• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perkembangan Bayi 21 Bulan

Perkembangan Bayi 21 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bayi sering merasa kesulitan untuk menunjukkan emosi, sehingga berujung pada tantrum. Anak-anak yang mengalami tantrum ditandai dengan menangis kencang, berguling-guling di lantai, hingga melempar barang. Ternyata, tantrum disebut lebih rentan terjadi pada bayi yang mulai memasuki usia 21 bulan. Biasanya, bayi yang mengalami tantrum tengah berusaha menyampaikan sesuatu, seperti rasa lelah, ngantuk, lapar, atau bosan. 

Oleh karena merasa kesulitan untuk mengerti, tidak jarang orangtua menjadi gemas dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saat bayi usia 21 tahun mengalami tantrum, orangtua sebaiknya tetap tenang dan hindari berteriak pada anak. Terkadang, menangani bayi yang tantrum harus dilakukan dengan sikap yang lembut dan suara yang rendah. Saat anak mulai tenang, cobalah untuk mulai menanyakan hal apa yang sebenarnya menjadi alasan di balik tantrum anak. 

Baca juga: Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orang Tua

Usia 21 Bulan, Bayi bisa….

Perkembangan bayi menjadi hal yang menggemaskan dan bisa membuat orangtua merasa haru dan bangga. Pada usia 21 bulan atau 1 tahun 9 bulan, biasanya sudah ada banyak hal yang berkembang pada bayi. Di usia tersebut, umumnya Si Kecil sudah mulai mengenal anggota tubuhnya, berlari, berbicara, dan menggabungkan dua kata atau lebih, menendang dan melempar bola, serta berusaha melompat. Bayi berusia 21 bulan juga sudah bisa menyikat gigi sendiri serta belajar mencuci dan mengelap tangan. 

Bayi usia 21 bulan sudah mulai aktif berlari dan memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan lompatan-lompatan. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan keamanan anak selalu terjaga, sehingga terhindar dari luka atau cedera yang bisa berakibat fatal. Meski begitu, bukan berarti orang tua harus melarang anak dalam mengembangkan kemampuannya. 

Peran terbaik yang bisa dilakukan orang tua pada masa ini adalah menjadi pendamping terbaik untuk anak. Ayah dan ibu perlu selalu mengingatkan hal-hal yang mungkin membahayakan anak, tetapi tetap harus memberi Si Kecil kebebasan untuk bermain dan mengeksplorasi fungsi dari semua bagian tubuhnya, terutama kaki dan tangan. Pada usia ini, bayi biasanya menjadi gemar memanjat atau menaiki tempat-tempat yang tinggi. Orang tua sebaiknya selalu berada di sekitar anak dan membantunya jika mengalami kesulitan. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 12 Bulan

Pada usia ini, bayi mungkin juga akan mengalami gangguan tidur di malam hari. Perubahan jadwal tidur juga mulai terjadi pada anak usia 1 tahun 9 bulan. Dari semua hal yang bisa terjadi, bayi mungkin saja mengalami keresahan dan gangguan saat tidur di malam hari. Pada masa ini, bayi mungkin mengalami night terror atau gangguan tidur. 

Anak berusia 21 bulan bisa mengalami gangguan, seperti berteriak, ketakutan yang intens, berkeringat, bahkan sampai terbangun dan menangis serta memukul. Night terror berbeda dengan mimpi buruk. Saat mengalami night terror, mata anak akan terbuka sambil berkeliling, menangis, bahkan berteriak. Sementara saat mengalami mimpi buruk, Si Kecil biasanya tetap tertidur pulas, tetapi pergerakan matanya cepat. Night terror biasanya tidak berbahaya, tetapi orang tua harus menenangkan anak yang mengalami gangguan ini, sehingga ia tidak lagi merasa takut atau bahkan trauma. 

Baca juga: 4 Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia 0-12 Bulan

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Parents. DIakses pada 2019. 21 Month Old Child Development.
Baby Center. Diakses pada 2019. Tantrums.
Baby Center. Diakses pada 2019. Your 21-month-old: Week 1.