• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Efek Skizofrenia saat Masa Kehamilan

Waspada, Ini Efek Skizofrenia saat Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang serius yang dapat menyebabkan halusinasi, delusi, dan masalah berpikir. Bagi wanita dengan skizofrenia yang sedang hamil, mungkin ada beberapa efek skizofrenia yang perlu kamu waspadai agar kondisi kesehatan janin dapat tetap terjaga.

Baca juga: Benarkah Orang Introvert Rentan Mengalami Skizofrenia?

Sekilas Tentang Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental serius di mana pengidapnya tidak bisa menafsirkan dunia nyata secara normal. Skizofrenia dapat menyebabkan beberapa kombinasi antara halusinasi, delusi serta pemikiran, dan perilaku yang sangat kacau, sehingga dapat mengganggu fungsi hidupnya sehari-hari, bahkan dapat melumpuhkan. Pengidap skizofrenia membutuhkan perawatan seumur hidup. Namun, pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat membantu mengendalikan gejala sebelum komplikasi serius berkembang.

Gejala Skizofrenia pada Masa Kehamilan

Wanita dengan skizofrenia yang sedang hamil mungkin bertanya-tanya, apakah gejala skizofrenia dapat memburuk selama masa kehamilan? Hal ini berbeda-beda pada tiap ibu hamil. Ada beberapa wanita yang mengalami gejala skizofrenia yang minimal selama kehamilan, sedangkan yang lain mungkin berjuang dengan gejala yang kerap mengganggu.

Berbagai gejala skizofrenia yang mungkin dapat muncul selama kehamilan, antara lain mendengar, merasakan, atau mencium hal-hal yang tidak ada, memikirkan keyakinan yang tidak logis atau tidak benar, atau memiliki pikiran atau ucapan yang tidak teratur. 

Beberapa gejala tersebut dapat membahayakan kesehatan kamu dan bayi dalam kandungan. Jadi, penting untuk memberitahukan pada obgyn tentang setiap gejala skizofrenia yang mungkin kamu alami. Obgyn mungkin dapat menganjurkan kamu untuk menemui dokter spesialis kandungan yang dapat membantu merawat wanita dengan kehamilan yang rumit dan berisiko tinggi.

Selain itu, ada kemungkinan juga skizofrenia baru dialami oleh seorang wanita untuk pertama kalinya selama masa kehamilan. Gejala skizofrenia biasanya muncul pada akhir masa remaja sampai awal umur tiga puluhan.

Efek Skizofrenia pada Masa Kehamilan

Memang tidak mudah menjalani kehamilan dalam kondisi skizofrenia. Pasalnya, gejala skizofrenia akan membuat ibu hamil sulit berpikir dan berperilaku dengan baik akhirnya dapat berdampak pada kondisi janin. Berikut ini efek skizofrenia yang mungkin dapat terjadi pada masa kehamilan:

1. Kondisi Janin Tidak Terpantau dengan Baik 

Wanita yang mengidap penyakit kejiwaan, termasuk skizofrenia selama masa kehamilan cenderung tidak mendapatkan perawatan prenatal secara teratur. Hal ini artinya ia akan lebih sedikit memeriksakan kehamilannya dengan dokter kandungan. Padahal, pemeriksaan kehamilan penting untuk dilakukan secara teratur untuk memantau kondisi janin dan mendeteksi lebih dini bila ada kelainan atau gangguan kesehatan pada janin. 

Baca juga: Pentingnya USG Saat Hamil

2. Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan 

Wanita dengan skizofrenia juga lebih cenderung menggunakan tembakau, alkohol, dan zat lain selama kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, termasuk persalinan prematur dan preeklampsia (tekanan darah tinggi yang berbahaya pada ibu hamil). 

Baca juga: Ini Dampak Bila Ibu Hamil Merokok

3. Mudah Mengalami Stres

Penyakit skizofrenia itu sendiri sebenarnya sudah dapat membuat ibu menjadi stres, karena gejalanya yang kerap muncul dan mengganggu. Selain harus berusaha mengatasi gejala yang menyerang, ibu pun mungkin juga dikhawatirkan oleh pikiran-pikiran tentang bagaimana pikiran, perilaku, atau bahkan gangguan kejiwaan itu sendiri dapat membahayakan janin. Tidak heran bila ibu hamil dengan skizofrenia akan mudah mengalami stres.

Apa yang Harus Ibu Hamil dengan Skizofrenia Lakukan?

Bagi kebanyakan pengidap skizofrenia, pengobatan memainkan peran penting untuk mengendalikan gejala skizofrenia. Namun, pengobatan skizofrenia bisa menimbulkan dilema bagi ibu hamil. 

Di satu sisi, tidak mengambil pengobatan sama sekali selama masa kehamilan dapat menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami gejala skizofrenia yang semakin parah yang juga dapat mengganggu kondisi janin. Namun, di sisi lain, pilihan pengobatan antipsikotik selama kehamilan masih kontroversial, terutama karena kurangnya penelitian dan data hasil. Banyak wanita yang mungkin akan memutuskan untuk tidak menerima pengobatan selama kehamilan karena takut membahayakan bayi. 

Inilah sebabnya penting untuk mendiskusikan pada dokter kandungan kamu tentang solusi terbaik untuk mengatasi atau menekan gejala skizofrenia selama kehamilan.

Itulah beberapa efek skizofrenia yang perlu kamu waspadai selama masa kehamilan. Bila ibu ingin bertanya-tanya lebih lanjut tentang kemungkinan untuk hamil dengan kondisi skizofrenia, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa minta saran kesehatan dari dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. Schizophrenia and Pregnancy: What to Know.
NCBI. Diakses pada 2020. Dilemma of treating schizophrenia during pregnancy: a Case series and a review of literature.