• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terinfeksi HPV, Benarkah Tingkatkan Risiko Terkena Kanker Serviks? 

Terinfeksi HPV, Benarkah Tingkatkan Risiko Terkena Kanker Serviks? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc. Jakarta - Kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi karena infeksi virus bernama Human papillomavirus atau HPV. Infeksi virus ini menyebabkan sel kanker tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Dengan demikian, benar bahwa infeksi HPV merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker serviks. Selain itu, ada ciri lain yang juga perlu diwaspadai. 

Kabar buruknya, pada awalnya penyakit ini sering muncul tanpa gejala. Maka dari itu, pemeriksaan dini dan pemberian vaksin untuk mencegah kanker adalah hal yang penting untuk dilakukan. Karena disebabkan oleh HPV, maka cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menerima vaksin HPV sedini mungkin. Cari tahu lebih lanjut seputar kanker serviks dan cara mencegahnya pada artikel berikut ini!

Baca juga: Ini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Mencegah Kanker Serviks

Kanker serviks umumnya disebabkan oleh infeksi virus bernama Human papillomavirus atau HPV. Penularan virus penyebab penyakit ini terjadi melalui hubungan intim, termasuk seks oral. Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti memiliki lebih dari satu pasangan seksual, riwayat penyakit menular seksual, hingga aktif merokok. 

Sayangnya, penyakit ini sering terlambat dideteksi karena jarang menunjukkan gejala pada awal kemunculannya. Kalaupun ada, gejala yang muncul biasanya bersifat umum sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit lain. Kanker serviks biasanya baru akan menunjukkan gejala setelah memasuki stadium lanjut, yaitu saat sel kanker sudah menyebar ke jaringan sekitarnya. 

Kendati begitu, ada beberapa tanda yang bisa diamati dan mungkin merupakan gejala kanker serviks. Kondisi ini bisa ditandai dengan terjadi perdarahan di area Miss V di luar periode menstruasi, keluar keputihan yang encer atau berbau dan bercampur darah, serta nyeri panggul yang sangat mengganggu dan tak kunjung mereda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. 

Baca juga: Mengidap Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

Ini karena disebabkan oleh infeksi virus, maka cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan vaksin HPV. Semakin cepat vaksin ini diberikan, maka akan semakin baik perannya dalam mencegah kanker serviks. Rekomendasi pemberian vaksin HPV adalah sejak usia 10–13 tahun dengan dosis pemberian ulang hingga 3 kali dalam waktu 6 bulan.

Meski begitu, pemberian vaksin ini juga bisa diberikan setelah seseorang memasuki usia dewasa. Namun perlu diingat, pemberian vaksin hanya berguna untuk mengurangi risiko infeksi virus yang berujung pada kanker serviks. Vaksin tidak menjamin seseorang akan 100 persen terlindungi dari infeksi virus. 

Kamu tetap harus menjalani pola hidup sehat untuk mencegah infeksi virus, seperti menghindari perilaku seksual yang berisiko atau memiliki lebih dari satu pasangan, berhenti merokok, dan selalu mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, disarankan untuk menjalani Pap smear guna mendeteksi kanker sejak dini dan menghindari perilaku seks berisiko.

Oleh karena penyakit ini sering muncul tanpa gejala, penting untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama jika memiliki risiko tinggi. Jika muncul gejala atau kelainan pada area Miss V, segera pergi ke rumah sakit untuk mengetahui apa penyebab pastinya. 

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Gejala Kanker Serviks Ini

Jika ragu kamu bisa menyampaikan gejala yang muncul dan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cervical Cancer.
NCBI. Diakses pada 2020. Cancer, Cervical.