
Waspada, Hipertensi Bisa Menurunkan Fungsi Otak
Hipertensi jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah di otak.

DAFTAR ISI
- Bagaimana Hipertensi Bisa Menurunkan Fungsi Otak?
- Ketahui Gejala Hipertensi
- Ini Penyebab Hipertensi
- Cara Mengatasi Hipertensi
- Kapan Harus ke Dokter?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Salah satunya yang jarang disadari adalah dampaknya pada fungsi otak. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat meningkatkan risiko penurunan daya ingat hingga demensia.
Bagaimana Hipertensi Bisa Menurunkan Fungsi Otak?
Hipertensi jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah di otak.
Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus membuat dinding pembuluh darah menebal dan menyempit.
Akibatnya, aliran darah yang seharusnya membawa oksigen dan nutrisi ke otak jadi terganggu.
Menurut Kementerian Kesehatan RI dan juga National Institute on Aging (AS), hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko demensia vaskular, yaitu jenis demensia yang disebabkan oleh gangguan aliran darah di otak.
Selain itu, penyebab hipertensi adalah:
- Stroke iskemik: ketika aliran darah ke otak terhenti karena sumbatan.
- Stroke hemoragik: pecahnya pembuluh darah otak akibat tekanan terlalu tinggi.
- Gangguan kognitif ringan: sulit fokus, mudah lupa, hingga menurunnya kemampuan berpikir.
Dengan kata lain, menjaga tekanan darah tetap stabil sangat penting untuk melindungi fungsi otak jangka panjang.
Ketahui Gejala Hipertensi
Pada banyak kasus, hipertensi tidak menunjukkan gejala spesifik. Namun, beberapa orang mungkin merasakan:
- Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala.
- Pusing atau rasa melayang.
- Penglihatan kabur.
- Sesak napas.
- Mimisan.
Meski begitu, gejala tersebut tidak selalu muncul. Itulah mengapa hipertensi sering kali baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin.
Selain itu, penting untuk memahami Klasifikasi Hipertensi dan Faktor Risiko yang Memengaruhinya.
Ini Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi bisa beragam, antara lain:
- Gaya hidup tidak sehat: konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, merokok, atau sering minum alkohol.
- Kondisi medis tertentu: diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan hormon.
- Faktor keturunan: riwayat keluarga dengan hipertensi.
- Usia: semakin bertambah usia, risiko tekanan darah tinggi juga meningkat.
Faktor-faktor ini dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku atau sempit, sehingga tekanan darah terus meningkat.
Cara Mengatasi Hipertensi
Jika kamu sudah terdiagnosis hipertensi, langkah-langkah berikut bisa membantu mengendalikannya:
- Mengonsumsi obat antihipertensi sesuai resep dokter.
- Mengurangi asupan garam dan makanan olahan.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari.
- Mengelola stres dengan relaksasi atau meditasi.
- Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
Perubahan gaya hidup ini bisa mendukung efektivitas pengobatan dan menurunkan risiko komplikasi.
Baca juga: Cara Menurunkan Darah Tinggi dalam 5 Menit.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami:
- Tekanan darah yang selalu tinggi meski sudah mengubah gaya hidup.
- Gejala seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, atau kesulitan bicara.
- Riwayat keluarga dengan stroke atau penyakit jantung.
Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi serius bisa dicegah sejak dini.
Jika kamu sering mengalami tekanan darah tinggi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis di Halodoc.
Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa konsultasi dengan mudah, aman, dan kapan saja tanpa perlu keluar rumah.
Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!


