• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Ibu Hamil Alami Kandung Kemih Overaktif

Penyebab Ibu Hamil Alami Kandung Kemih Overaktif

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kandung kemih overaktif merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan rasa ingin buang air kecil. Bagi yang tidak kuat menahannya, pengidap sering kali mengompol karena tidak dapat menahan hasrat ingin buang air kecil. Parahnya, hasrat ingin buah air kecil akan semakin parah saat malam hari. Kondisi ini rentan dialami oleh ibu hamil, apa alasannya?

Baca juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

Alasan Ibu Hamil Alami Kandung Kemih Overaktif

Desakan ingin buang air kecil terus-menerus ini cukup menyusahkan, karena tidak mengenal situasi. Terkadang keinginan ini pun tidak bisa dikendalikan. Pada ibu hamil, adanya janin yang menekan kandung kemih merupakan alasan utama mengapa ibu hamil kerap mengidap kandung kemih overaktif. Tekanan janin pada kandung kemih akan merangsang otot kandung kemih untuk berkontraksi dan mendorong urine ke luar. 

Baca juga: Anyang-Anyangan Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih?

Apa Gejala yang Tampak pada Pengidap?

Gejala yang tampak akan berbeda pada masing-masing pengidap. Umumnya, gejala akan ditandai dengan:

  • Merasakan adanya dorongan yang tiba-tiba untuk buang air kecil. Hasrat tersebut akan sulit untuk dikontrol

  • Mengalami inkontinensia urgensi, yaitu pengidap tidak dapat mengendalikan kandung kemihnya, sehingga mereka sering kali buang air kecil tanpa disengaja, atau urine terus-menerus keluar.

  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil, sebanyak delapan kali atau lebih per hari.

  • Sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Dorongan mendesak untuk buang air kecil pada malam hari akan membuat tidur yang seharusnya berkualitas menjadi terganggu. Meskipun hal tersebut umum terjadi pada seseorang dengan usia lanjut, kandung kemih overaktif bukan bagian normal dari penuaan.

Disarankan untuk segera menemui dokter di rumah sakit terdekat jika kamu menemui gejalanya, seperti kandung kemih terasa tertekan. Perlu diketahui juga, tubuh setiap orang memiliki reaksi yang berbeda. Selalu diskusikan dengan dokter apa yang menjadi masalah kesehatanmu, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Menahan Kencing Berjam-jam, Benarkah Kandung Kemih Bisa Pecah?

Bukan Hanya Hamil, Ini Faktor Risiko Kandung Kemih Overaktif

Kandung kemih merupakan kantung tempat penyimpanan urine yang dihasilkan oleh ginjal. Saat kantung ini penuh, otot sekitar kandung kemih akan berkontraksi dan mengirimkan sinyal pada otak. Kemudian, otak akan memerintahkan kamu untuk bergegas ke kamar mandi. Ketika kandung kemih bermasalah, seseorang akan sering berkontraksi tanpa sengaja. Padahal, kandung kemih belum penuh.

Nah, kondisi tersebut yang dinamakan dengan kandung kemih overaktif, yang membuat pengidapnya memiliki hasrat ingin buang air kecil terus-menerus. Selain kehamilan, berikut beberapa faktor pemicu kandung kemih overaktif:

  • Mengidap penyakit parkinson, yaitu adanya gangguan progresif pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan gerak.

  • Mengidap multiple sclerosis, yaitu masalah pada sistem imun yang memengaruhi sel saraf dalam otot dan tulang belakang.

  • Mengidap stroke, yaitu penyakit yang muncul karena terganggunya fungsi otak akibat asupan darah yang tidak tercukupi.

  • Bayi yang terlahir dengan cacat tabung saraf.

  • Mengidap infeksi otak atau sumsum tulang belakang.

  • Mengidap trauma pada tulang belakang, panggul, atau perut.

  • Adanya batu, pembesaran prostat, atau tumor pada kandung kemih yang memicu selalu ingin buang air kecil. Namun, aliran urine yang dikeluarkan sangat lemah dan sedikit.

Kandung kemih overaktif meningkatkan aktivitas otot kandung kemih, sehingga memicu rasa ingin buang air kecil terus-menerus. Gejala lain yang dapat dialami oleh sebagian pengidap adalah rasa nyeri dan sensasi rasa terbakar saat buang kecil. 

Referensi:

Urology Care Foundation. Diakses pada 2020. What Is Overactive Bladder?

Medline Plus. Diakses pada 2020. Overactive Bladder.

Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Overactive Bladder.

WebMD. Diakses pada 2020. What Is Overactive Bladder?