Benarkah Terpapar Debu Batu Bara Sebabkan Penyakit Paru Interstisial?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Terpapar Debu Batu Bara Sebabkan Penyakit Paru Interstisial?

Halodoc, Jakarta - Penyakit paru interstisial adalah kategori umum yang mencakup berbagai kondisi paru yang berbeda. Semua penyakit paru interstisial memengaruhi interstitium, bagian dari struktur anatomi paru-paru. Interstitium adalah jaringan dengan bentuk seperti renda yang memanjang di kedua bagian paru.

Fungsinya untuk memberikan dukungan pada kantung udara mikroskopis di paru atau alveoli agar bisa bekerja maksimal. Terdapat pembuluh darah kecil yang berjalan melalui interstitium, memungkinkan pertukaran gas antara darah dan udara di dalam paru-paru.

Gejala dari penyakit paru ini bervariasi dan bergantung pada penyebab yang memicunya. Namun, beberapa gejala terjadi pada semua bentuk penyakit yang berbeda. Tanda yang paling umum adalah sesak napas dan batuk kering.

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Penyebab Penyakit Paru Interstisial

Sebagian besar pengidap mengalami gejala ini dan kondisinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Pada akhirnya, pengidap mengalami sesak napas meski berada dalam fase istirahat alias tidak melakukan aktivitas berat. Sesak napas ini sering disertai batuk kering. Beberapa orang juga mengalami penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan alasannya.

Paparan Debu Bara, Benarkah Menjadi Salah Satu Penyebabnya?

Penyakit paru interstisial terjadi ketika cedera pada paru memicu respons penyembuhan yang sifatnya abnormal. Biasanya, tubuh memproduksi jaringan dengan jumlah yang tepat untuk melakukan perbaikan. Namun, pada kondisi gangguan pernapasan ini, perbaikan yang terjadi menyebabkan munculnya jaringan parut yang mengalami penebalan.

Ada banyak pemicu terjadinya gangguan kesehatan ini, termasuk paparan racun di tempat kerja. Namun, dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak diketahui. Adapun faktor pekerjaan dan lingkungan yang menyebabkan kerusakan paru ini seperti debu silika, debu butiran, serat asbes, pengelasan besi, dan debu batu bara. Beberapa protein hewani seperti pada kotoran burung, mineral lempung seperti bedak, dan perawatan radiasi juga turut berperan.

Baca juga: Bagaimana Penyakit paru Interstisial Didiagnosis?

Selain karena lingkungan kerja, penyakit paru ini bisa terjadi karena kelainan autoimun, yang menyerang dan merusak paru-paru serta organ lainnya. Penyakit autoimun ini termasuk skleroderma, radang sendi, lupus, dermatomiositis, sindrom Sjogren, vaskulitis, dan penyakit jaringan ikat campuran.

Lalu, penggunaan beberapa jenis obat dapat merusak paru, termasuk obat jantung yang digunakan untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur, jenis antibiotik tertentu, obat-obatan antiinflamasi, jenis obat untuk kemoterapi, dan narkotika, termasuk heroin.

Tanpa adanya pengobatan, penyakit paru interstisial menimbulkan berbagai komplikasi, seperti gagal napas, hipertensi paru, dan gagal jantung pada ventrikel sebelah kanan. Ini semua terjadi karena rendahnya kadar oksigen pada paru-paru, dan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk membuat organ lain tetap bekerja dengan baik.

Baca juga: 9 Cara Penanganan Penyakit Paru Interstisial Berdasarkan Tipe

Jadi, benar bahwa paparan debu batu bara menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami penyakit paru interstisial. Oleh karena itu, kamu harus tahu dengan pasti tindakan pencegahan dan pengobatannya, agar tidak memicu terjadinya komplikasi.

Segera tanyakan pada dokter, karena deteksi dan penanganan dini bisa membuat penyakit ini terobati. Download aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu bertanya langsung pada dokter. Gunakan juga aplikasi Halodoc untuk Beli Obat dan Cek Lab.