• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain Tunda Kehamilan, Ini 6 Manfaat Pil KB bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain Tunda Kehamilan, Ini 6 Manfaat Pil KB bagi Kesehatan

Selain Tunda Kehamilan, Ini 6 Manfaat Pil KB bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 November 2021
Selain Tunda Kehamilan, Ini 6 Manfaat Pil KB bagi Kesehatan

“Tak hanya dapat menunda kehamilan, ternyata pil KB juga memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan wanita. Contohnya seperti membantu haid lebih teratur, meringankan nyeri saat haid, menurunkan risiko kanker ovarium, hingga membantu mengatasi endometriosis. Meski begitu, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu kepada dokter terkait penggunaannya, guna menghindari risiko efek samping yang mengintai.”

Halodoc, Jakarta – Pil KB merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi wanita yang paling banyak digunakan saat ini. Pil tersebut bekerja dengan cara memengaruhi hormon pada tubuh, dan berfungsi untuk menunda kehamilan. Namun, siapa sangka kalau ternyata pil KB juga memiliki beragam manfaat kesehatan selain tunda kehamilan. 

Manfaat tersebut membuat pil KB tak hanya dapat dikonsumsi  wanita yang sudah menikah, tetapi wanita yang belum menikah pun juga dapat menggunakannya. Lantas, kira-kira apa saja manfaat pil kb bagi kesehatan? Yuk, simak informasinya di sini!

Ketahui Manfaat Lain Pil KB

Berikut adalah beberapa manfaat lain dari pil KB yang dapat diperoleh, antara lain:

  1. Membantu Haid Lebih Teratur

Banyak wanita menggunakan pil KB karena dapat membuat siklus menstruasi mereka teratur dan diprediksi.  Perlu diketahui bahwa haid yang tidak teratur kebanyakan disebabkan oleh gangguan hormon reproduksi. 

Nah, dengan mengonsumsi pil KB, maka tubuhmu dapat membantu memperbaiki hormon tersebut. Di samping itu, hormon dalam pil KB juga dapat mengurangi kram menstruasi dan membuat menstruasi menjadi lebih ringan.

  1. Meringankan Nyeri Saat Haid

Dilansir dari Healthline, sekitar 31 persen wanita yang menggunakan pil KB menyebutkan bahwa, nyeri haid menjadi alasan mereka untuk terus mengonsumsi pil tersebut. Sebab, pil KB hormonal berfungsi untuk mencegah terjadinya ovulasi pada tubuh. 

Ketika seseorang tidak mengalami ovulasi, maka rahim tidak akan mengalami kontraksi menyakitkan yang dapat menyebabkan kram. Namun, perlu diingat bahwa sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter spesialis, sebelum menggunakan pil KB untuk mengobati nyeri menstruasi.

  1. Mengatasi Masalah Kulit Tertentu

Tingginya kadar androgen (testosteron) melebihi batas normal pada wanita dapat memungkinkan terjadinya penumbuhan rambut di beberapa tempat. Misalnya seperti atas bibir (kumis), di bawah dagu, di antara payudara, hingga bagian dalam paha. Di samping itu, ketidakstabilan hormon juga dapat membuat timbulnya jerawat saat wanita mengalami pre menstruasi syndrome (PMS). 

Dilansir dari Web MD, manfaat pil KB dapat mengatasi masalah kulit seperti jerawat sekaligus pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan. Pasalnya, pil KB akan bekerja dengan cara mengurangi produksi androgen yang dihasilkan oleh ovarium dalam tubuh.

  1. Menurunkan Risiko Kanker Ovarium

Salah satu manfaat pil KB lainnya yang patut dipertimbangkan adalah menurunkan risiko kanker rahim atau kanker ovarium. Hal tersebut merujuk pada riset terbaru yang dilakukan oleh British Medical Journal tahun 2018.

Studi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pil KB kombinasi dapat mengurangi risiko kanker ovarium, hingga 21 persen. Pil KB kombinasi yang digunakan tersebut memiliki kandungan hormon estrogen dan progesteron.

  1. Menurunkan Risiko Terjadinya Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan kantung kecil yang berisikan cairan yang tidak terbentuk pada ovarium, selama ovulasi berlangsung. Kantung kecil tersebut tidaklah berbahaya, tetapi terkadang menyakitkan. Nah, wanita yang mengidap sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) umumnya memiliki sejumlah besar kista kecil pada ovarium mereka. 

Penggunaan pil KB sebagai kontrasepsi hormonal dipercaya dapat menurunkan risiko kista ovarium, karena dapat mencegah terjadinya ovulasi. Ovulasi yang tidak terjadi dapat mencegah pembentukan kista tersebut.

  1. Mengatasi Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi yang terjadi saat jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di area selain rahim. Nah, jaringan endometrium sendiri akan mengeluarkan darah selama menstruasi berlangsung, tanpa terkecuali yang tumbuh di area selain rahim. Alhasil, rasa sakit dan peradangan dapat muncul, ketika jaringan endometrium mengeluarkan darah di tempat-tempat di mana darah tidak dapat mudah keluar dari tubuh.

Berdasarkan cara kerjanya, pil kontrasepsi mampu mengurangi penumpukan jaringan dalam rahim, sehingga dapat menurunkan risiko akan tumbuhnya endometrium di luar rahim. Inilah mengapa dokter biasanya akan meresepkan pil KB untuk perempuan yang mengidap endometriosis.  

Nah, itulah beberapa manfaat kesehatan penggunaan pil KB, selain menunda kehamilan. Mulai dari membantu haid lebih teratur, hingga membantu mengatasi gangguan kesehatan endometriosis.

Meski pil KB dijual bebas, tapi jika ingin menggunakan pil KB untuk tujuan terapi lain, kamu diharuskan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya, pil KB dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi secara sembarangan. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter untuk bertanya seputar pil KB dan manfaatnya selain menunda kehamilan. Tentunya secara langsung lewat fitur chat/video call pada aplikasinya. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download  Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. The Effects of Hormonal Birth Control on Your Body
Healthline. Diakses pada 2021. 10 Benefits of Birth Control Beyond Preventing Pregnancy
WebMD. Diakses pada 2021. Birth Control: Benefits Beyond Pregnancy Prevention
Planned Parenthood. Diakses pada 2021. What are the benefits of the birth control pill?
British Medical Journal. Diakses pada 2021. Association between contemporary hormonal contraception and ovarian cancer in women of reproductive age in Denmark: prospective, nationwide cohort study