• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya

Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Agustus 2021
Idap Hipertiroidisme, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menanganinya

“Jangan abaikan kondisi hipertiroidisme. Kondisi ini yang diabaikan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan tubuh, mulai dari jantung hingga mata. Sebaiknya lakukan beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Simak ulasannya berikut ini.”

Halodoc, Jakarta - Hipertiroidisme adalah gangguan kesehatan akibat kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Hal tersebut menyebabkan hormon tiroid terlalu banyak bersirkulasi dalam darah. Hormon tiroid yang terlibat adalah tiroksin dan triiodotironin.

Sebaiknya jangan abaikan kondisi hipertiroidisme. Hipertiroidisme yang tidak diatasi dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi pada kesehatan, seperti gangguan mata hingga jantung. Sebaiknya simak beberapa cara tepat untuk menangani kondisi ini agar kesehatan terjaga dengan baik.

Baca juga: Jangan Sepelekan Bahaya Hipertiroidisme yang Perlu Diketahui

Apa Saja Gejala Hipertiroidisme?

Hipertiroidisme terjadi akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid merupakan bagian tubuh yang menyerupai kupu-kupu. Kelenjar ini terletak di bagian leher dan di bawah jakun. Tiroid menghasilkan hormon yang mengendalikan tubuh untuk menggunakan energi.

Kelenjar tiroid juga dapat memengaruhi detak jantung dan fungsi organ-organ pada tubuh. Otot, tulang, hingga siklus menstruasi pada wanita juga dapat dikontrol. Hipertiroidisme juga berhubungan dengan penyakit Graves, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.

Ada beberapa gejala yang dialami pengidap hipertiroidisme, seperti:

  • Penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Detak jantung cepat atau tidak normal.
  • Gugup, cemas, atau mudah tersinggung.
  • Tangan dan jari bergetar atau tremor.
  • Keringat yang keluar lebih banyak.
  • Kelenjar tiroid membesar dan terlihat bengkak di pangkal leher.
  • Kelelahan dan kelemahan otot.
  • Pada wanita, gejala akan ditandai dengan gangguan siklus menstruasi.
  • Gangguan tidur.

Hipertiroidisme akan rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan tiroid, memiliki riwayat penyakit diabetes dan anemia, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung iodin atau yodium dalam menu diet, menjalani kehamilan, serta memasuki usia 60 tahun.

Baca juga: Kenali Penyakit Hipertiroid dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

Inilah Cara Mendiagnosis Hipertiroidisme

Cara untuk memastikan kamu benar-benar mengalami hipertiroidisme, ada baiknya melakukan diagnosis. Hal tersebut agar penanganan yang dilakukan agar tepat sasaran. Berikut adalah diagnosis yang dapat dilakukan, yaitu:

1.Pemeriksaan Fisik. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mendeteksi getaran di jari-jari kamu, refleks yang terjadi, perubahan mata, dan kelembapan kulit. Pemeriksaan pada kelenjar tiroid juga akan dilakukan. Kamu akan diminta untuk menelan, supaya dokter dapat melihat perubahan yang terjadi pada tiroid kamu.

2.Tes Darah. Tes ini untuk mengukur tiroksin dan hormon perangsang tiroid untuk mengkonfirmasi diagnosis. Jumlah hormon perangsang tiroid adalah faktor yang penting. Hal tersebut karena berfungsi untuk memberikan sinyal kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak tiroksin.

Penanganan yang Dilakukan untuk Mengatasi Hipertiroidisme

Terdapat beberapa macam penanganan hipertiroidisme yang dapat dilakukan. Penanganan yang dilakukan tergantung pada usia, kondisi fisik, penyebab dasar, dan tingkat keparahan yang terjadi.

Berikut ini beberapa penanganan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Yodium Radioaktif

Penanganan dengan yodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid. Setelah itu, kelenjar tiroid akan menyusut. Kelebihan yodium tersebut dapat menghilang dari tubuh dalam hitungan minggu hingga bulan.

  • Obat Anti-tiroid

Pengobatan ini secara bertahap dapat mengurangi gejala dari hipertiroidisme. Hal tersebut mampu mencegah kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang berlebih. Gejala yang muncul akan membaik dalam beberapa minggu hingga hitungan bulan. Walau begitu, pengobatan ini harus dilakukan paling tidak satu tahun.

  • Tiroidektomi

Pengobatan ini dilakukan dengan pembedahan tiroid. Wanita hamil yang mengalami kondisi ini tidak dapat diobati dengan dua pengobatan di atas. Maka dari itu, tiroidektomi adalah pilihan terbaik. Dokter akan membuang sebagian besar kelenjar tiroid kamu.

  • Beta Blockers

Obat ini tidak digunakan untuk mengurangi jumlah hormon dalam tubuh, tetapi membantu untuk mengurangi dan mengendalikan gejala yang dirasakan oleh pengidap hipertiroidisme. Namun, perawatan ini tidak berjalan sendiri, biasanya penggunaan beta blockers akan disertai dengan pengobatan lainnya.

Baca juga: Diidap Jet Li, Inilah 4 Fakta Hipertiroidisme

Hipertiroidisme yang tidak ditangani dengan baik memicu berbagai komplikasi kesehatan, seperti gangguan jantung, tulang, hingga mata. Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat jika kamu merasakan beberapa keluhan kesehatan terkait dengan hipertiroidisme. Kamu bisa buat janji dengan rumah sakit menggunakan aplikasi Halodoc. Caranya, tinggal download Halodoc melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism.
Healthline. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism.