• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada DBD, jangan Biarkan Air Menggenang

Waspada DBD, jangan Biarkan Air Menggenang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah dengue, atau yang lebih akrab disebut dengan DBD, merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya, yang dapat menyebabkan komplikasi berupa perdarahan jika telat diatasi dengan tepat. 

Karena komplikasinya mampu membahayakan nyawa pengidapnya, butuh upaya mencegah demam berdarah yang tepat. Salah satunya adalah jangan biarkan ada genangan air di sekitar rumah. Berikut ulasan selengkapnya mengenai bagaimana langkah mencegah demam berdarah dengan tepat!

Baca juga: Begini Perbedaan Bintik Demam Berdarah dan Campak

Mencegah Demam Berdarah, jangan Biarkan Air Menggenang 

Hal yang harus diperhatikan dalam mencegah demam berdarah adalah jangan biarkan adanya genangan air di sekitar rumah. Pasalnya, nyamuk pembawa virus DBD berkembang biak pada genangan air yang tenang dan bersih. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka bersihkan semua tempat penampungan air secara rutin. Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  • Ganti air dalam vas bunga sebanyak dua hari sekali. Jangan lupa untuk membersihkannya secara rutin.

  • Jangan biarkan adanya genangan pada ember atau perabot rumah lainnya. Simpan dengan menutup atau menaruhnya secara terbalik.

  • Jika terdapat genangan air di atas permukaan tanah, kurangi kepadatan tanah agar air dapat terserap masuk ke dalamnya.

Baca juga: Angkak untuk Demam Berdarah, Bermanfaat atau Bahaya?

Langkah Lain Dalam Mencegah Demam Berdarah

Mungkin kamu sudah sangat akrab dengan istilah yang berbunyi 3M, yaitu menguras, menutup, serta mengubur. Namun, prinsip pencegahan DBD bukan hanya itu saja. Berikut langkah yang dapat dilakukan guna mencegah demam berdarah:

  • Pasang Kelambu Nyamuk

Untuk mencegah masuknya nyamuk DBD ke dalam rumah, kamu bisa memasang kelambu nyamuk di setiap lubang ventilasi rumah. Kelambu nyamuk sendiri ada yang terbuat dari kawat, magnet, atau jaring-jaring tipis. Selain memasak kelambu di ventilasi, kamu dapat memasang kelambu di kamar tidur mengelilingi ranjang

  • Jangan Menumpuk atau Menggantung Baju

Memiliki kebiasaan menggantung baju di kamar atau menumpuk cucian kotor di pojok kamar menjadi kedua hal yang digemari nyamuk untuk bersarang, karena mereka suka dengan aroma tubuh manusia. Jika memang baju yang habis dipakai masih ingin dipakai kembali, kamu dapat melipat dan menyimpannya di tempat yang tertutup.

  • Gunakan Losion Antinyamuk

Menggunakan losion antinyamuk merupakan salah satu langkah mencegah DBD. Kamu dapat menggunakannya setiap kali ingin bepergian ke luar rumah atau ke tempat terbuka. Untuk memilih losion yang ampuh, pilih yang mengandung ekstrak serai, geranium, lavender, lemon, atau peppermint.

Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan. Oleskan losion anti nyamuk pada bagian tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Jangan mengoleskan losion antinyamuk pada kulit yang tertutup pakaian. Saat tidak bepergian, tetap lindungi tubuh dengan losion antinyamuk, terutama saat menjelang tidur, karena nyamuk penyebab DBD aktif sepanjang malam.

Kamu perlu memastikan jika kamu dan anggota keluarga tidak alergi terhadap bahan-bahan obat nyamuk. Cara melihatnya adalah dengan mengoleskan sedikit losion pada kulit, sehari atau dua hari sebelum pemakaian. Jika muncul reaksi alergi, hentikan pemakaian dan basuh hingga bersih area kulit yang diolesi.

Setelah membersihkan area tersebut, tapi reaksi alergi tidak kunjung hilang, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan langkah perawatan yang tepat!

  • Gunakan Pakaian Tertutup

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, nyamuk penyebab demam berdarah akan aktif sepanjang malam. Langkah mencegah DBD selanjutnya adalah dengan menggunakan pakaian tertutup untuk melindungi kulit saat kamu keluar di malam hari. 

  • Lakukan Fogging Secara Rutin

Fogging merupakan langkah mencegah demam berdarah secara massal, yang dilakukan dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas. Kegiatan yang satu ini biasanya dilakukan saat musim pancaroba, dan kasus DBD mulai meningkat.

Obatnya sendiri mengandung zat kimia piretroid sintetis yang dilarutkan dengan air, kemudian diuapkan menjadi kabut asap. Asap inilah yang akan membunuh nyamuk serta jentik-jentik secara cepat. Setiap penghuni rumah wajib membiarkan semua pintu dan jendela rumah mereka terbuka selama aktivitas ini berlangsung.

Baca juga: Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Demam Berdarah

Langkah yang paling ampung dalam mencegah DBD adalah dengan melakukan vaksinasi di rumah sakit terdekat. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali, dengan masing-masing jarak pemberian selama 6 bulan. Vaksinasinya sendiri sudah dapat dilakukan sejak anak berusia 9 tahun. 

Referensi:

CDC. Diakses pada 2020. Avoid Dengue by Preventing Mosquito Bites.

WHO. Diakses pada 2020. Dengue and severe dengue.

NHS. Diakses pada 2020. Dengue.