• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kelebihan Dopamin, Apa Efek Sampingnya untuk Kesehatan?

Kelebihan Dopamin, Apa Efek Sampingnya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Kata dopamin pasti sudah tidak asing lagi di telingamu. Ya, dopamin adalah salah satu jenis hormon yang berperan untuk menyampaikan rangsang ke seluruh bagian tubuh. Banyak dikatakan, dopamin termasuk jenis hormon yang mengendalikan emosi dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Hormon ini berpengaruh terhadap perasaan menyenangkan, jatuh cinta, percaya diri, dan bahagia. 

Sayangnya, penggunaan dopamin masih sering disalahgunakan oleh sebagian orang. Padahal, ada efek samping yang perlu diketahui jika hormon ini masuk ke dalam tubuh secara berlebihan. Efek samping ini juga terbilang cukup membahayakan kesehatan. Dopamin yang dilepaskan secara berlebihan membuat kamu menjadi terobsesi pada sesuatu. Kamu akan berusaha dan berpikir keras untuk mendapatkannya. Akibatnya, otak dan tubuh tidak punya cukup waktu untuk beristirahat. 

Baca juga: Jangan Salah, Inilah Penjelasan tentang Dopamin

Apa Efek Samping Dopamin untuk Kesehatan?

Penggunaan dopamin tidak boleh sembarangan. Dosisnya yang berlebihan menimbulkan efek samping berbahaya untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Sangat mudah merasa senang;

  • Menjadi lebih mudah bersosialisasi;

  • Memiliki kemampuan belajar yang tinggi;

  • Menjadi mudah gelisah;

  • Mengalami agitasi tinggi;

  • Hedonisme;

  • Menjadi mudah stres;

  • Hiperaktif dan terlalu bersemangat;

  • Senang memberikan tantangan pada diri sendiri. 

Oleh karena itu, penggunaan hormon ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Tidak disarankan untuk membeli obat ini secara bebas tanpa menggunakan resep. Kamu bisa mengetahui lebih banyak lagi tentang bahaya tubuh yang mengalami kelebihan dopamin dengan bertanya langsung pada dokter. Gunakan aplikasi Halodoc, karena hanya dokter asli yang akan membantu memberikan solusi untuk kamu di aplikasi ini. 

Baca juga: Mood Seseorang Bisa Diketahui dari Warna Pakaian?

Pasalnya, ada gejala yang muncul apabila otak terlalu banyak mendapatkan asupan dopamin. Salah satunya adalah terjadinya gangguan mental seperti skizofrenia dan bipolar. Skizofrenia mengacu pada masalah mental yang membuat seseorang cenderung berhalusinasi, waham atau delusi, perubahan perilaku, dan kekacauan dalam berpikir. Sementara bipolar terjadi dengan gejala perubahan emosi yang begitu signifikan. 

Apabila ini terjadi, penanganan harus segera dilakukan. Penanganan yang diberikan berupa pemberian obat yang berfungsi untuk menghambat pembentukan dopamin di dalam tubuh. Sayangnya, obat ini akan bekerja dalam waktu yang lebih lama untuk bisa berpindah dari satu neuron ke neuron lainnya pada otak. 

Kenali Fungsi Dopamin untuk Tubuh

Dopamin diperlukan untuk beberapa kondisi, tentu saja dengan dosis yang tepat. Adapun fungsi dari dopamin, yaitu:

  • Memberikan pengaruh pada memori otak;

  • Membantu menciptakan perasaan senang atau bahagia;

  • Membantu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang;

  • Membantu memperbaiki suasana hati;

  • Membantu membuat seseorang menjadi lebih termotivasi;

  • Membantu mengendalikan fungsi motorik pada tubuh;

  • Membantu seseorang akan tetap fokus dan berkonsentrasi;

  • Membantu meningkatkan kinerja tubuh menjadi lebih optimal.

Baca juga: Ini 4 Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Dampak berbahaya akan terjadi ketika jumlah dopamin berlebihan pada tubuhmu. Kerja organ tubuh menjadi lebih berat, dan waktu yang diperlukan untuk beristirahat menjadi lebih berkurang. Sebenarnya hormon ini membantu kamu tetap bersemangat dalam beraktivitas, menghindari lesu dan lemah pada tubuh ketika aktivitas sedang sangat padat. Jadi, selalu berhati-hati dalam penggunaannya, ya!

Referensi: 
Psychology Today. Diakses pada 2020. Dopamine.
Everyday Health. Diakses pada 2020. What is Dopamine?
Drugs. Diakses pada 2020. Dopamine Injection: Uses, Dosage & Side Effects.