Ad Placeholder Image

Ini Dia 7 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   31 Maret 2026

Beberapa langkah mengatasi campak pada anak adalah perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Ini Dia 7 Penanganan Pertama saat Anak Alami CampakIni Dia 7 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak

DAFTAR ISI

Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare


Penyakit campak merupakan penyakit yang amat menular dan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama pada anak-anak. Bahkan, penyakit ini bisa menginfeksi paru-paru dan otak, dan terkadang bisa mematikan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, ada sekitar 110.000 kematian global terkait campak pada 2017. Kebanyakan dari mereka terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, menurut laporan tersebut. Meski begitu, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa, bila saat anak-anak belum pernah mengalaminya.

Tips Mengatasi Campak pada Anak

Penyakit campak merupakan infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan amat menular. Gejala penyakit ini biasanya mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Lantas, bagaimana caranya mengatasi campak pada anak? Sebenarnya prinsip penanganan penyakit ini dengan terapi suportif. Sebab, sistem imun secara alami akan melawan infeksi virus ini.

1. Melakukan Isolasi Mandiri

Segera pisahkan anak dari anggota keluarga lain, terutama mereka yang belum divaksinasi atau memiliki sistem imun lemah. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus di lingkungan rumah. Pastikan anak tetap berada di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Memberikan Istirahat Total

Tubuh memerlukan energi besar untuk melawan infeksi virus rubeola. Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup dan hindari aktivitas fisik yang melelahkan. Tidur yang berkualitas membantu mempercepat regenerasi sel-sel imun tubuh.

3. Menjaga Hidrasi Tubuh

Demam tinggi meningkatkan risiko dehidrasi pada anak. Berikan asupan cairan yang cukup seperti air putih, jus buah segar, atau sup hangat. Jika anak masih menyusu, tingkatkan frekuensi pemberian ASI guna memberikan antibodi alami tambahan.

4. Mengelola Demam dan Nyeri

Penggunaan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam dan ketidaknyamanan. Hindari pemberian aspirin pada anak karena risiko sindrom Reye yang berbahaya. Konsultasikan dosis yang tepat dengan dokter melalui layanan kesehatan digital.

5. Pemberian Vitamin A

WHO merekomendasikan pemberian suplemen Vitamin A dosis tinggi untuk semua anak yang menderita campak. “Pemberian vitamin A telah terbukti menurunkan angka kematian akibat campak hingga 50%,” menurut laporan resmi WHO. Vitamin ini membantu memperbaiki lapisan mukosa mata dan saluran napas yang rusak akibat virus.

6. Memberikan Nutrisi Bergizi

Infeksi campak sering kali menurunkan nafsu makan anak. Sajikan makanan dalam porsi kecil namun sering dengan tekstur yang lembut. Fokuskan pada makanan kaya protein dan vitamin untuk mendukung pemulihan jaringan tubuh yang terinfeksi.

7. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman

Gejala konjungtivitis membuat mata anak menjadi sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia). Redupkan lampu di kamar anak atau gunakan tirai untuk menghalangi sinar matahari langsung. Hal ini akan membantu mengurangi rasa perih dan nyeri pada mata anak.

Baca fakta campak dan mandi di artikel Alami Campak, Bolehkah Tetap Terkena Air?

Kenali Gejala-Gejalanya

Sebelum mengetahui cara mengatasi campak pada anak, ada baiknya untuk memahami dulu gejala-gejala yang bisa timbul. Ketika Si Kecil terserang penyakit ini, maka dirinya bisa mengalami beberapa gejala sekaligus. Nah, berikut beberapa gejala yang mungkin dialami:

  • Mata merah dan jadi sensitif terhadap cahaya.
  • Gejala menyerupai pilek, seperti sakit tenggorokan, batuk kering, dan hidung beringus.
  • Mengalami demam tinggi.
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.
  • Diare dan muntah-muntah.
  • Badan terasa lemas dan letih.
  • Sakit dan nyeri.
  • Tak bersemangat dan selera makan menurun.

Kamu juga bisa baca lebih lanjut mengenai gejala campak di tulisan ini: Kembali Mewabah, Kenali Gejala Awal Campak pada Anak.

Awasi Penyebab dan Kemungkinan Komplikasinya

Biang keladi penyakit ini adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Campak akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Virus ini ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan ketika pengidapnya bersin atau batuk.

Nah, virus ini bisa menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan tersebut. Di samping itu, virusnya juga bisa bertahan di permukaan benda selama beberapa jam, dan menempel pada benda-benda lain.Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi bila tak ditangani dengan tepat.

Komplikasi yang bisa timbul seperti bronkitis, radang pada telinga, infeksi otak (ensefalitis), dan infeksi paru-paru (pneumonia). Lalu, siapa sih yang rentan mengalami komplikasi ini? Berikut di antaranya:

  • Seseorang yang mengidap penyakit kronis.
  • Memiliki sistem imun yang lemah.
  • Bayi berusia di bawah satu tahu.
  • Anak-anak dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Baca penjelasannya di artikel 5 Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Campak.

Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Campak

Jika si kecil mengalami geala campak, ibu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter agar langkah penanganya dapat diberikan secara tepat dan aman sesuai kondisi tubuh si kecil.

Berikut dokter yang bisa dihubungi oleh ibu untuk berkonsultasi:

  • dr. Ariawan Setiadi, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 22 tahun, lulusan Universitas Islam Sultan Agung (2002) dan Universitas Diponegoro (2015). Saat ini berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dandung Bawono, Sp.A, M.Sc: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 20 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2004, 2009). Saat ini berpraktik di Gondokusuman, DIY, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lingga Pradipta, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2011) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah campak pada anak? Ibu bisa kok bertanya langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga ya!

CD

Pencegahan Melalui Imunisasi

Langkah pencegahan terbaik dan paling efektif adalah melalui vaksinasi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa imunisasi rutin lengkap adalah perlindungan utama. Vaksin MMR diberikan untuk melindungi anak dari dua penyakit sekaligus, yaitu campak dan rubell.

Vaksin ini biasanya diberikan dalam dua dosis; dosis pertama pada usia 9 bulan dan dosis penguat pada usia 18 bulan serta saat anak masuk sekolah dasar. Pastikan status imunisasi anak selalu diperbarui sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare

Halodoc menyediakan layanan vaksin MMR untuk anak yang bisa memberikan perlindungan dari campak, gondongan, dan rubella. Layanan ini pun bisa kamu lakukan di rumah atau di mana saja, sehingga mempermudah proses tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga. 

Selain itu, ada berbagai manfaat lain yang bisa didapatkan saat menggunakan layanan Halodoc Homecare, seperti:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Nah, Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Harga satu dosis vaksin MMR mulai dari Rp Rp690.000,-
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Cara Memesan Layanan Vaksin di Rumah pakai Halodoc Homecare

Cara mendapatkan layanan Vaksin MMR untuk anak dari Halodoc cukup mudah.

Kamu bisa order dengan menghubungi langsung nomor Official WhatsApp Homecare di 0888-0999-9226.

Selain itu, kamu juga melakukan pemesanan di aplikasi. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Homecare & Vaksinasi’.
  • Pilih kategori layanan yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan  yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Homecare Halodoc akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.
  • Harga sudah termasuk biaya layanan, biaya transportasi, dan biaya alat pelindung diri (APD).
  • Mohon memberikan informasi kepada petugas terkait beberapa kondisi yang mungkin dapat memengaruhi hasil (lamanya puasa, obat yang dikonsumsi, kondisi penyakit atau keluhan lain).

Dengan memesan layanan vaksin dan imunisasi di Halodoc, kesehatan dan imunitas tubuh kamu akan tetap terjaga.

Dengan Halodoc, kamu bisa melakukan vaksin dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Booking Layanan Vaksin MMR untuk Anak Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2026. Measles.
Kids Health. Diakses pada 2026. Measles.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About the Measles.