Benarkah Tarsal Tunnel Syndrome dari Faktor Genetik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
benarkah-tarsal-tunnel-syndrome-dari-faktor-genetik-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang paling mudah mengalami cedera. Hal ini karena kaki banyak digunakan di hampir setiap kesempatan dan juga sering mendapat tekanan, apalagi bagi kamu yang senang berolahraga. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada kaki adalah tarsal tunnel syndrome. Penyakit ini menyerang pergelangan kaki dan membuatnya terasa nyeri. Selain karena tekanan pada kaki yang berlangsung terus-menerus, faktor genetik diduga juga berpengaruh terhadap terjadinya tarsal tunnel syndrome. Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Tarsal Tunnel Syndrome?

Tarsal Tunnel Syndrome (TTS) adalah kerusakan pada saraf tibialis posterior yang disebabkan oleh tekanan berulang. Saraf tibialis adalah saraf yang masih terhubung dengan saraf skiatik dan terletak di dekat pergelangan kaki. Saraf ini berperan sebagai sensasi penyerap dan pengendali gerakan pada pergelangan kaki dan kaki. Itulah mengapa saat terkena penyakit ini, pengidap akan merasakan sensasi terbakar pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah. Tarsal tunnel syndrome merupakan kelainan saraf yang mirip dengan carpal tunnel syndrome.

Tarsal Tunnel Syndrome sebenarnya adalah penyakit yang sangat jarang terjadi alias langka. Namun bila terjadi, penyakit ini lebih sering dialami oleh orang dewasa, terutama orang yang sering berolahraga seperti atlet atau instruktur olahraga.

Apa yang Menyebabkan Tarsal Tunnel Syndrome?

Penyebab tarsal tunnel syndrome adalah tekanan terus-menerus atau cedera yang terjadi pada saraf tibialis. Tekanan tersebut bisa berasal dari kerusakan akibat cedera, seperti retak dan terkilir yang parah. 

Namun, ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya TTS. Salah satunya adalah faktor genetik atau kelainan bawaan berupa telapak kaki yang datar. Orang yang memiliki telapak kaki rata akan memberi tekanan yang lebih pada saraf tibialis saat berjalan dibandingkan orang dengan telapak kaki tidak rata. 

Selain itu, faktor risiko tarsal tunnel syndrome lainnya adalah:

  • Terdapat tumor jinak di tarsal tunnel.

  • Mengalami cedera pergelangan kaki.

  • Mengidap arthritis, rematik, atau rheumatoid arthritis.

  • Menggunakan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai.

Baca juga: Ini Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Tarsal Tunnel Syndrome

Kenali Gejala Tarsal Tunnel Syndrome

Saat terkena tarsal tunnel syndrome, kamu mungkin akan mengalami nyeri, mati rasa, atau kesemutan. Rasa nyeri tersebut bisa dirasakan di mana saja di sepanjang saraf tibialis, tetapi lebih sering terasa di telapak kaki atau di dalam pergelangan kaki. Rasa nyeri TTS bisa menimbulkan sensasi, seperti:

  • Sengatan listrik.

  • Sensasi terbakar.

  • Sensasi seperti ditusuk jarum.

Gejala tarsal tunnel syndrome sangat bervariasi, tergantung pada masing-masing pengidap. Ada sebagian pengidap yang mengalami gejala secara bertahap, sedangkan beberapa pengidap lainnya mengalami gejala secara tiba-tiba. Rasa nyeri juga seringkali memburuk saat melakukan aktivitas fisik. Namun, pada kasus TTS yang sudah berlangsung lama, pengidap juga bisa merasakan rasa sakit atau kesemutan, bahkan saat sedang beristirahat di malam hari.

Baca juga: Tes untuk Mendiagnosis Tarsal Tunnel Syndrome

Cara Mengatasi Tarsal Tunnel Syndrome Akibat Faktor Genetik

Tarsal Tunnel Syndrome yang disebabkan oleh faktor genetik tidak bisa dicegah. Namun, dokter ortopedi bisa membuatkan sepatu khusus, atau sisipan yang membantu membuat lengkungan di kaki dan membatasi gerakan yang bisa mengiritasi saraf tibialis dan jaringan di sekitarnya. Pada beberapa kasus, mengenakan alas kaki dan kaus kaki yang lebih longgar atau lebih besar juga bisa membantu meredakan kesesakan pada kaki.

Baca juga: Kenali Gaya Hidup untuk Mencegah Tarsal Tunnel Syndrome

Bila kamu memiliki kaki rata dan berisiko mengalami  tarsal tunnel syndrome, tanyakan saja pada dokter ortopedi mengenai langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk berdiskusi kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Recognizing and Treating Tarsal Tunnel Syndrome.