Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

gangguan pernapasan bronkitis, penyebab bronkitis, jenis bronkitis
OLAHRAGA 13 June 2018

Halodoc, Jakarta – Dalam dunia medis, Bronkitis adalah istilah umum untuk infeksi yang terjadi dan menyebabkan iritasi dan peradangan pada area bronkus di paru-paru. Bronkus sendiri berfungsi membawa oksigen ke paru-paru baik kanan maupun kiri dan memiliki bentuk seperti pipa tabung pernapasan yang merupakan cabang dari trakea (batang tenggorokan).

Dinding bronkus memproduksi lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk menangkap debu atau partikel lain yang menyebabkan iritasi. Pada kasus gangguan pernapasan bronkitis, iritasi dan peradangan membuat bronkus memproduksi lebih banyak lendir. Sehingga, tubuh kemudian akan berusaha mengeluarkan kelebihan lendir ini melalui batuk.

Jenis Bronkitis

Untuk memastikan apakah seseorang terkena gangguan pernapasan bronkitis atau tidak, maka dokter harus melakukan pemeriksaan fisik bahkan pemeriksaan sinar X, tes dahak, dan tes fungsi paru. Bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yang pertama adalah bronkitis akut yang bertahan selama dua hingga tiga minggu. Bronkitis akut ini adalah salah satu infeksi sistem pernapasan yang paling umum terjadi dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Sementara, jenis yang kedua ialah bronkitis kronis yakni infeksi bronkus yang bertahan setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya. Bronkitis kronis sendiri lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun.

(Baca juga: Kerja Kantoran Terancam Kena Kanker Paru-Paru)

Gejala Bronkitis

Gejala utama gangguan pernapasan bronkitis adalah batuk yang terus menerus dan dengan lendir yang berwarna kuning keabu-abuan atau kehijauan. Gejala lainnya mirip dengan flu biasa atau sinusitis. Gejala lain yang juga mungkin timbul, antara lain:

  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Sakit dan nyeri dada atau perut karena batuk terus-menerus.
  • Kelelahan.
  • Demam yang tidak terlalu tinggi.
  • Meriang dan menggigil.
  • Pada bronkitis kronis, sering terjadi penderita akan mengalami sesak napas atau mengi karena saluran udara yang meradang.

Penyebab Bronkitis

Penyebab bronkitis kronis yang paling umum adalah kebiasaan merokok. Karena tiap isapan rokok berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Rambut silia berfungsi menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan. Setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Saat ini terjadi, kotoran tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.

Pengobatan Bronkitis

Penyakit ini sebetulnya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa pekan, jadi terkadang untuk kasus yang ringan tidaklah diperlukan pengobatan khusus. Sementara itu, dalam proses penyembuhan ini pun pasien disarankan untuk meminum banyak cairan, banyak istirahat, dan menghindari aktivitas berat. Hindari juga merokok atau menghirup asap rokok karena hanya akan memperparah kondisimu. Pastikan juga agar kamu selalu memenuhi asupan nutiris untuk tubuhmu. Tambahakan juga suplemen makanan agar proses penyembuhan semakin cepat dan kamu bisa kembali beraktivitas dengan normal.

(Baca juga: 4 Manfaat Ubi Untuk Paru-Paru Sehat)

Ingat untuk selalu jaga kondisi kesehatan di mana pun kamu berada. Sedia selalu aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan saran dokter jika diperlukan. Jika butuh obat, vitamin, atau suplemen, kamu juga bisa membelinya di Halodoc, lho. Pesanan akan diantar dalam satu jam ke tempat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


Rekomendasi Artikel

IBU & ANAK

16 July 2018

Sebelum memutuskan untuk menurunkan gaya hidup tersebut, ibu perlu mengetahui jenis asupan yang dibutuhkan di ...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 July 2018

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama-sama bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Na...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 July 2018

Berbeda letak sakit kepala, berbeda pula penyebabnya. Oleh sebab itu, berikut adalah penyebab sakit kepala ber...

Selengkapnya