Ad Placeholder Image

Ini Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Penyakit Menular Seksual

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE 23 September 2026

Pemeriksaan PMS melalui tes darah, urine, atau usap sangat penting dilakukan secara rutin guna mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegah komplikasi serius.

Ini Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Penyakit Menular SeksualIni Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Penyakit Menular Seksual

DAFTAR ISI


Penyakit Menular Seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS) kerap menjadi topik yang dihindari untuk dibicarakan. Padahal, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah preventif terbaik untuk menjaga kesehatan reproduksimu dan pasangan.

Banyak orang mengira PMS selalu menunjukkan gejala fisik yang mencolok seperti rasa nyeri atau luka. Padahal, sebagian besar kasus IMS justru berjalan tanpa gejala (asimtomatik) di tahap awal. Tanpa disadari, kondisi ini bisa menular atau berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak dideteksi sejak dini.

Lalu, apa saja jenis pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk mendeteksi PMS secara akurat? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengapa Pemeriksaan PMS Begitu Penting?

Melakukan skrining atau tes PMS bukan berarti seseorang bersikap abai terhadap kesehatan. Sebaliknya, tes ini adalah bentuk tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri dan orang terdekat.

Beberapa alasan utama mengapa kamu perlu melakukan pemeriksaan secara rutin meliputi:

  • Mencegah Penularan Lebih Luas: Mengetahui status kesehatan sejak dini membantu memutus rantai penularan kepada pasangan atau orang lain.
  • Penanganan Lebih Cepat: Infeksi yang terdeteksi lebih awal umumnya lebih mudah diobati dan meminimalisir risiko komplikasi jangka panjang, seperti infertilitas atau gangguan organ reproduksi.
  • Ketenangan Pikiran: Mengetahui hasil tes yang negatif atau mendapatkan kepastian penanganan medis tentu memberikan rasa aman secara psikologis.

Simak informasi lain mengenai Penyakit Menular Seksual – Gejala, Penyebab dan Pengobatannya berikut ini.

Berbagai Jenis Pemeriksaan untuk Mendeteksi PMS

Metode pemeriksaan PMS sangat beragam, tergantung pada jenis infeksi yang dicurigai serta riwayat kesehatanmu. Dokter biasanya akan merekomendasikan salah satu atau kombinasi dari beberapa tes berikut:

1. Tes Darah

Tes darah adalah metode yang sangat efektif untuk mendeteksi infeksi sistemik atau jenis PMS yang menyerang aliran darah. Melalui sampel darah kecil, laboratorium dapat mengidentifikasi keberadaan antibodi atau antigen terhadap beberapa jenis virus tertentu, seperti:

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus): Mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan virus HIV.
  • Sifilis (RPR atau VDRL): Memeriksa antibodi spesifik terhadap bakteri penyebab raja singa.
  • Hepatitis B dan C: Mendeteksi infeksi virus yang menyerang organ hati dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

2. Tes Urine

Tes urine tergolong sangat praktis karena tidak memerlukan prosedur invasif. Dokter biasanya menyarankan tes ini untuk mendeteksi infeksi bakteri pada saluran uretra atau organ reproduksi bawah. Jenis PMS yang umumnya dapat terdeteksi melalui sampel urine antara lain klamidia (chlamydia) dan gonore (kencing nanah).

3. Tes Usap (Swab Test)

Tes usap dilakukan dengan mengambil sampel cairan atau jaringan dari area yang berisiko terpapar infeksi, seperti serviks (leher rahim), vagina, uretra, tenggorokan, atau area anus.

  • Pada wanita, usap serviks sering dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi perubahan sel akibat Human Papillomavirus (HPV) penyebab kutil kelamin dan kanker serviks.
  • Sampel usap juga sangat akurat untuk mendeteksi luka terbuka akibat herpes genital atau sifilis primer.

4. Pemeriksaan Fisik Langsung

Selain tes laboratorium, dokter juga akan melakukan inspeksi visual secara menyeluruh pada area genital, kulit sekitar, rongga mulut, hingga kelenjar getah bening untuk mendeteksi adanya ruam, kutil, luka terbuka (chancre), atau pembengkakan yang menjadi ciri khas infeksi tertentu.

Punya pertanyaan lebih lanjut terkait HIV/AIDS? Ini Dokter Spesialis yang Paham Seputar HIV untuk kamu hubungi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes?

Tidak semua PMS langsung terdeteksi sesaat setelah terjadi penularan.

Ada yang namanya masa jendela (window period), yaitu rentang waktu antara paparan infeksi hingga tubuh memproduksi antibodi yang cukup untuk terbaca oleh alat tes.

Kamu sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan jika:

  • Berganti-ganti pasangan seksual atau memiliki pasangan baru.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman (kondom).
  • Mengalami gejala tidak biasa seperti keputihan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, munculnya benjolan, luka, atau ruam di sekitar area intim.
  • Merencanakan program kehamilan bersama pasangan.

Skrining Penyakit Menular Seksual di Rumah Pakai Halodoc

Jika kamu curiga mengalami gejala sifilis, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Nah, saat ini kamu bisa melakukan Skrining Penyakit Menular Seksual yang di dalamnya juga terdapat tes sifilis, HIV, hingga tes hepatitis A menggunakan layanan Halodoc Homecare.

Layanan ini bisa kamu lakukan dari rumah atau tempat pilihanmu dengan menggunakan layanan Halodoc Homecare.

Layanan homecare ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi mana pun yang kamu pilih.

Ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab ini, antara lain:

  • Tak perlu repot keluar rumah. 
  • Tak perlu antre lama di rumah sakit. 
  • Hemat waktu dan biaya. 
  • Tenaga medis profesional dan responnya cepat. 
  • Protokol kesehatan yang ketat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc.
  • Sampel diambil secara aman dan steril. 
  • Sampel darah/urine akan dibawa langsung ke laboratorium setelah diambil (tidak ada transit).
  • Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi. 
  • Harganya terjangkau, mulai dari Rp659.000,-, kamu bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon. 
  • Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter. 
  • Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter tepercaya dari Halodoc. 

Dengan berbagai keunggulan layanan Halodoc Homecare, kamu bisa melakukan tes sifilis dengan mudah dan nyaman.

Begini cara pemesanannya:

Kamu bisa order layanan Halodoc Homecare melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp Official Halodoc Homecare di 0888-0999-9226.

Untuk pemesanan di aplikasi Halodoc, berikut ini langkahnya:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Lab, Vaccine & Homecare’.
  • Pilih kategori layanan Homecare yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Halodoc Homecare akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Skrining Penyakit Menular Seksual Lebih Mudah di Rumah Pakai Halodoc.

Langkah Bijak Menjaga Kesehatan Seksual

Melakukan pemeriksaan PMS bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian dari gaya hidup sehat modern. Dengan teknologi medis yang semakin canggih, proses skrining kini terasa jauh lebih cepat, akurat, dan tetap menjaga kerahasiaan pasien.

Jangan ragu untuk berkonsultasi secara terbuka dengan dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter umum terpercaya jika kamu memiliki kekhawatiran seputar kesehatan reproduksi.

Kamu juga bisa memanfaatkan layanan kesehatan digital untuk bertanya jawab atau menjadwalkan pemeriksaan laboratorium dengan lebih praktis.

Yuk, jadikan kesehatan seksual sebagai prioritas demi kualitas hidup yang lebih baik!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. STD testing: What’s right for you?
Healthline. Diakses pada 2026. STD Testing: Who Should Be Tested and What’s Involved.