• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis-Jenis Operasi untuk Atasi Syringomyelia

Jenis-Jenis Operasi untuk Atasi Syringomyelia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu kerap merasakan nyeri pada punggung belakang? Mungkin saja kamu mengidap gangguan syringomyelia. Hal ini terjadi karena terganggunya saraf tulang belakang yang disebabkan pertumbuhan kista. Gangguan tersebut dapat menekan jaringan saraf sehingga tubuh merasakan rasa nyeri pada bagian tulang belakang.

Jika dibiarkan, syringomyelia yang terjadi dapat menimbulkan rasa nyeri yang parah karena terjadinya kerusakan pada sumsum tulang belakang. Dampak yang paling parah adalah terjadinya kelumpuhan. Maka dari itu, kamu harus tahu cara mengatasi syringomyelia yang efektif adalah dengan operasi. Berikut beberapa operasi yang dapat dilakukan!

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Terjadinya Syringomyelia

Operasi untuk Mengatasi Syringomyelia

Gangguan syringomyelia adalah dampak yang terjadi akibat perkembangan dari kista yang berisi cairan (syrinx) pada sumsum tulang belakang. Lama-kelamaan, kista yang terjadi dapat membesar, sehingga dapat merusak sumsum tulang belakang dan menimbulkan rasa nyeri, serta kelemahan dan kekakuan pada tubuh sebagai gejala yang biasa terjadi.

Syringomyelia kemungkinan disebabkan oleh beberapa penyebab, yang sebagian besar kasusnya berhubungan dengan kondisi jaringan otak yang mengarah ke dalam kanal tulang belakang. Seseorang yang mengalami cedera pada sumsum tulang belakang juga dapat mengidap gangguan ini, yang menimbulkan peradangan pada bagian tersebut.

Beberapa orang mungkin tidak merasakan gangguan saat terserang. Walau begitu, risiko untuk mengalami suatu hal yang berbahaya tetap dapat terjadi. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi penyakit ini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan melakukan operasi. Berikut adalah beberapa operasi untuk mengatasi syringomyelia yang harus diketahui:

  1. Operasi Malformasi Chiari

Operasi malformasi chiari adalah langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi syringomyelia. Hal ini dilakukan dengan melibatkan pembedahan serta pengangkatan pada sebagian kecil tulang di belakang tengkorak. Dengan operasi ini, tekanan pada otak dan sumsum belakang dapat dikurangi, sehingga mengembalikan aliran normal pada cairan serebrospinal.

Baca juga: Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

  1. Operasi Menguras Syrinx

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengatasi syringomyelia adalah dilakukannya operasi untuk menguras syrinx. Hal ini dilakukan dengan memasukkan sistem drainase yang disebut dengan shunt. Cara melakukannya adalah dengan menggunakan tabung fleksibel yang dapat menjaga cairan dari syrinx mengalir ke alat tersebut. Dengan begitu, penumpukan cairan tersebut dapat mengering.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait operasi untuk mengatasi syringomyelia, dokter dari Halodoc siap menjawabnya. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone pada Apps Store atau Play Store!

  1. Operasi Menghilangkan Gangguan

Syringomyelia adalah gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada sumsum tulang belakang, seperti tumor atau pertumbuhan tulang. Hal tersebut menyebabkan hambatan pada aliran cairan serebrospinal. Karenanya, dibutuhkan pembedahan untuk menghilangkan sumbatan tersebut agar dapat mengembalikan aliran dan memungkinkan cairan mengalir dari syrinx.

  1. Operasi Memperbaiki Gangguan

Jika gangguan syringomyelia disebabkan oleh kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan hambatan pada aliran cairan serebrospinal, operasi dapat memperbaikinya. Metode ini dapat dilakukan dengan memperbaiki sumsum tulang belakang yang terganggu, sehingga aliran cairan syrinx dapat kembali normal.

Baca juga: Ketahui Pengobatan Patah Tulang Belakang di Rumah

Meski begitu, pembedahan tidak selalu dapat mengembalikan aliran cairan serebrospinal. Sehingga, syrinx mungkin saja tetap terganggu walau dilakukan upaya untuk memperbaiki bagian tersebut. Namun, hal yang pasti didahulukan adalah berusaha untuk mengatasi gangguan tersebut agar penyakit yang terjadi tidak semakin parah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Syringomyelia.
Columbia Spine. Diakses pada 2020. Syringomyelia.