• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Ciri-ciri Penyakit HIV saat Pertama Terinfeksi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Ciri-ciri Penyakit HIV saat Pertama Terinfeksi

Kenali Ciri-ciri Penyakit HIV saat Pertama Terinfeksi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Desember 2022

“HIV adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Akibatnya, kekebalan tubuh semakin melemah dan memicu gejala awal penyakit. Di antaranya demam, rasa lelah berlebihan dan pembengkakan kelenjar getah bening.”

Kenali Ciri-ciri Penyakit HIV saat Pertama TerinfeksiKenali Ciri-ciri Penyakit HIV saat Pertama Terinfeksi

Halodoc, Jakarta – HIV atau human immunodeficiency virus disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Virus ini menginfeksi dan menghancurkan sel CD4, yakni jenis sel darah putih (limfosit).

Sel CD4 atau yang biasa disebut dengan sel-T merupakan salah satu bagian penting dari kekebalan tubuh. Ketika virus HIV menginfeksi dan menghancurkan sel tersebut, berdampak pada daya tahan tubuh ,menjadi semakin melemah.

Karena kondisi tersebut, pengidap HIV mengalami gejala awal berupa demam, rasa lelah berlebihan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Tanda tersebut muncul dalam rentang waktu 2 hingga 6 minggu setelah terpapar virus.

Ciri-Ciri Penyakit HIV Tahap Awal

1. Demam

Di tahap awal, penyakit disebut dengan acute retroviral syndrome (ARS) atau sindrom HIV akut. Gejalanya dapat berupa demam tinggi dengan suhu mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Di fase ini, tanda gangguan disertai dengan sakit tenggorokan dan rasa lelah berlebihan.

2. Kelelahan

Kelelahan kronis disebabkan oleh respons tubuh terhadap peradangan yang muncul akibat infeksi virus HIV. Rasanya sama seperti tidak enak badan yang dipicu oleh penyakit influenza.

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Ciri-ciri penyakit HIV selanjutnya, yakni pembengkakan pada kelenjar getah bening. Sebab, kelenjar tersebut merupakan bagian dari sistem kekebalan yang membantu tubuh dalam meredakan peradangan akibat virus.

Pembengkakan kelenjar yang dialami oleh pengidap HIV dapat terjadi pada lebih dari 2 tempat dengan ukurannya di atas satu sentimeter. Pembengkakan ini umumnya terjadi pada leher atau ketiak dalam waktu lebih dari tiga bulan.

HIV bisa menular dan menyebar dengan mudah setelah masuk ke dalam tubuh. Di fase ini, aliran darah pengidap mengandung virus HIV dalam tingkat tinggi, sehingga meningkatkan peluang penularan penyakit.

Karena tidak semua pengidap mengalami gejala awal HIV, pemeriksaan menjadi satu-satunya cara guna mengetahui adanya kandungan virus dalam tubuh. Diagnosis juga meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah risiko penularan penyakit ke pasangan seksual mereka.

Pemeriksaan Guna Mendiagnosis

Tidak semua pengidap mengalami gejala awal yang sama. Karena itu, diperlukan pemeriksaan guna memastikan adanya infeksi virus HIV. Bahkan, sebagian besar pengidap yang telah terinfeksi bertahun-tahun lamanya tidak menyadari keluhan di atas.

Meski tidak mengalami gejalanya, pengidap berpotensi tinggi menularkan virus HIV pada orang lain. Jalan terbaik yang dapat dilakukan saat timbul rasa curiga terhadap penyakit adalah dengan melakukan tes HIV atau VCT.

Selain pemeriksaan, langkah mencegah penyebaran HIV juga dapat dilakukan dengan:

  • Hindari penggunaan narkoba dalam bentuk apapun, terutama pemakaian jarum suntik secara bergantian.
  • Jangan mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, atau sperma jika positif mengidap HIV.
  • Menerapkan seks aman dengan menggunakan kondom.
  • Sunat pada pria.
  • Melakukan profilaksis pasca pajanan (PEP) dalam 72 jam pertama setelah curiga telah terinfeksi. Prosedur ini dapat mengurangi potensi terinfeksi HIV. 

Jika mengalami gejala yang disebutkan di atas, silakan buat janji medis untuk memastikan kondisi yang dialami. Sebab, tanda awal paparan virus HIV cenderung ringan dan tampak dengan gangguan kesehatan lain, seperti influenza.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. HIV Symptoms.
Healthline. Diakses pada 2022. Early Signs of HIV.