• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rambut Rontok pada Anak Bisa Jadi Tanda Stres?

Rambut Rontok pada Anak Bisa Jadi Tanda Stres?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Rambut rontok memang menjadi salah satu masalah yang biasa terjadi pada orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut dialami oleh anak-anak. Sebagai orangtua, ibu pasti merasa sangat cemas jika hal ini terjadi pada si buah hati. Hal yang perlu ibu ketahui, rambut rontok pada anak bukanlah tanda mereka mengidap stres.

Baca juga: Cara Mengobati Rambut Rontok Secara Alami

Hal yang perlu diwaspadai adalah, kerontokan rambut pada anak merupakan pertanda jika Si Kecil tengah mengidap masalah kesehatan tertentu. Salah satu penyebab rambut rontok pada anak yang umum terjadi adalah kelainan kulit kepala. Bukan hanya itu saja, berikut penyebab rambut rontok pada anak yang perlu ibu waspadai!

  • Tinea Capitis

Penyebab rambut rontok pada anak yang pertama adalah tinea capitis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kepala dan batang rambut. Penyebabnya adalah, berbagi barang pribadi dengan orang lain, seperti topi, sisir, atau helm. Tinea capitis juga dikenal dengan istilah kurap di kulit kepala.

Anak-anak pengidap tinea capitis akan ditandai dengan bercak bekas rambut rontok yang berbentuk titik-titik hitam. Bukan hanya itu saja, kulit kepala akan tampak merah, bersisik, serta memiliki tekstur yang bergelombang. Saat muncul, gejala akan diperparah dengan demam, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Ibu perlu tahu bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menular pada orang lain. Langkah pengobatannya adalah mengonsumsi dan memakai obat serta sampo antijamur. Jika keduanya tidak dapat mengatasi tinea capitis, segera temui dokter di rumah sakit terdekat ya, bu!

  • Alopecia Areata

Penyebab rambut rontok pada anak selanjutnya adalah alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang menjadi penyebab rambut rontok. Skemanya, 1 dari 1.000 anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang menyerang folikel tempat tumbuhnya rambut, sehingga menyebabkan kerontokan rambut. Jika dibiarkan saja, rambut di kepala bisa saja menjadi botak menyeluruh, bahkan rambut di area tubuh lainnya.

Baca juga: 6 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

  • Trikotilomania

Trikotilomania merupakan sebuah kelainan yang ditandai dengan mencabut sendiri secara paksa rambut yang ada di kepala. Kondisi tersebut bisa disebut dengan gangguan obsesif kompulsif. Meskipun rambut akan kembali tumbuh, tapi gangguan obsesif kompulsif pada anak harus segera ditangani dengan tepat.

  • Effluvium Telogen

Saat telogen (bagian siklus pertumbuhan rambut) berhenti tumbuh atau beristirahat, rambut secara otomatis akan mengalami kerontokan, untuk digantikan dengan sel rambut yang baru. Jika kondisi ini dialami oleh orang dewasa, mereka akan mengalami kerontokan sebanyak 50-100 helai per hari. Berbeda dengan anak-anak, mereka bisa saja mengalami kerontokan sebanyak 300 helai per hari.

Selain kerontokan rambut yang parah, anak akan mengalami demam tinggi. Proses pertumbuhan rambut pun akan berjalan dengan lebih lama daripada orang dewasa, yaitu selama 6-12 bulan.

  • Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan kelenjar tiroid yang dibutuhkan tubuh. Jika hal tersebut terjadi, kerontokan rambut merupakan salah satu gejalanya, yang diikuti dengan gejala susulan, seperti peningkatan berat badan, sembelit, merasa kelelahan, serta rambut kering.

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

Selain beberapa masalah kesehatan tersebut, kurangnya nutrisi menjadi salah satu penyebab rambut rontok pada anak. Saat anak tidak mendapatkan cukup mineral, vitamin, dan protein, maka rambut rontok menjadi salah satu tandanya. Jadi, kerontokan rambut pada anak bukan disebabkan oleh adanya stres, tapi karena adalah sejumlah kondisi kesehatan tertentu.

Referensi:

American Hair Loss Association. Diakses pada 2020. Childrend's Hair Loss.
WebMD. Diakses pada 2020. Hair Loss in Children.
Medical News Today. Hair Loss in Children: What to Know.