
Penyebab dan Gejala Vertigo yang Perlu Kamu Waspadai
Vertigo ditandai dengan gejala berupa sensasi berputar, mual, muntah, dan sakit kepala.

Daftar Isi:
- Gejala Vertigo yang Perlu Diketahui
- Penyebab Vertigo: Kondisi Medis dan Faktor Risiko
- Bagaimana Vertigo Didiagnosis?
- Pengobatan Vertigo: Pilihan dan Efektivitasnya
- Rekomendasi Obat Vertigo di Halodoc
- Pencegahan Vertigo: Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan
- Kapan Harus ke Dokter?
- Pertanyaan Umum Seputar Vertigo
Vertigo adalah sensasi pusing berputar atau lingkungan terasa berputar, meskipun sebenarnya tidak ada gerakan.
Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik atau menit, bahkan berjam-jam, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sensasi ini muncul akibat gangguan pada sistem vestibular, yaitu bagian dalam telinga yang bertanggung jawab mengatur keseimbangan tubuh.
Gangguan pada sistem saraf pusat, seperti otak, juga dapat menyebabkan vertigo. Vertigo bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi medis, mulai dari masalah telinga bagian dalam hingga kondisi neurologis yang lebih serius.
Gejala Vertigo yang Perlu Diketahui
Selain sensasi berputar, vertigo seringkali disertai gejala lain, seperti:
- Mual dan muntah.
- Berkeringat dingin.
- Hilang keseimbangan.
- Nistagmus (gerakan mata tidak terkontrol).
- Telinga berdenging (tinnitus).
- Sakit kepala.
Intensitas dan durasi gejala vertigo bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang mungkin hanya mengalami pusing ringan sesaat, sementara yang lain mengalami serangan vertigo parah yang berlangsung lama dan menyebabkan disorientasi.
Gejala vertigo dapat dipicu oleh perubahan posisi kepala, gerakan tiba-tiba, atau bahkan tanpa pemicu yang jelas.
Penting untuk mencatat gejala yang dialami dan faktor-faktor yang mungkin memicu vertigo agar dokter dapat menentukan penyebabnya dengan lebih akurat.
Penyebab Vertigo: Kondisi Medis dan Faktor Risiko
Vertigo dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab vertigo yang paling umum:
- Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium karbonat di telinga bagian dalam berpindah dari lokasi normalnya dan masuk ke saluran setengah lingkaran. Perpindahan ini mengganggu sinyal keseimbangan ke otak, menyebabkan vertigo.
- Meniere’s Disease: Gangguan telinga bagian dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan. Selain vertigo, penyakit Meniere juga dapat menyebabkan tinnitus dan gangguan pendengaran.
- Vestibular Neuritis dan Labyrinthitis: Infeksi virus atau bakteri pada saraf vestibular atau labirin di telinga bagian dalam. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan mengganggu sinyal keseimbangan ke otak.
- Migrain: Vertigo seringkali menjadi salah satu gejala migrain. Kondisi ini disebut sebagai migrain vestibular.
- Cedera Kepala: Trauma pada kepala dapat merusak telinga bagian dalam atau otak, menyebabkan vertigo.
- Penyakit Saraf: Kondisi seperti multiple sclerosis dan stroke dapat memengaruhi keseimbangan dan menyebabkan vertigo.
- Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu dan obat tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan vertigo sebagai efek samping.
Ada beberapa faktor risiko vertigo, antara lain:
- Usia lanjut.
- Riwayat vertigo dalam keluarga.
- Mengalami infeksi telinga sebelumnya.
- Pernah mengalami cedera kepala.
Kamu alami vertigo, ini Berbagai Obat Medis untuk Bantu Meredakan Vertigo.
Bagaimana Vertigo Didiagnosis?
Diagnosis vertigo melibatkan serangkaian pemeriksaan fisik dan tes untuk menentukan penyebabnya. Dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, gejala yang dialami, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Pemeriksaan fisik meliputi evaluasi keseimbangan, koordinasi, dan fungsi saraf. Dokter juga akan memeriksa telinga dan mata untuk mencari tanda-tanda gangguan pada sistem vestibular.
Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis vertigo meliputi:
- Dix-Hallpike Maneuver: Tes ini dilakukan untuk mendiagnosis BPPV. Dokter akan memposisikan kepala pasien dengan cara tertentu untuk melihat apakah vertigo dapat dipicu.
- Electronystagmography (ENG) dan Videonystagmography (VNG): Tes ini mengukur gerakan mata untuk mendeteksi masalah pada sistem vestibular.
- Tes Pendengaran (Audiometri): Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi pendengaran dan mendeteksi gangguan telinga bagian dalam.
- MRI atau CT Scan: Pemindaian otak dapat dilakukan untuk mendeteksi masalah pada otak yang dapat menyebabkan vertigo.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab vertigo.
Pengobatan Vertigo: Pilihan dan Efektivitasnya
Pengobatan vertigo bertujuan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Pilihan pengobatan vertigo bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan vertigo.
Beberapa pilihan pengobatan vertigo yang umum meliputi:
- Manuver Epley: Prosedur ini efektif untuk mengobati BPPV. Dokter akan melakukan serangkaian gerakan kepala untuk memindahkan kristal kalsium karbonat kembali ke lokasi normalnya di telinga bagian dalam.
- Obat-obatan: Obat-obatan seperti antihistamin, antiemetik, dan benzodiazepin dapat membantu meredakan gejala vertigo seperti mual, muntah, dan pusing.
- Terapi Vestibular: Program latihan khusus yang dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi gejala vertigo.
- Operasi: Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi mungkin diperlukan untuk mengobati vertigo yang disebabkan oleh penyakit Meniere atau kondisi lain yang parah.
Selain pengobatan medis, beberapa perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala vertigo, seperti menghindari alkohol dan kafein, mengurangi stres, dan mendapatkan istirahat yang cukup.
Rekomendasi Obat Vertigo di Halodoc
Berikut beberapa pilihan obat yang umum diresepkan untuk membantu meredakan gejala vertigo:
- Betahistine 6 mg (10 Tablet). Mengandung Betahistine Mesylate, obat ini digunakan untuk meredakan vertigo dan gangguan pendengaran yang berkaitan dengan penyakit Meniere.
- Dogmatil 50 mg (10 Kapsul). Dengan kandungan Sulpiride, obat ini efektif membantu mengatasi sakit kepala akibat vertigo maupun migrain.
- Mertigo SR 12 mg (10 Tablet). Diformulasikan untuk meredakan vertigo dan tinitus (telinga berdenging). Penggunaannya memerlukan resep dokter.
- Flunarizine 10 mg (10 Tablet). Mengandung Flunarizine HCl yang bermanfaat untuk mengatasi migrain, vertigo sentral atau perifer, serta gangguan sirkulasi darah.
- Dramamine 50 mg (10 Tablet). Obat ini mengandung Dimenhydrinate, berfungsi sebagai antihistamin untuk mencegah mual, muntah, dan pusing akibat vertigo.
Pencegahan Vertigo: Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan
Meskipun tidak semua penyebab vertigo dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko vertigo atau mengurangi frekuensi serangan:
- Hindari gerakan tiba-tiba: Gerakan kepala yang tiba-tiba dapat memicu vertigo.
- Kelola stres: Stres dapat memperburuk vertigo. Temukan cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau olahraga.
- Cukupi kebutuhan cairan: Dehidrasi dapat menyebabkan vertigo. Minumlah air yang cukup setiap hari.
- Hindari alkohol dan kafein: Alkohol dan kafein dapat memicu vertigo pada beberapa orang.
- Istirahat yang cukup: Kurang tidur dapat memperburuk vertigo. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
- Perhatikan posisi tidur: Tidur dengan posisi kepala sedikit ditinggikan dapat membantu mengurangi vertigo.
Pencegahan vertigo juga melibatkan pengelolaan kondisi medis yang mendasarinya, seperti migrain dan penyakit Meniere.
Nah, apabila Vertigo Kambuh, Ini Cara Tepat Mengatasinya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika vertigo disertai gejala berikut:
- Sakit kepala parah
- Demam
- Penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan
- Sulit berbicara
- Kelemahan pada lengan atau kaki
- Kehilangan kesadaran
- Jatuh atau kesulitan berjalan
- Nyeri dada
Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda kondisi serius seperti stroke atau infeksi otak yang memerlukan penanganan medis segera.
Segera konsultasikan diri ke dokter spesialis THT di Halodoc. Chat dokter kapan saja dan di mana saja melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2025. Vertigo: Causes, Symptoms, and Treatment
StatPearls. Diakses pada 2025. Vertigo.
PMC. Diakses pada 2025. Vertigo: A Review of Common Peripheral and Central Vestibular Disorders.
Healthline. Diakses pada 2025. Vertigo: Symptoms, Causes, Treatment, and More.
Medical News Today. Diakses pada 2025. Everything You Need to Know About Vertigo
Pertanyaan Umum Seputar Vertigo
- Apakah vertigo bisa sembuh total?
Vertigo bisa sembuh total, tergantung pada penyebabnya. BPPV seringkali dapat diobati dengan manuver Epley. Vertigo yang disebabkan oleh infeksi atau migrain biasanya akan membaik setelah kondisi yang mendasarinya diobati.
- Apakah vertigo berbahaya?
Vertigo umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh. Vertigo yang disebabkan oleh kondisi serius seperti stroke memerlukan penanganan medis segera.
- Apa yang harus dilakukan saat serangan vertigo datang?
Saat serangan vertigo datang, sebaiknya duduk atau berbaring di tempat yang aman. Hindari gerakan tiba-tiba dan fokus pada satu titik. Jika memungkinkan, minta bantuan orang lain.
- Bagaimana cara membedakan vertigo dengan pusing biasa?
Vertigo adalah sensasi berputar yang berbeda dengan pusing biasa. Pada vertigo, kamu merasa seolah-olah diri kamu atau sekeliling kamu bergerak atau berputar. Pusing biasa lebih sering digambarkan sebagai perasaan ringan kepala atau kehilangan keseimbangan.


