• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Makan Banyak saat Sahur Bisa Menahan Lapar Lebih Lama?

Makan Banyak saat Sahur Bisa Menahan Lapar Lebih Lama?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat menjalani puasa adalah makan banyak saat sahur. Mereka beranggapan bahwa mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya dapat membuat kenyang lebih lama, sehingga mereka dapat kuat berpuasa selama satu hari penuh. Namun, benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Agar bisa menjalani puasa dengan kuat dan semangat, kamu dianjurkan untuk tidak melewatkan sahur. Sebab, saat sahurlah, kamu bisa membekali tubuh dengan asupan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berpuasa. Namun, tidak makan dan minum selama hampir 14 jam memang dapat menimbulkan rasa lapar yang berat, hingga akhirnya membuat tubuh menjadi lemas. Itulah mengapa menahan rasa lapar merupakan satu tantangan tersendiri bagi banyak orang saat berpuasa. 

Nah, salah satu cara yang sering dilakukan untuk menyiasati hal tersebut adalah dengan makan banyak saat sahur. 

Baca juga: Bangun Sahur Saat Puasa, Apa Manfaatnya?

Porsi Makan Tidak Berpengaruh pada Rasa Kenyang Lebih Lama

Nyatanya, makan banyak saat sahur tidak lantas dapat membuat kamu menahan lapar lebih lama lho. Hal ini karena makanan yang kamu makan akan langsung diproses oleh sistem pencernaan dalam tubuhmu. 

Waktu pencernaan tiap orang memang berbeda-beda. Namun umumnya, makanan hanya akan bertahan dalam perut dan usus kecil kamu hanya sekitar 6–8 jam saja, sebanyak apapun kamu makan. Setelah itu, makanan akan langsung memasuki usus besar untuk diproses lebih lanjut, dan akhirnya makanan yang tidak tercerna akan dibuang. Kira-kira butuh waktu sekitar 36 jam untuk makanan dapat melewati seluruh usus besar. Sedangkan keseluruhan proses, mulai dari kamu menelan makanan hingga makanan keluar dari tubuh, memakan waktu sekitar 2–5 hari yang tergantung pada masing-masing individu.  

Makan Banyak Dapat Menyebabkan Berbagai Masalah Kesehatan

Makan banyak saat sahur malah dapat menyebabkan kamu mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya gangguan pencernaan. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat sahur membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras, sehingga mereka akan mengeluarkan hormon dan enzim ekstra untuk memecah makanan. Untuk memecah makanan, lambung menghasilkan asam klorida. 

Nah, bila kamu makan secara berlebihan, asam ini dapat kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan heartburn dan rasa mulas. Kondisi ini dikenal juga dengan penyakit asam lambung atau GERD. Apalagi bila kamu mengonsumsi banyak makanan yang tinggi lemak, seperti pizza atau burger keju, maka kamu lebih berisiko mengalami mulas. Mengonsumsi sejumlah besar karbohidrat saat sahur juga dapat membuat perut menghasilkan gas yang mengakibatkan kembung dan sakit perut.

Selain gangguan pencernaan, makan banyak saat sahur juga dapat membuat kamu berisiko mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Ketika kamu makan, tubuhmu menggunakan beberapa kalori yang kamu konsumsi untuk energi, sedangkan sisanya disimpan sebagai lemak. Bila kamu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, hal inilah yang dapat menyebabkan berat badan kamu meningkat. 

Selain itu, makan berlebihan, terutama makanan yang tidak sehat, dapat berdampak buruk pada sistem pencernaan. Enzim pencernaan hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas, sehingga semakin banyak jumlah makanan yang kamu konsumsi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya. Hal ini berarti makanan yang kamu makan akan tetap berada di perut untuk jangka waktu yang lama dan lebih cenderung berubah menjadi lemak.

Baca juga: Tinggalkan 5 Kebiasaan Makan Tak Sehat Ini Selama Puasa

Bukan Porsi Banyak, Melainkan Jenis Makanannya

Mengingat ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi akibat makan berlebihan, kamu dianjurkan untuk makan dalam porsi yang secukupnya saja saat sahur. Sebenarnya cara menahan lapar lebih lama saat berpuasa bukanlah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, melainkan memilih jenis makanan yang mengandung nutrisi yang dapat membuat rasa kenyang lebih lama, misalnya:

  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oat, roti dari gandum utuh, sayur-sayuran dan buah-buahan.

  • Protein tanpa lemak, yang bisa ditemukan pada daging, ayam, ikan, tahu, dan tempe.

  • Lemak sehat, seperti alpukat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

  • Serat, dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Baca juga: Menu Sahur, Begini Cara Memasak Sayur agar Tetap Bergizi

Itulah penjelasan mengenai cara menahan rasa lapar saat berpuasa yang benar. Bila kamu punya pertanyaan lain seputar diet dan nutrisi, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu selama bulan puasa.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Digestion: How long does it take?
MD Anderson Center. Diakses pada 2020. What happens when you overeat?
Hamad Medical Corporation. Diakses pada 2020.  Be careful not to overeat during Ramadan.
Eating Well. Diakses pada 2020. 10 Mistakes You Can Make While Intermittent Fasting.