Ad Placeholder Image

MPASI Bukan Stop Minum Susu! Ini 7 Fakta Penting MPASI yang Perlu Ibu Ketahui

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   30 April 2026

Makanan pendamping ASI atau MPASI dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak agar dapat tumbuh dengan optimal, dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan. 

MPASI Bukan Stop Minum Susu! Ini 7 Fakta Penting MPASI yang Perlu Ibu KetahuiMPASI Bukan Stop Minum Susu! Ini 7 Fakta Penting MPASI yang Perlu Ibu Ketahui

DAFTAR ISI

7 Fakta MPASI yang Perlu Diketahui 


Memasuki usia 6 bulan adalah momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi ibu, karena Si Kecil akhirnya mulai mengenal makanan padat. 

Namun tak jarang, fase ini memicu kekhawatiran, mulai dari drama anak picky eater hingga kebingungan menentukan menu MPASI harian. 

Di samping itu, tak sedikit pula dari banyak Ibu yang keliru memaknai MPASI. Ada yang menganggap MPASI adalah pengganti utama nutrisi.

Padahal, di fase awal, ASI atau susu formula tetap memegang peranan krusial dalam memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak.

Nah, mau tahu apa saja fakta penting MPASI yang perlu ibu ketahui?

7 Fakta MPASI yang Perlu Diketahui 

Supaya proses pemberian MPASI berjalan dengan baik, ibu perlu tahu beberapa fakta berikut ini yang sekaligus bisa menjadi tips MPASI Si Kecil: 

1. ASI masih menjadi sumber energi

Banyak ibu mengira porsi makan harus langsung banyak. Faktanya, lambung bayi masih sangat kecil dan ia sedang dalam tahap belajar mengenal tekstur.

ASI masih memenuhi separuh dari kebutuhan energi anak yang berusia 6-9 bulan. Selain itu, pemberian ASI secara rutin mampu meningkatkan kesehatan dan kekuatan anak.

Jadi, jangan berkecil hati jika anak hanya makan beberapa suap dan ibu tetap dapat memberikan ASI sesuai permintaan anak.

2. Mixed feeding untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi

Berdasarkan data studi kesehatan (SEANUTS II), bayi usia 6–11 bulan sering kali kekurangan asupan zat besi bayi, zinc, vitamin D, dan kalsium. 

Hal ini bisa terjadi karena porsi makan yang sedikit membuat kebutuhan mikronutrien sulit terpenuhi hanya dari makanan padat saja. 

Di sinilah pentingnya strategi mixed-feeding (ASI, MPASI, dan Susu terfortifikasi) untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, terutama jika asupan makan si Kecil belum konsisten.

3. Konsistensi jadwal MPASI dan feeding rules

Kunci sukses menghadapi bayi yang mulai menunjukkan tanda GTM (Gerakan Tutup Mulut) adalah kedisiplinan. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan, serta kesesuaian dengan tahapan perkembangan anak. 

Selain itu, ibu juga perlu melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Berikut ini caranya: 

  • Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur. Tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu formula dapat diberikan dua-tiga kali sehari (500-600 ml/hari). 
  • Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit. 
  • Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. 
  • Latih anak untuk makan sendiri sambil membiasakan anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri. 

Yuk, Ketahui Tahap Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi.

4. Zat besi jadi nutrisi penting dalam MPASI

Cadangan zat besi alami bayi mulai menurun drastis di usia 6 bulan. 

Oleh karena itu, nutrisi MPASI harus mengandung protein hewani yang kaya zat besi, seperti daging sapi, hati ayam, atau ikan. 

Menurut IDAI, bayi usia 6-12 bulan membutuhkan 11 mg zat besi per hari, sedangkan anak berusia 1-3 tahun (batita) membutuhkan 7 mg zat besi per hari. 

Kekurangan zat besi dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan daya tahan tubuhnya. 

Maka dari itu pastikan setiap resep MPASI mengandung zat besi yang cukup atau bisa juga ditambahkan susu terfortifikasi zat besi jika diperlukan. 

5. Hal yang wajar ketika anak menolak MPASI

Ketika memulai MPASI, sangat normal jika bayi menolak makanan baru. 

Ibu bisa coba berikan 2-3 sendok makanan pendamping ASI, dalam sekali makan sebagai perkenalan awal. Selain itu, terkait tekstur, mulailah MPASI dengan makanan yang dihaluskan sehingga menjadi bubur kental (puree). 

Pada kondisi ini, ibu juga perlu mengenalkan satu jenis bahan makanan hingga 10-15 kali sebelum Si Kecil menerimanya dengan baik.

Jika Si Kecil mulai menjadi anak picky eater, cobalah bereksplorasi dengan rasa dan warna. Jangan menyerah hanya dalam satu atau dua kali percobaan, ya!

Ketahui juga tentang Pola Asuh Anak – Jenis-Jenis dan Cara Menerapkannya berikut ini.

6. Pentingnya variasi menu dan cemilan sehat

Memberikan menu MPASI harian yang itu-itu saja bisa membuat bayi cepat bosan.

Faktanya, variasi bahan pangan justru membantu perkembangan indera perasa dan mencegah anak menjadi memilih-milih makanan di kemudian hari. 

Di sela waktu makan besar, ibu bisa memberikan cemilan bayi yang bergizi, seperti potongan buah atau finger food yang lembut, untuk merangsang kemampuan motorik menggenggamnya.

7. Susu terfortifikasi bisa diberikan sebagai tambahan nutrisi

Ketika Si Kecil sedang sulit makan atau tekstur makanannya belum beragam, susu pertumbuhan yang terfortifikasi dapat menjadi solusi. 

Susu ini telah diperkaya dengan berbagai mineral dan vitamin, termasuk zat besi dan mikro nutrisi lainnya yang mungkin hilang atau kurang dalam proses pengolahan, sehingga kebutuhan harian Si Kecil tetap terjaga di tengah tantangan MPASI.

Fase MPASI adalah momen berharga bagi si Kecil untuk bereksplorasi dengan rasa, tekstur, dan kemampuan motoriknya, sementara susu tetap setia menjadi jaring pengaman nutrisinya.

Jika Ibu merasa khawatir dengan berat badan atau muncul tanda-tanda anak picky eater yang berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, ya. 

Konsultasi dengan dokter spesialis anak kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Dengan panduan yang tepat, masa MPASI akan menjadi petualangan yang menyenangkan bagi Ibu dan si Kecil. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
IDAI. Diakses pada 2026. Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. 
IDAI. Diakses pada 2026. Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi? 
IDAI. Diakses pada 2026. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)
IDAI. Diakses pada 2026. Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan. 
Public Health Nutrition. Diakses pada 2026. Effect of fortified milk on growth and nutritional status in young children: a systematic review and meta-analysis.