• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Wasir

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Wasir

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit wasir merupakan kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah dalam lubang anus mengalami pembengkakan. Saat hal tersebut terjadi, pengidap wasir akan mengalami rasa sakit yang luar biasa saat buang air besar. Penyakit wasir dapat terjadi karena adanya riwayat penyakit yang sama dalam keluarga. Selain itu, pola hidup tidak sehat juga menjadi pemicu penyakit yang satu ini. Inilah beberapa jenis makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi pengidap wasir:

  1. Makanan bersantan;
  2. Makanan pedas;
  3. Minuman bersoda;
  4. Daging-dagingan;
  5. Makanan olahan.

Penyakit wasir juga akan muncul jika kamu terus-menerus mengonsumi beberapa jenis makanan dan minuman tersebut. Para pengidap wasir yang telah memiliki riwayat penyakit ini sejak lama juga wajib untuk menghindari makanan dan minuman tersebut. Lalu, apa saja makanan yang bisa dikonsumsi oleh pengidap wasir?

Baca juga: 7 Nutrisi yang Sering Terlupakan Saat Sedang Diet


Pengidap Wasir, Konsumsi Makanan Ini

Ketika sistem pencernaan tidak maksimal dalam mengolah makanan, maka kotoran yang keluar akan bertekstur keras, sehingga sulit untuk dikeluarkan. Kondisi tersebut akan memperparah wasir yang dialami. Dalam kasus yang parah, wasir tidak hanya memberikan rasa sakit saat buang air besar, anus bisa saja berdarah, dan kehilangan kekuatan otot dalam menahan buang air besar.

Pada kondisi tersebut, pengidap wasir dianjurkan untuk melakukan operasi untuk mengatasi penyakit yang dialami. Setelah operasi, pengidap wasir harus melakukan perubahan gaya hidup dengan mengonsumsi makanan yang telah dianjurkan, seperti:

  1. Buah-buahan.
  2. Sayur-sayuran tanpa santan.
  3. Minum banyak air putih.
  4. Jus buah.
  5. Kacang-kacangan.

Jenis-jenis makanan tersebut merupakan makanan yang mudah dicerna, karena mengandung serat tinggi yang dapat membantu kerja peristaltik organ usus. Dengan kerja peristaltik usus yang baik, tekstur feses menjadi lebih lembut dan mudah untuk dikeluarkan. Untuk memenuhi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diskusikan langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc perihal makanan yang baik untuk dikonsumsi sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Baca juga: Alami Ambeien saat Hamil, Begini Cara Mengatasinya


Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Pengaturan pola hidup yang tepat untuk pengidap wasir tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan dan jadwal makan saja, tapi juga waktu dan kebiasaan buang air besar. Ketika wasir muncul, redakan nyeri dan pembengkakan dengan menempelkan es batu yang dibungkus dengan kain di area anus.

Bagi kamu yang telah memiliki riwayat ini sebelumnya, jangan terlalu sering mengejan ataupun menahan buang air besar. Kebiasaan yang kamu lakukan tersebut akan membuat kotoran mengeras, sehingga memicu adanya gesekan antara kulit dalam anus dengan kotoran, yang menjadi pemicu wasir.

Baca juga: Kenalan dengan Diet Fleksibel untuk Turunkan Berat Badan

Sebenarnya, jongkok merupakan posisi yang paling baik ketika buang air besar, tapi jangan dilakukan terlalu lama, ya! Ketika sudah ada dorongan untuk buang air besar, jangan selalu menahannya, karena kebiasaan tersebut dapat merusak metabolisme tubuh, sehingga membuatmu kehilangan waktu rutin untuk buang air besar.

Jangan lupa untuk berolahraga dengan rutin setidaknya 20-30 menit setiap hari guna membantu merangsang gerakan usus, sehingga feses lebih mudah keluar. Berkaitan dengan hal tersebut, jenis olahraga yang direkomendasikan adalah senam aerobik dan jalan cepat.

 

Referensi:

NIH. Diakses pada 2020. Eating, Diet, & Nutrition for Hemorrhoids.

Healthline. Diakses pada 2020. Food for Piles: 15 Foods to Fight Hemorrhoids.

WebMD. Diakses pada 2020. Best and Worst Foods for Hemorrhoids.