Ini Penyebab Susah Tidur di Malam Hari dan Cara Mengatasinya
Ada banyak penyebab susah tidur di malam hari, salah satunya stres.

DAFTAR ISI
- Gejala Insomnia yang Perlu Diketahui
- Penyebab Susah Tidur yang Umum Terjadi
- Cara Mengatasi Insomnia yang Bisa Dicoba
- Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mengatasi Insomnia
- Kapan Harus ke Dokter?
- FAQ
Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang sulit untuk memulai tidur, sulit untuk tetap tertidur, atau mengalami kualitas tidur yang buruk, meskipun memiliki kesempatan untuk tidur yang cukup.
Insomnia bisa bersifat sementara (akut) atau berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama (kronis). Nah, pertanyaannya apa saja sih penyebab susah tidur atau insomnia?
Gejala Insomnia yang Perlu Diketahui
Gejala insomnia dapat bervariasi pada setiap orang. Beberapa gejala umum insomnia meliputi:
- Sulit memulai tidur di malam hari.
- Sering terbangun di tengah malam.
- Sulit untuk kembali tidur setelah terbangun.
- Merasa tidak segar setelah bangun tidur.
- Mengantuk di siang hari.
- Sulit berkonsentrasi atau fokus.
- Mudah marah atau tersinggung.
- Sakit kepala tegang.
- Kecemasan atau depresi.
Mau tahu obat untuk mengatasi insomnia? Baca di sini: Jenis Obat Tidur yang Aman untuk Menangani Insomnia atau Ini 5 Rekomendasi Obat Tidur yang Aman dan Ampuh untuk Mengatasi Insomnia
Penyebab Susah Tidur yang Umum Terjadi
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan susah tidur atau insomnia. Berikut beberapa penyebab susah tidur yang umum terjadi:
- Stres: Stres adalah salah satu penyebab utama insomnia. Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, atau masalah pribadi dapat membuat seseorang sulit tidur.
- Kecemasan: Kecemasan dan kekhawatiran berlebihan juga dapat mengganggu tidur. Orang yang cemas seringkali sulit untuk menenangkan pikiran mereka di malam hari.
- Depresi: Depresi dan gangguan mental lainnya dapat menyebabkan insomnia. Ketidakseimbangan kimiawi di otak dapat memengaruhi pola tidur.
- Gangguan Tidur Lainnya: Kondisi seperti sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur) dan restless legs syndrome (sindrom kaki gelisah) dapat mengganggu tidur.
- Kebiasaan Tidur yang Buruk: Jadwal tidur yang tidak teratur, penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, dan lingkungan tidur yang tidak nyaman dapat menyebabkan insomnia.
- Kafein, Alkohol, dan Nikotin: Konsumsi kafein, alkohol, atau nikotin, terutama di sore atau malam hari, dapat mengganggu tidur.
- Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis seperti nyeri kronis, masalah pernapasan, penyakit jantung, hipertiroidisme, dan gangguan pencernaan dapat menyebabkan insomnia.
- Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat flu, obat alergi, obat penurun berat badan, dan beberapa obat antidepresan, dapat menyebabkan insomnia sebagai efek samping.
- Perubahan Jadwal Tidur (Jet Lag atau Shift Work): Bepergian melintasi zona waktu yang berbeda (jet lag) atau bekerja dengan jadwal shift yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan menyebabkan insomnia.
- Usia: Insomnia cenderung lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Perubahan hormonal, penurunan aktivitas fisik, dan peningkatan risiko kondisi medis dapat berkontribusi terhadap insomnia pada lansia.
Baca artikel lainnya mengenai insomnia di sini: Apakah Insomnia Bisa Disembuhkan Sepenuhnya?
Cara Mengatasi Insomnia yang Bisa Dicoba
Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi insomnia, antara lain:
- Buat jadwal tidur yang teratur. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk.
- Hindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur. Cahaya biru dari layar perangkat elektronik dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur tidur.
- Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin sebelum tidur.
- Olahraga secara teratur, tetapi hindari olahraga berat sebelum tidur.
- Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam untuk membantu menenangkan pikiran dan tubuh sebelum tidur.
- Terapi Perilaku Kognitif (CBT) yang membantumu mengubah pikiran dan perilaku yang berkontribusi terhadap insomnia.
- Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat tidur untuk membantu mengatasi insomnia. Namun, obat tidur sebaiknya hanya digunakan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan dokter.
Perlukah insomnia diatasi dokter? Cari tahu di artikel ini: Mengalami Insomnia, Perlukan Mendapatkan Perawatan Medis?
Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mengatasi Insomnia
Jika kamu sering sulit tidur atau mengalami insomnia, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan saran dan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman menangani gangguan tidur dan mendapatkan ulasan positif dari pasien yang mereka tangani sebelumnya.
Berikut dokter yang bisa kamu hubungi di Halodoc:
Itulah dokter yang siap membantu kamu atasi insomnia, agar kualitas tidur kembali baik dan tubuh terasa lebih segar saat bangun.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi secara mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.
Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang juga!
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika insomnia:
- Berlangsung lebih dari beberapa minggu.
- Mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Disertai dengan gejala lain, seperti depresi, kecemasan, atau masalah kesehatan lainnya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Diseases and Conditions. Insomnia.
Healthline. Diakses pada 2025. Everything You Need to Know About Insomnia.
WebMD. Diakses pada 2025. Understanding Insomnia – Prevention.
FAQ
1. Apakah insomnia bisa disembuhkan?
Ya, insomnia bisa disembuhkan. Pengobatan insomnia tergantung pada penyebabnya. Dalam banyak kasus, perubahan gaya hidup dan terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengatasi insomnia.
2. Apakah obat tidur aman digunakan?
Obat tidur dapat membantu mengatasi insomnia dalam jangka pendek, tetapi sebaiknya digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter. Penggunaan obat tidur jangka panjang dapat menyebabkan efek samping dan ketergantungan.
3. Bagaimana cara mengatasi insomnia tanpa obat?
Ada banyak cara untuk mengatasi insomnia tanpa obat, seperti memperbaiki kebiasaan tidur, melakukan teknik relaksasi, dan menjalani terapi perilaku kognitif (CBT).
4. Benarkah penyakit susah tidur bisa muncul akibat cahaya gawai yang terlalu redup?
Ya. Cahaya redup justru membuat mata bekerja lebih keras sehingga otak tetap aktif, memicu penyakit susah tidur tanpa disadari.
5. Benarkah penyakit susah tidur dapat terlihat dari pola detak jantung malam hari?
Ya. Orang dengan penyakit susah tidur sering mengalami detak jantung yang meningkat tiba-tiba saat mencoba tidur, meski tubuh sedang beristirahat.
6. Benarkah penyakit susah tidur bisa dipicu oleh waktu makan yang tidak tepat?
Ya. Makan terlalu malam dapat memaksa sistem pencernaan bekerja keras saat tubuh seharusnya bersiap tidur, sehingga memicu penyakit susah tidur.


