25 October 2018

Bukan Kista atau Kanker, Ini yang Dimaksud Fibroadenoma pada Payudara

Halodoc, Jakarta – Benjolan pada payudara bukan hanya disebabkan oleh kista dan kanker, tetapi juga fibroadenoma mammae (FAM) yang dikenal sebagai tumor jinak. Berbeda dengan kanker payudara, fibroadenoma tumbuh pada jaringan payudara dan membesar secara lambat. Fibroadenoma banyak terjadi pada wanita berusia 15 - 35 tahun.

Benjolan pada fibroadenoma umumnya berbentuk kecil, hanya 1 - 2 sentimeter dan jarang yang berukuran lebih dari 5 sentimeter. Tumor jinak ini biasanya tidak terasa sakit dan mudah bergeser saat disentuh. Jika diraba, teksturnya bersifat kenyal dan halus.

Apa Penyebab dan Gejala Fibroadenoma Mammae?

Penyebab fibroadenoma belum diketahui secara pasti. Tumor diduga muncul berkaitan dengan hormon reproduksi. Alasannya karena tumor ini bisa membesar pada masa kehamilan atau saat seseorang menjalani terapi pengganti hormon, kemudian akan mengecil ketika hormon reproduksi menurun (seperti saat menopause). Riwayat keluarga dengan kanker bisa meningkatkan risiko fibroadenoma.

Gejala fibroadenoma berbeda dengan kanker payudara karena rasa nyeri hanya timbul di area benjolan. Bahkan, benjolan yang muncul berukuran kecil dan tidak terasa nyeri sehingga kemunculannya tidak disadari.

Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan Fibroadenoma Mammae?

Jika kamu memiliki benjolan pada payudara, segera berbicara dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Dokter akan memeriksa benjolan pada payudara untuk memastikan tekstur dan ukuran, kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Di antaranya dengan USG payudara atau mamogram untuk melihat apakah benjolan yang muncul akibat fibroadenoma atau tipe tumor payudara lain. Pemeriksaan biopsi juga dilakukan untuk mengambil dan menguji sampel jaringan payudara jika pemeriksaan USG dan mamografi tidak bisa mendiagnosis penyebab benjolan.

Jika hasil tes menunjukkan bahwa benjolan bersifat abnormal, dokter menyarankan pengangkatan fibroadenoma dengan:

  • Lumpektomi, yaitu prosedur pembedahan untuk memotong atau mengangkat benjolan fibroadenoma dari payudara. Jaringan tersebut diangkat untuk diuji dan dianalisis di laboratorium.

  • Cryoblation, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan alat tipis mirip tongkat ke benjolan fibroadenoma melalui kulit untuk membekukan jaringan tumor dengan gas.

Pemilihan tindakan tersebut ditentukan berdasarkan ukuran, lokasi, dan jumlah benjolan fibroadenoma yang muncul. Setelah prosedur tersebut, pemeriksaan lanjutan diperlukan jika ada benjolan baru yang muncul.

Apakah Fibroadenoma Mammae Bisa Dicegah?

Belum ada kepastian apakah fibroadenoma mammae bisa dicegah atau tidak. Alasannya karena penyebab fibroadenoma juga belum diketahui hingga kini. Namun, kamu bisa melakukan pemeriksaan payudara secara rutin untuk deteksi dini fibroadenoma, di antaranya:

  • Memeriksa payudara ke dokter 1 - 3 tahun sekali saat berusia 20 tahun.

  • Melakukan mamografi 1 - 2 tahun sekali saat berusia 45 - 74 tahun.

  • Melakukan mamografi setiap tahun sekali jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Kamu juga bisa memeriksa payudara sendiri dengan gerakan SADARI saat 7 - 10 hari setelah hari pertama haid. Berikut ini cara melakukan gerakan SADARI yang bisa dicoba:

  • Pergi ke depan cermin, lalu angkat tangan dan periksa apakah ada benjolan atau kelainan di payudara.

  • Letakkan tangan di pinggang dan periksa payudara.

  • Tekan payudara dari atas ke bawah, secara melingkar dan ke arah putih untuk mengetahui apakah ada benjolan di sekitar payudara.

  • Tekan kembali payudara secara melingkar sambil berbaring.

Itulah fakta tentang fibroadenoma mammae yang perlu diketahui. Jika kamu menemukan benjolan pada payudara, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: