Ad Placeholder Image

Polimenorea: Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   30 Januari 2026

Pada kondisi polimenorea, wanita mengalami menstruasi lebih dari satu kali dalam sebulan.

Polimenorea: Ini Gejala, Penyebab, dan PengobatannyaPolimenorea: Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

DAFTAR ISI


Menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami wanita sebagai bagian dari sistem reproduksi. Namun, siklus menstruasi setiap wanita bisa berbeda-beda.

Ada yang siklusnya teratur, ada pula yang tidak. Salah satu gangguan siklus menstruasi yang perlu diwaspadai adalah polimenorea.

Gangguan ini dapat memengaruhi kesuburan wanita. Lantas, apa itu polimenorea dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Polimenorea?

Polimenorea adalah kondisi ketika siklus menstruasi terjadi lebih sering dari biasanya, yaitu kurang dari 21 hari. Normalnya, siklus menstruasi berlangsung antara 21 hingga 35 hari.

Pada kondisi ini, wanita mengalami menstruasi lebih dari satu kali dalam sebulan.

Kondisi ini berbeda dengan menoragia (menstruasi berkepanjangan) atau metroragia (perdarahan di antara periode menstruasi). Polimenorea berkaitan dengan frekuensi menstruasi yang meningkat.

Penyebab Polimenorea

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan polimenorea, di antaranya:

  • Ketidakseimbangan hormonal. Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi siklus menstruasi. Kondisi ini sering terjadi pada masa pubertas dan menjelang menopause.
  • Stres dan gaya hidup. Tingkat stres yang tinggi, perubahan berat badan drastis, atau pola makan yang tidak sehat dapat memengaruhi siklus menstruasi.
  • Kondisi medis. Beberapa kondisi medis seperti gangguan tiroid, penyakit radang panggul (PID), atau endometriosis dapat menyebabkan polimenorea.
  • Penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi siklus menstruasi.
  • Polip atau fibroid rahim. Pertumbuhan abnormal pada rahim dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur.

Ketahui juga informasi mengenai Apa Itu Kesuburan? Faktor Pendukung dan Cara Meningkatkannya berikut ini.

Gejala Polimenorea yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama polimenorea adalah siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari.

Selain itu, wanita dengan polimenorea mungkin mengalami gejala lain seperti:

  • Menstruasi yang terjadi lebih sering dari biasanya.
  • Perdarahan yang lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.
  • Nyeri panggul.
  • Perubahan suasana hati (mood swing).
  • Kelelahan.

Mengalami masalah selama menstruasi? Saatnya Konsultasi ke Dokter Spesialis Obgyn di Halodoc berikut ini.

Bagaimana Diagnosis Polimenorea Dilakukan?

Diagnosis polimenorea melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan panggul.
  • Riwayat menstruasi. Dokter akan menanyakan riwayat menstruasi secara rinci, termasuk frekuensi, durasi, dan jumlah perdarahan.
  • Tes hormon. Tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa kadar hormon estrogen, progesteron, dan hormon tiroid.
  • USG panggul. USG dapat membantu mengidentifikasi masalah pada rahim atau ovarium, seperti polip, fibroid, atau kista.
  • Biopsi endometrium. Dalam beberapa kasus, biopsi endometrium (pengambilan sampel jaringan dari lapisan rahim) mungkin diperlukan untuk memeriksa adanya kelainan sel.

Cara Mengatasi Polimenorea

Pengobatan polimenorea tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Terapi hormonal. Pil KB atau alat kontrasepsi hormonal lainnya dapat membantu mengatur siklus menstruasi.
  • Obat-obatan. Obat-obatan seperti ibuprofen atau asam traneksamat dapat membantu mengurangi perdarahan dan nyeri.
  • Prosedur bedah. Jika polimenorea disebabkan oleh polip atau fibroid, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkatnya.
  • Perubahan gaya hidup. Mengelola stres, menjaga berat badan yang sehat, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu mengatur siklus menstruasi.

Menurut WHO, penanganan gangguan menstruasi seperti polimenorea memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk perubahan gaya hidup dan intervensi medis yang sesuai.

Apakah Siklus Menstruasi Tidak Teratur? Saatnya Konsultasi ke Dokter Ini untuk tahu penanganan yang tepat.

Apakah Polimenorea Memengaruhi Kesuburan?

Polimenorea dapat memengaruhi kesuburan karena siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mempersulit proses ovulasi.

Jika ovulasi tidak terjadi secara teratur, peluang untuk hamil akan berkurang. Selain itu, ketidakseimbangan hormonal yang mendasari polimenorea juga dapat memengaruhi kesuburan.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur memiliki peluang kehamilan yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita dengan siklus menstruasi yang teratur.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari secara konsisten.
  • Perdarahan yang sangat banyak atau berkepanjangan.
  • Nyeri panggul yang parah.
  • Pusing atau lemas.
  • Kesulitan untuk hamil.

Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk gangguan menstruasi guna mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pencegahan Polimenorea

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah polimenorea meliputi:

  • Menjaga berat badan ideal: Berat badan yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormonal.
  • Mengelola stres: Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau terapi dapat membantu mengurangi stres.
  • Pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya akan serat, vitamin, dan mineral.
  • Olahraga teratur: Olahraga ringan hingga sedang secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan: Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta perubahan gaya hidup yang sehat, wanita dengan polimenorea dapat meningkatkan kualitas hidup dan peluang untuk hamil.

Hubungi Dokter Ini untuk Perawatan Polimenorea

Apabila kamu membutuhkan info perawatan polimenorea lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis obgyn.

Dokter spesialis obgyn di Halodoc telah berpengalaman bertahun-tahun serta memperoleh ulasan positif dari pasien sebelumnya.

Berikut beberapa dokter yang bisa dihubungi melalui Halodoc:

  • dr. Marsell Phang, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Sam Ratulangi (2018). Saat ini praktik di Gresik, Jawa Timur, anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2017). Kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Fitria Angela Umar, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, lulusan Universitas Sam Ratulangi (2022). Kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter-dokter di atas siap memberikan prosedur perawatan polimenorea dengan lebih akurat dan aman.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.

Kamu pun bisa langsung tanya dokter dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2025. Polymenorrhea: Definition, Causes, and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2025. Polymenorrhea.
Very Well Health. Diakses pada 2025. Polymenorrhea and Abnormal Uterine Bleeding.