13 February 2019

Bukan Menopause, Inilah 2 Penyebab dari Amenorrhea

Bukan Menopause, Inilah 2 Penyebab dari Amenorrhea

Halodoc, Jakarta - Amenorrhea adalah tidak terjadinya menstruasi pada wanita dalam satu periode atau lebih yang terlewati. Seorang wanita yang melewatkan paling tidak tiga periode menstruasi secara berturut-turut, maka wanita tersebut mengidap amenorrhea. Hal ini dapat terjadi pada seorang wanita yang sudah berusia 16 tahun tetapi belum mengalami menstruasi, yang disebut amenorrhea primer. Lalu, amenorrhea sekunder adalah ketika seorang wanita yang tidak hamil, tetapi tidak mengalami haid kurang lebih 6 bulan.

Selain itu, amenorrhea juga bisa terjadi pada seseorang belum mengalami menopause. Hal ini bukan tentang masalah menstruasi yang tidak teratur. Apabila seseorang mengidap amenorrhea, orang tersebut tidak akan pernah mengalami haid. Walaupun kondisi ini tidak termasuk dalam penyakit, kamu tetap harus melakukan pengecekan ke rumah sakit. Pasalnya, terdapat beberapa gejala dari kondisi tersebut yang dapat diobati.

Baca Juga: Telat Datang Bulan, Bisa Jadi Tanda 6 Penyakit Ini

Penyebab Amenorrhea

Amenorrhea yang terjadi umumnya merupakan tanda masalah kesehatan lain dan dapat terjadi karena berbagai macam alasan. Hal ini mungkin saja disebabkan secara alami, yaitu ketika mengalami kehamilan atau sedang menyusui. Hal ini juga dapat menjadi tanda masalah kesehatan, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Selain itu, amenorrhea juga dapat disebabkan kondisi kesehatan yang berhubungan dengan infertilitas.

Berikut adalah penyebab-penyebab amenorrhea berdasarkan jenisnya, yaitu:

  1. Amenorrhea Primer

Amenorrhea jenis ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama, antara lain:

  • Kelainan Kromosom

Kelainan kromosom atau genetik dapat menyebabkan ovarium berhenti berfungsi secara normal. Salah satu penyebabnya adalah sindrom Turner, yaitu kondisi yang menyebabkan hilangnya kromosom X sebagian atau seluruhnya dan androgen insensitivity syndrome. Hal tersebut dapat ditandai dengan tingginya kadar testosteron yang dapat menunda atau mengganggu menstruasi.

  • Masalah pada Kelenjar Hipofisis

Salah satu penyebab amenorrhea adalah bermasalahnya kelenjar hipofisis di otak, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang membuat berhentinya menstruasi. Kondisi lainnya yang dapat terjadi yaitu kelainan makan dan tekanan psikologis yang ekstrem. Hal ini juga dapat mengganggu fungsi normal dari kelenjar hipofisis yang menyebabkan tertundanya menstruasi pada wanita.

Meski jarang, masalah lainnya yang dapat terjadi adalah masalah fisik, seperti organ reproduksi yang hilang atau tersumbatnya saluran reproduksi. Bagian saluran reproduksi yang hilang dapat menyebabkan gangguan endokrin. Penyumbatan tersebut juga dapat mencegah perdarahan pada menstruasi, membuatnya seperti mengalami amenorrhea primer.

Baca Juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

  1. Amenorrhea Sekunder

Amenorrhea sekunder terjadi ketika kehilangan tiga periode menstruasi berturut-turut atau tidak mengalami haid kurang lebih selama 6 bulan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:

  • Penyebab Alami

Seseorang dapat mengidap amenorrhea secara alami dikarenakan kehamilan dan penyebab lainnya, seperti menyusui dan menopause.

  • Pengobatan dan Terapi

Pengobatan menahan hamil, seperti pil KB, kontrasepsi suntik, dan alat kontrasepsi hormonal (IUD) dapat menyebabkan seseorang mengidap amenorrhea. Diperlukan beberapa bulan setelah berhenti dari pengobatan tersebut, agar siklus menstruasi kembali terjadi secara teratur.

Obat antidepresan dan obat tekanan darah tertentu dapat meningkatkan kadar hormon yang menyebabkan menstruasi terhambat dan merusak siklus yang terjadi. Kemoterapi dan perawatan radiasi dapat menghancurkan sel dan telur penghasil estrogen di ovarium, yang menyebabkan amenorrhea. Penyakit tersebut mungkin hanya jangka pendek, terutama pada wanita yang lebih muda.

Baca Juga: Bukan Hamil! Ini 5 Penyebab Haid Tidak Teratur

Itulah beberapa penyebab dari amenorrhea yang dapat terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!