• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Food Craving, Tanda Pola Makan Tidak Sehat?

Food Craving, Tanda Pola Makan Tidak Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasakan keinginan yang besar untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami food craving. Food craving terjadi ketika kamu memiliki keinginan yang begitu kuat untuk mengonsumsi satu jenis makanan. Keinginan yang muncul terkadang tidak dapat dikendalikan hingga pengidap food craving mendapatkan makanan yang diinginkan.

Baca juga: Ngidam Saat Tidak Sedang Hamil? Ternyata Ini Artinya

Setiap orang dapat mengalami food craving yang berbeda-beda. Ada yang menginginkan untuk mengonsumsi makanan cepat saji, makanan yang mengandung gula tinggi, makanan asin, hingga makanan yang berlemak. Food craving yang tidak segera diatasi dapat membuat seseorang mengalami gangguan masalah pada berat badan atau pola makan. Tapi, apakah food craving dapat menjadi salah satu tanda pola makan yang tidak sehat? 

Benarkah Food Craving Menandakan Pola Makan Tidak Sehat?

Seseorang yang mengalami food craving berkaitan langsung dengan proses pada otak yang memiliki ingatan terhadap kesenangan atau penghargaan sesuatu. Tidak hanya itu, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga menyebabkan seseorang alami food craving. Kondisi ini umum terjadi pada wanita hamil yang sering merasakan ngidam pada masa-masa kehamilan yang disebabkan adanya perubahan hormon.

Ketika kamu mengonsumsi makanan dan tubuh memproduksi hormon endorfin, maka kamu berpotensi mengalami kecanduan terhadap makanan tersebut. Inilah yang menyebabkan kamu mengalami food craving terhadap makanan tertentu.

Tidak hanya itu, seseorang yang memiliki gangguan tidur juga akan mengalami food craving terhadap karbohidrat dan makanan yang mengandung gula tinggi. Tidak ada salahnya untuk mengatasi gangguan tidur yang kamu alami agar food craving yang dialami dapat diatasi.

Baca juga: Ngidam Harus Selalu Dituruti?

Food craving berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat jika kamu memiliki keinginan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang kurang sehat untuk tubuh, misalnya makanan yang terlalu manis, terlalu asin atau terlalu berlemak. Tidak hanya dapat mengganggu pola makan sehat atau diet yang sedang dijalani, tapi kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Langkah untuk Mengatasi Food Craving

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah food craving, seperti:

1. Belajar untuk Mengelola Stres

Jika kamu memiliki tingkat stres yang tinggi, nyatanya bisa menyebabkan food craving, lho! Wanita yang memiliki tingkat stres cukup tinggi umumnya akan lebih menginginkan makanan yang memiliki kandungan gula cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan berat badan bertambah dan risiko gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan manis pun meningkat.

Baca juga: Ketahui Alasan Munculnya Ngidam pada Ibu Hamil

2. Hilangkan Food Craving dengan Mengonsumsi Air Cukup

Rasa lapar dan haus dapat meningkatkan sensasi food craving pada otak. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh. Dengan begitu kamu akan terhindar dari food craving dan tubuh terhidrasi dengan baik.

3. Konsumsi Makanan Tinggi Protein dan Serat

Untuk mengatasi food craving, tidak ada salahnya perhatikan pola makan yang dijalani. Tidak ada salahnya untuk mengkombinasikan makanan yang mengandung tinggi protein dan serat agar tidak mudah merasa lapar.

Segera atasi food craving dengan cara di atas agar tidak semakin parah dan menyebabkan dampak pada tubuh, seperti berat badan yang berlebihan atau gangguan kesehatan lain yang disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What Causes Food Craving?
Prevention. Diakses pada 2019. 8 Things You Definitely Never Knew About Your Food Cravings