• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kadar Magnesium Terlalu Tinggi Sebabkan Gangguan Sistem Saraf

Kadar Magnesium Terlalu Tinggi Sebabkan Gangguan Sistem Saraf

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hipermagnesemia merupakan kondisi yang terjadi ketika kadar magnesium dalam darah terlalu berlebihan. Biasanya, kondisi ini terjadi pada pengidap penyakit ginjal kronis. Bukan hanya itu saja, tingginya kadar magnesium dalam darah juga dapat dipicu oleh terlalu banyak mengonsumsi suplemen atau obat dengan kandungan magnesium. Apakah hipermagnesemia dapat menyebabkan gangguan sistem saraf?

Baca juga: Berbahayakah Kadar Magnesium Tinggi di Dalam Tubuh?

Hipermagnesemia Bisa Sebabkan Gangguan Sistem Saraf

Magnesium merupakan zat mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga fungsi jantung, otot, saraf, serta kesehatan tulang. Mineral penting yang satu ini dapat ditemukan secara alami pada berbagai bahan makanan yang dikonsumsi. Namun, jika kadarnya berlebihan dalam darah, fungsi jantung, otot, saraf, serta tulang akan mengalami gangguan.

Jika hipermagnesemia terdeteksi dini, pengidap masih bisa tertolong jika ditangani secara cepat dan tepat, terutama jika fungsi ginjal masih normal dan baik. Kelebihan kadar magnesium dapat dikeluarkan melalui urine, jika sumber penyebab hipermagnesemia telah teridentifikasi.

Pada kasus yang berat dan terdeteksi terlambat, penanganan akan susah dilakukan, apalagi setelah fungsi ginjal menurun. Jika kondisi tersebut terjadi, salah satu penanganan yang dilakukan adalah dengan melakukan prosedur cuci darah, serta pemberian injeksi kalsium guna meredakan gejala yang muncul.

Sedangkan pada pengidap lanjut usia yang memiliki gangguan ginjal, risiko terjadinya komplikasi akan semakin tinggi. Jika hipermagnesemia terjadi pada lansia, kehilangan nyawa adalah komplikasi paling parah yang bisa terjadi.

Baca juga: Ginjal dan Hati Alami Gangguan, Waspada Hipermagnesemia

Kenali Gejalanya dan Atasi Hipermagnesemia dengan Tepat

Jika kadarnya masih berada sedikit di atas normal, gejala sering kali tidak dirasakan. Namun, ketika kadarnya meningkat drastis, gejala dapat meliputi:

  • Mengalami mual dan muntah.

  • Mengalami kelemahan otot.

  • Mengalami sensasi rasa panas dan memerah pada wajah.

  • Mengalami detak jantung yang tidak teratur.

  • Mengalami sakit kepala, pusing, mengantuk, atau pingsan.

  • Mengalami kelumpuhan otot.

Untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc saat kamu menemukan serangkaian gejalanya, ya! Ingat, kadar magnesium yang terlalu tinggi dalam darah dan tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan komplikasi parah, salah satunya adalah kehilangan nyawa.

Ini Penyebab Kadar Magnesium Dalam Darah yang Terlalu Tinggi

Gagalnya fungsi ginjal merupakan penyebab umum menumpuknya kadar magnesium dalam darah. Selain gangguan fungsi ginjal, berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab menumpuknya kadar magnesium dalam darah:

  • Konsumsi suplemen magnesium yang berlebihan..

  • Melakukan terapi obat.

  • Mengidap hipotiroidisme, yaitu kelainan yang terjadi akibat kurangnya hormon tiroid dalam tubuh.

  • Mengidap penyakit Addison, yaitu kerusakan yang terjadi pada kelenjar adrenal, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi hormon yang memadai bagi tubuh. 

  • Riwayat keluarga.

Saat positif mengidap hipermagnesemia, pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh konsumsi suplemen yang berlebihan, pengobatan dilakukan dengan berhenti mengonsumsi suplemen tersebut. Jika kelebihan kadar magnesium disebabkan oleh penyakit yang mendasari, maka pengobatan akan dilakukan dengan menangani penyakit tersebut.

Baca juga: Ini Cara Sederhana untuk Cegah Penyakit Ginjal

Langkah Pencegahan Hipermagnesemia

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan guna menurunkan tingginya kadar magnesium dalam darah antara lain:

  • Hindari mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi magnesium.

  • Konsumsi suplemen atau obat-obatan yang mengandung magnesium sesuai dengan aturan pakai atau petunjuk dokter.

Orang dengan kondisi sehat memiliki risiko yang sangat rendah untuk mengidap hipermagnesemia. Sedangkan bagi pengidap gangguan fungsi ginjal, diskusikan selalu dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai risiko serta manfaat obat dan suplemen yang kamu konsumsi, ya!

Referensi:

Fulop, T. Medscape. Diakses pada 2020. Hypermagnesemia.
Drugs. Diakses pada 2020. Hypermagnesemia.
Patient. Diakses pada 2020. Magnesium Disorders.
Diakses pada 2020. Can You Overdose on Magnesium?