• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Lakukan Konseling Sebelum Perceraian?

Perlukah Lakukan Konseling Sebelum Perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahannya akan berlangsung awet dan langgeng sampai maut memisahkan. Namun, ketika hubungan dihadapkan pada banyak tekanan dan masalah hidup, tidak sedikit pasangan yang menjadi goyah dan mempertimbangkan untuk bercerai.

Bila kamu termasuk salah satu orang yang sedang mempertimbangkan perceraian, ada baiknya kamu dan pasangan melakukan konseling pernikahan dulu sebelum mengambil keputusan tersebut. Konseling sebelum perceraian sangat penting untuk membantu memperbaiki masalah yang terjadi di antara pasangan dan bila memungkinkan, untuk memulihkan kembali hubungan yang retak menjadi lebih sehat dan bahagia.

American Psychological Association (APA) memperkirakan bahwa tingkat perceraian pada pasangan di Amerika Serikat tetap stabil, yaitu berkisar antara 40–50 persen. Namun, beberapa laporan mulai menunjukkan bahwa tren perceraian mungkin menurun, dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah konseling yang dilakukan bersama pasangan sebelum perceraian. Faktanya, 97 persen pasangan yang mengunjungi terapi tentang masalah perkawinan mereka mengakui bahwa konseling sebelum perceraian sangat membantu.

Inilah alasan mengapa melakukan konseling sebelum perceraian sangat penting:

1. Memastikan Kamu dan Pasangan untuk Bercerai atau Tidak

Konseling sebelum perceraian adalah satu-satunya cara untuk mencari tahu solusi apa yang terbaik bagi kamu dan pasangan. Namun, perlu dipahami dulu sebelumnya bahwa konseling tidak selalu menyelamatkan pernikahan seseorang. 

Banyak pasangan pergi konseling untuk membantu memperbaiki pernikahan mereka yang rusak, tetapi akhirnya tetap bercerai. Orang-orang mungkin akan mengatakan bahwa konseling itu tidak berhasil. Namun kenyataannya, dalam banyak kasus, perceraian merupakan solusi terbaik bagi pasangan tersebut.

Ketika kamu pergi untuk melakukan konseling sebelum perceraian, seorang konselor pernikahan yang baik akan menunjukkan kepada kamu dan pasangan bagaimana memperbaiki pernikahan kalian berdua. Namun, bila ia menyadari bahwa perceraian adalah pilihan yang lebih baik untuk kedua belah pihak, maka ia akan memberitahukannya. 

Hal ini juga bukan berarti konseling tidak bisa menyelamatkan pernikahan. Manfaat konseling pernikahan sangat banyak, dan ketika kamu ingin bercerai, konseling dapat menjadi cara ampuh untuk memulihkan ikatan pernikahan yang genting dan untuk memahami apakah perceraian adalah keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Pernikahan Tidak Akur atau Cerai, Mana yang Lebih Bahaya?

2. Belajar untuk Memiliki Komunikasi yang Lebih Baik dengan Pasangan untuk Memahaminya

Metode yang digunakan dalam terapi paling sering didasarkan pada komunikasi. Konseling perceraian dapat membantu pasangan untuk memiliki komunikasi yang lebih baik, sehingga dapat memahami satu sama lain. Kamu bisa mempelajari kebutuhan, keinginan, emosi, dan masalah yang dimiliki pasangan, begitu juga sebaliknya. 

Sebagian besar pasangan tidak dapat mengatasi masalah di antara mereka karena kurangnya komunikasi yang baik. Jadi, dengan belajar berkomunikasi yang baik, masalah pernikahan yang ada dapat diselesaikan, sehingga perceraian tidak lagi diperlukan.

3. Membantu Membangun Komunikasi yang Lebih Baik untuk Anak-Anak

Belajar membangun komunikasi yang baik di dalam pernikahan juga dapat membantu menyelesaikan masalah lainnya, yaitu anak-anak. Di setiap keluarga yang disfungsional, anak-anak adalah pihak yang paling menderita. Ketika orangtua bertengkar, anak-anak mengingat perilaku orangtuanya tersebut dan secara tidak sadar akan mengadopsinya menjadi perilaku mereka sendiri. Hal ini akan mengakibatkan masalah yang serius bagi sang anak dalam kehidupannya ketika dewasa nanti.

Nah, dengan belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan secara damai, hal ini akan membantu anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang sehat. Hal ini juga akan menumbuhkan gaya komunikasi yang sehat di dalam diri anak-anak itu sendiri yang akan mereka terapkan dalam hubungan dengan orang lain kelak di masa depan.  

Baca juga: 7 Efek Buruk Perceraian Bagi Anak

4. Kamu Akan Lebih Bahagia

Sebelum memutuskan untuk menikah, banyak pasangan yang sebenarnya sudah menyadari bahwa pernikahan akan mengubah hidup mereka. Mereka tidak bisa lagi hidup sebebas ketika masih lajang dulu, karena komitmen pernikahan akan memberi batasan-batasan dalam hidup mereka. Tidak peduli seberapa besar kamu mencintai pasangan, kehilangan teman satu per satu dan rutinitas rumah tangga mungkin dapat membuat kamu jatuh ke dalam suasana hati yang tidak menyenangkan, seperti stres dan depresi.

Nah, berbicara dengan seorang terapis dalam konseling pernikahan sebelum perceraian akan mengingatkan kamu bagaimana kamu dan pasangan pernah hidup dengan sangat bahagia. Terapis pernikahan akan membantu kamu menemukan kegembiraan dan kebahagiaan dalam pernikahan sekali lagi. 

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Itulah alasan pentingnya melakukan konseling sebelum perceraian. Bila kamu memiliki masalah dalam rumah tangga, kamu bisa curhat dan membicarakannya pada psikolog terpercaya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/ Voice Call dan Chat, kamu bisa berbicara dengan psikolog kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Marriage. Diakses pada 2020. Benefits of Marriage Counseling Before Divorce.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. The Benefits of Couples Therapy While Separated.