obat anti bakteri bisa dilakukan oleh dokter untuk meredakan gejala yang dialami oleh anak. Selain pemberian obat, berikan waktu istirahat yang cukup untuk anak, perbanyak konsumsi cairan untuk anak, dan berikan asupan makanan yang bergizi dan sehat untuk anak. Makanan yang sehat dapat membantu anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Segera periksakan kesehatan anak pada dokter anak jika anak mengalami dehidrasi. Kondisi ini merupakan gejala anak membutuhkan perawatan medis untuk mengatasi bronkopneumonia. Untuk pencegahan bronkopneumonia, hindari anak dari paparan asap rokok secara langsung maupun tidak langsung. 

Baca juga: Ini Bedanya ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Selain itu, usahakan untuk selalu jaga kebersihan lingkungan dan tubuh anak, khususnya bagian tangan. Jangan lupa untuk melakukan imunisasi untuk menghindari anak dari bakteri maupun virus yang dapat menyebabkan bronkopneumonia.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Bronchopneumonia
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Is Bronchopneumonia
World Health Organization. Diakses pada 2020. Pneumonia