Bahaya FoMO buat Anak Muda Sulit Berkarya?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bahaya FoMO buat Anak Muda Sulit Berkarya?

Halodoc, Jakarta -   Perkembangan teknologi informasi memang memberikan manfaat bagi manusia. Segala informasi kini bisa dengan mudah diaskes dan penyebarannya terhitung cukup cepat. Namun, kondisi ini tidak selamanya memberikan manfaat positif. Akibat penyebaran informasi yang cepat ini maka muncul fenomena yang disebut fear of missing out atau dikenal dengan FoMO. Bahaya FOMO ini diduga membuat anak muda menjadi kurang kreatif dan sulit berkarya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca juga: Pengaruh Sosial Media pada Remaja

Mengenal Lebih Jauh Tentang FOMO

Fear of missing out adalah kecemasan yang umum dirasakan generasi muda. Kondisi ini semakin marak saat media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan media sosial sosial lainnya, berubah menjadi bagian penting di dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap hari, mulai dari seseorang bangun tidur sampai tidur lagi, berbagai orang maupun kelompok berbondong-bondong menyajikan atau berusaha menjadi yang pertama untuk mengabarkan suatu hal. Sementara mereka yang memiliki kondisi FoMO menjadi cemas, tidak nyaman, dan risau kalau kalau mereka ketinggalan sedikit saja informasi yang ramai di media sosial.

Menurut Department of Psychology, School of Social Sciences, Nottingham Trent University, Inggris, menyebutkan bahaya dari FoMO adalah membuat seseorang bisa berlaku di luar batas kewajaran di media sosial. Tidak hanya takut ketinggalan berita di media sosial, orang muda yang mengalami FoMo juga sengaja memasang gambar, tulisan, atau bahkan mempromosikan diri yang belum tentu benar hanya demi terlihat update. Ironisnya, banyak kalangan yang menganggap ini hanya sebagai cari sensasi dan kebahagiaan mereka di media sosial dirasa palsu.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai FoMO atau menanyakan kondisi kesehatan mental yang dialami, kini kamu bisa chat dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc. Dokter dan psikolog di aplikasi Halodoc memberikan saran yang tepat mengenai kondisi kesehatan yang dialami. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Hati-Hati Oversharing

Mengenal Dampak Negatif dari FoMo

Sudah jelas kondisi ini memberikan dampak buruk bagi generasi muda, misalnya:

  • Membuat Prestasi Menurun. FoMO bisa membuat anak mudah jadi kurang produktif akibat waktu mereka habis hanya untuk bermain di media sosial. Saat belajar pun mereka jadi kurang konsentrasi karena mereka terlalu sering membuka media sosial. Akibatnya, kondisi ini bisa menurunkan prestasi belajar anak-anak usia muda. 

  • Menyebabkan Gangguan Tidur. Tubuh manusia pada dasarnya memerlukan jeda untuk mengembalikan beberapa fungsi tubuh supaya bisa kembali bugar dan segar. Oleh karena itu, mereka perlu tidur. Di masa kini, saat platform media sosial berkembang, manusia malah menggunakan waktu mereka beristirahat di malam hari untuk berkegiatan di media sosial. Kebiasaan memainkan gadget sebelum tidur tersebut, menurut para ahli bisa menyebabkan tidur menjadi gelisah. Hal ini karena adanya cahaya biru yang dihasilkan oleh gadget. Rangsangan fisiologis pengguna terhadap lampu biru dan terang ini diduga dapat menunda ritme sirkadian. Hasilnya, setiap pengguna tidak memiliki masa tidur efektif.

  • Kecanduan. Ini merupakan hal paling buruk yang terjadi pada mereka yang mengalami FoMO. Penggunaan media sosial yang berlebihan membuat mereka sulit lepas dari godaan untuk terus aktif menggunakannya. Kecanduan sosial media merupakan masalah kesehatan mental dan perlu mendapatkan perawatan profesional. 

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Selain itu, para peneliti menemukan penggunaan berlebihan terhadap media sosial ini memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang saat berada di tengah lingkungan kehidupan nyata. Untuk itu, sebaiknya pergunakan media sosial dengan bijak agar manfaatnya juga bisa dirasakan.

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2019. What Does FOMO Mean and How Do I Deal With It?
Develop Good Habits. Diakses pada 2019. What is FOMO? How to Deal with the Fear of Missing Out.