Ad Placeholder Image

Keputihan Hijau? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE 07 Agustus 2026

Keputihan hijau bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Keputihan Hijau? Inilah Penyebab dan Cara MengatasinyaKeputihan Hijau? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Keputihan adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap wanita. Secara alami, vagina memproduksi cairan untuk membersihkan diri dan menjaga keseimbangan pH serta kelembapan.

Namun, warna dan tekstur cairan ini bisa menjadi indikator kesehatan reproduksi kamu. Salah satu kondisi yang sering memicu kekhawatiran adalah keputihan hijau tidak berbau.

Meskipun keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu, perubahan menjadi warna kehijauan hampir selalu menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasari, meskipun tidak disertai dengan aroma yang menyengat.

Perubahan warna ini umumnya berkaitan dengan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap agen infeksius, seperti parasit atau bakteri tertentu.

Nah, mau tahu apa saja penyebab keputihan hijau tidak berbau dan bagaimana langkah penanganannya? Berikut ulasannya!

Memahami Keputihan Normal vs Abnormal

Sebelum membahas lebih dalam mengenai keputihan berwarna hijau, kamu perlu tahu seperti apa kriteria keputihan yang sehat.

Keputihan normal (fisiologis) biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi, ovulasi, atau kehamilan. Cirinya adalah berwarna jernih hingga putih krim, teksturnya bisa encer atau sedikit kental seperti putih telur, dan tidak menyebabkan gatal atau nyeri.

Sebaliknya, keputihan abnormal (patologis) ditandai dengan perubahan warna yang drastis, seperti kuning tua, hijau, atau abu-abu. Teksturnya bisa menjadi sangat kental, berbusa, atau bergumpal seperti keju hancur.

Meskipun pada beberapa kasus tidak disertai bau, perubahan warna hijau sering kali merupakan sinyal kuat adanya infeksi menular seksual (IMS) atau ketidakseimbangan flora vagina yang signifikan.

Penyebab Keputihan Hijau Tidak Berbau

Ada beberapa kemungkinan medis yang dapat menjelaskan mengapa cairan vagina berubah warna menjadi hijau namun tidak memiliki bau yang kuat:

1. Trikomoniasis (Tahap Awal)

Penyebab paling umum dari keputihan berwarna hijau adalah trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Parasit ini menyerang saluran urogenital.

Walaupun identik dengan bau amis, pada tahap awal atau pada individu dengan respons imun tertentu, lendir hijau tersebut mungkin belum mengeluarkan bau yang menyengat.

Cari tahu juga 4 Obat Keputihan yang Bisa Dipilih Berdasarkan Penyebabnya.

2. Vaginosis Bakterialis (BV)

Vaginosis Bakterialis terjadi ketika populasi bakteri baik (Lactobacillus) di vagina menurun dan bakteri anaerob meningkat.

Meski biasanya keputihan BV berwarna abu-abu dan berbau amis, pada beberapa variasi infeksi, warna cairan bisa tampak kehijauan pucat.

Kondisi ini bisa terjadi akibat penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang terlalu keras yang merusak pH alami vagina.

3. Gonore atau Klamidia

Infeksi bakteri seperti klamidia atau gonore juga bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan dari serviks.

Pada banyak wanita, infeksi ini bersifat asimtomatik (tidak bergejala), sehingga bau mungkin tidak terdeteksi meskipun warna lendir sudah berubah.

Jika dibiarkan, kondisi ini sangat berisiko menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PID).

4. Adanya Benda Asing

Meskipun jarang, adanya benda asing yang tertinggal di dalam vagina, seperti tampon yang lupa dilepas atau kondom yang tertinggal, dapat memicu reaksi inflamasi hebat.

Cairan yang dihasilkan bisa berwarna hijau sebagai respons sel darah putih (nanah) terhadap benda asing tersebut.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Keputihan hijau tidak berbau jarang berdiri sendiri. Biasanya, akan muncul gejala lain yang menyertainya secara perlahan, di antaranya:

  • Rasa gatal atau terbakar: Sensasi tidak nyaman pada bibir vagina (vulva).
  • Nyeri saat berkemih: Perasaan perih saat urine keluar, yang menandakan adanya iritasi pada uretra.
  • Pembengkakan: Area kewanitaan tampak kemerahan atau sedikit membengkak.
  • Nyeri saat berhubungan ntim: Rasa sakit atau tidak nyaman saat penetrasi.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan laboratorium sangat penting karena infeksi parasit dan bakteri memerlukan pengobatan medis yang spesifik.

Rekomendasi Obat Keputihan

Ini beberapa rekomendasi obat keputihan yang kerap diresepkan oleh dokter:

  • Flagystatin 5 Ovula. Kombinasi Metronidazole dan Nystatin dalam bentuk ovula (tablet vagina) yang efektif mengobati infeksi campuran jamur dan bakteri pada area kewanitaan, seperti keputihan akibat Trichomonas vaginalis atau Candida albicans. Penggunaannya dimasukkan langsung ke dalam vagina sesuai petunjuk dokter.
  • Fluconazole 150 mg Kapsul. Obat antijamur sistemik golongan triazol yang bekerja efektif mengatasi infeksi jamur candidiasis pada organ intim maupun bagian tubuh lainnya. Obat ini diminum secara oral dan memerlukan resep dokter untuk memastikan dosis yang tepat.
  • Metronidazole 500 mg 3 Strip (10 Tablet/Strip) – Paket Hemat. Antibakteri yang ampuh menangani berbagai infeksi akibat bakteri anaerob serta parasit, termasuk vaginosis bakterialis dan trikomoniasis. Penggunaan obat keras ini harus diselesaikan sesuai resep dokter agar infeksi tidak kambuh atau resisten.
  • Nystatin 100.000 IU 10 Ovula (Tablet Vaginal). Obat antijamur lokal khusus area kewanitaan yang bekerja merusak membran sel jamur penyebab keputihan dan iritasi, khususnya infeksi Candida. Tablet vagina ini dimasukkan dalam-dalam ke dalam organ intim sebelum tidur malam.
  • Zemyc Kapsul 150 mg. Mengandung zat aktif Fluconazole yang berfungsi menghentikan pertumbuhan jamur penyebab kandidiasis vulvovaginal serta infeksi jamur berat lainnya. Konsumsi obat ini harus di bawah pengawasan dokter karena tergolong obat keras.

Selain itu, ada beberapa obat-obatan lain yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi keputihan abnormal. Baca di artikel ini: 7 Obat Keputihan yang Bisa Dipilih Berdasarkan Penyebabnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan hijau secara medis dianggap tidak normal. Kamu tidak boleh mendiagnosis diri sendiri atau menggunakan obat sembarangan, terutama jika kamu sedang hamil.

Infeksi yang menyebabkan keputihan hijau pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur atau berat badan lahir rendah pada bayi.

Dokter biasanya akan melakukan pengambilan sampel lendir (vaginal swab) untuk diperiksa di bawah mikroskop guna menentukan apakah penyebabnya parasit, bakteri, atau jamur. Setelah penyebabnya ditemukan, dokter akan memberikan resep antibiotik atau antiparasit yang sesuai.

Untuk menunjang kesehatan selama masa pemulihan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah sesuai dengan anjuran medis.

Studi Mengenai Kesehatan Vagina dan Trikomoniasis

Journal of Clinical Microbiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa Trichomonas vaginalis sering kali tidak terdeteksi hanya melalui pemeriksaan fisik luar karena gejalanya yang variatif, termasuk warna keputihan yang tidak selalu disertai bau pada awal infeksi.

Penelitian ini menekankan pentingnya skrining molekuler untuk memastikan jenis patogen yang menyerang. Hal ini membuktikan bahwa perubahan warna sekecil apa pun pada keputihan, seperti warna hijau, harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis profesional karena berkaitan erat dengan risiko penularan pada pasangan seksual.

Punya Keluhan Keputihan yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, terutama masalah keputihan hijau tidak berbau yang membuat khawatir, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal itu perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal discharge.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Trichomoniasis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Sexually transmitted infections (STIs).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Bacterial Vaginosis (BV) – CDC Basic Fact Sheet.

FAQ

1. Apakah keputihan hijau tidak berbau bisa sembuh sendiri?

Umumnya tidak. Keputihan hijau biasanya menandakan infeksi infeksi bakteri atau parasit yang memerlukan pengobatan antibiotik atau antiparasit dari dokter untuk benar-benar tuntas.

2. Apakah stres bisa menyebabkan keputihan hijau?

Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dan sistem imun, yang membuat vagina lebih rentan terkena infeksi. Namun, stres bukan penyebab langsung warna hijau; warna hijau tetap berasal dari agen infeksius.

3. Bolehkah menggunakan sabun sirih untuk mengatasi keputihan hijau?

Sebaiknya hindari penggunaan sabun antiseptik atau sabun sirih secara berlebihan di area dalam vagina karena dapat membunuh bakteri baik (Lactobacillus) dan memperparah infeksi.

4. Apakah keputihan hijau menular ke pasangan?

Ya, jika penyebabnya adalah trikomoniasis, gonore, atau klamidia, maka kondisi ini sangat menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Pasangan juga biasanya perlu mendapatkan pengobatan secara bersamaan.