• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Simpatektomi, Operasi Medis untuk Menangani Penyakit Buerger

Simpatektomi, Operasi Medis untuk Menangani Penyakit Buerger

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Penyakit Buerger, atau dikenal dengan thromboangiitis obliterans, merupakan penyakit langka yang menyerang pembuluh darah pada lengan dan kaki. Dikutip dari laman Mayo Clinic, penyakit ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah, sehingga menjadikannya tersumbat dengan munculnya pembekuan darah. 

Pada akhirnya, penyumbatan ini merusak jaringan kulit, mengakibatkan infeksi dan gangren. Biasanya, penyakit Buerger muncul pertama kali pada bagian tangan dan kaki, kemudian menyebar di area lain yang lebih besar. Sayangnya, hampir setiap orang yang mengalami masalah kesehatan ini adalah perokok berat. 

Mengenal Simpatektomi untuk Menangani Penyakit Buerger

Gejala dari penyakit Buerger adalah kesemutan atau mati rasa pada tangan maupun kaki, perubahan warna kulit menjadi lebih pucat pada area yang terinfeksi, rasa sakit yang hilang dan muncul kembali pada kaki atau lengan. Rasa sakit bisa terjadi ketika kamu beraktivitas dan mereda ketika kamu beristirahat. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Penyakit Buerger Diturunkan Secara Genetik

Gejala lainnya termasuk peradangan di sepanjang pembuluh darah vena tepat di bawah permukaan kulit karena terjadi pembekuan darah di pembuluh darah vena, jari-jari kaki yang berubah memucat ketika suhu dingin (fenomena Raynaud), dan munculnya luka terbuka yang menyakitkan pada jari tangan maupun kaki. 

Salah satu metode pengobatan yang digunakan untuk menangani penyakit Buerger adalah operasi simpatektomi. Jauh pada dada bagian dalam, ada struktur yang disebut rantai saraf simpatis mengalir naik dan turun di sepanjang tulang belakang. Ketika simpatektomi dilakukan, dokter akan memotong atau menjepit rantai saraf ini, sehingga sinyal saraf tidak melewatinya. 

Berdasarkan laman Johns Hopkins Medicine, simpatektomi digunakan untuk mengobati kondisi yang disebut dengan hiperhidrosis atau keringat berat yang tidak normal pada telapak tangan, wajah, ketiak, dan kaki. Ini juga digunakan untuk wajah yang memerah, beberapa kondisi nyeri kronis dan fenomena Raynaud (kondisi yang mengarah pada kepekaan mendalam terhadap suhu dingin dan perubahan warna kulit. 

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali Cara Pencegahan Penyakit Buerger

Setelah menjalani prosedur ini, otak tidak dapat mengirim sinyal ke area yang berpengaruh untuk membuatnya berkeringat, memerah, atau bereaksi terhadap suhu dingin. Prosedur pembedahan ini bersifat permanen, digunakan sebagai upaya terakhir apabila langkah lain, seperti pengobatan tidak berhasil. 

Sementara itu, terkait penyakit Buerger, studi yang dipublikasikan dalam Indian Journal of Pain menyebutkan, prosedur simpatektomi secara signifikan mengurangi keparahan nyeri pada tungkai bawah pengidap penyakit Buerger. Dengan demikian, prosedur ini membantu meningkatkan kualitas hidup pengidap penyakit tersebut. 

Prosedur Simpatektomi 

Sebelum pembedahan, kamu akan diberikan anestesi. Lalu, dokter membuat 2 hingga 3 sayatan kecil di satu sisi dada di bawah ketiak. Selanjutnya, paru-paru akan berhenti bekerja dan digeser, sehingga dokter lebih mudah mencapai rantai saraf di sepanjang tulang belakang. 

Dokter lalu akan memasukkan kamera video kecil dan alat bedah untuk melihat dan mengarahkan ke bagian rantai saraf. Selanjutnya, dokter akan memotong atau menjepit rantai saraf pada tingkatan yang tepat, bergantung pada gejalanya.

Baca juga: Ketahui Prosedur Tes Allen untuk Diagnosis Penyakit Buerger

Setelah selesai, dokter akan mengembalikan kembali paru-paru, mengeluarkan kamera dan alat pendukung, lalu menjahit sayatannya. Kemudian, prosedur ini diulangi pada bagian tubuh yang lain. Seluruh prosedur biasanya memakan waktu sekitar satu jam. 

Selalu tanyakan dahulu pada dokter sebelum kamu memutuskan untuk menempuh prosedur ini untuk mengobati penyakit Buerger. Jangan lupa, supaya lebih mudah, pastikan kamu pakai aplikasi Halodoc untuk chat dengan dokter

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Buerger’s Disease.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Sympathectomy.
Indian Journal of Pain. Diakses pada 2020. Effect of Pre Amputation Lumbar Sympathectomy on Stump Pain of Lower Limbs in Patients of Thromboangiitis Obliterans (Buerger’s Disease)